Perkembangan motorik   Leave a comment


BAB I

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG

Masa ini adalah masa di mana anak berumur 2 tahun – 6 tahun. Masa ini dimulai dengan waktu di mana anak boleh dikatakan mulai dapat berdiri sendiri, artinya tidak lagi dalam segala hal membutuhkan bantuan dan diakhiri dengan waktu di mana dia harus masuk sekolah dengan sungguh – sungguh.Karena kemampuan untuk dapat menilai diri sendiri tidak terlepas dari kemampuan untuk dapat menilai tingkah laku orang lain. Pada usia ini anak kecil akan meniru apa saja yang di lihatnya secara langsung tanpa mengetahui apa dampak baik dan buruknya

Sehingga bagi para ahli – ahli Psikologi, Masa kanak – kanak merupakan masa di mana anak belajar dasar – dasar dari tingkah laku yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan bersama serta harus menyesuaikan diri bila mana dia masuk Sekolah Dasar. Sehingga sekolah di harapkan mendidik anak agar senang menyelidiki, ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya.

Dalam hal pertumbuhan antara anak perempuan dan laki – laki dapat diidentifikasi yaitu :

Anak laki – laki pada umumnya cenderung lebih tinggi dan lebih besar di banding anak perempuan. Proporsi rata – rata pertumbuhan tubuh anak laki – laki dan perempuan seimbang dan sama. Perbandingan lebar bahu dan lebar panggul belum ada perbedaan antara laki – laki dan perempuan.

Jadi di dalam anak kecil melakukan aktivitas bermain, peran orang dewasa sangat di perlukan terutama untuk mengawasi keselamatannya. Sebab kemampuan anak kecil untuk mengkontrol tubuhnya masih belum baik untuk menjaga agar pertumbuhan dan perkembangan tidak terhambat.

2.RUMUSAN MASALAH

1.Apa tugas perkembangan fisik anak kecil ?

2.Apa perkembangan gerak yang pantas di lakukan oleh anak kecil ?

3.TUJUAN

1.Untuk mengetahui tugas perkembangan fisik anak kecil yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan

2.Untuk memahami gerak apa saja yang bisa dilakukan ole anak kecil usia antara 2 – 6 tahun

BAB II

PEMBAHASAN

A.PERKEMBANGAN FISIK ANAK KECIL

1.pertumbuhan fisik

Yang disebut anak kecil adalah anak yang berusia antara 2 – 6 tahun, yang jelas bahwa individu disebut anak kecil sesudah ia mampu berjalan sendiri. Sedangkan pada umur berapa anak mulai bisa berjalan sendiri berada pada umur yang berbeda – beda. Bahwa mulai umur 2 tahun ada kecenderungan sifat pertumbuhan yang cukup jelas membedakan dengan sifat pertumbuhan pada masa sebelumnya.

Pada masa anak kecil pertumbuhan tinggi dan berat badan relatif menurun kecepatannya di banding masa sebelumnya. Pertumbuhan tulang, otot dan jaringan lemak tubuh di dalam membentuk peningkatan pertumbuhan fisik ada kecenderungan berbeda di banding masa bayi atau masa dewasa. Beberapa kecenderungan yang bisa diidentifikasi adalah :

  1. Peningkatan berat badan sampai awal tahun ke-5 lebih banyak dihasilkan dari pertumbuhan tulang dibanding yang di haslkan dari pertumbuhan jaringan otot dan lemak, Hal ini terjadi karena cepatnya proses pertumbuhan tulang pada masa ini.

  1. Sampai pada awal tahun ke-5 peningkatan jaringan otot hanya kecil tetapi sesudahnya terjadi peningkatan yang lebih cepat. Peningkatan jaringan otot yang lebih cepat mulai tahun ke-5 menghasilkan peningkatan potensi yang lebih besar untuk melakukan berbagai macam untuk melakukan aktivitas fisik. Peningkatan berat badan pada umur antara 5 dan 6 tahun lebih banyak dihasilkan dari peningkatan jaringan otot.

2.Pengukuran pertumbuhan fisik

Pertumbuhan fisik dapat diketahui melalui pengukuran tinggi, berat badan, besar penampang, kelebaran, dan panjang bagian tubuh yang dilakukan secara berkala sejak bayi lahir. Dengan mengetahui peningkatan ukuran dari waktu ke waktu maka dapat di ketahui pertumbuhannya. Sedangkan untuk mengetahui pertumbuhan seorang anak normal atau tidak, bisa diketahui melalui cara membandingkan ukuran tubuh anak yang bersangkutan dengan ukuran tubuh anak seusia pada umumnya.Apabila anak yang bersangkutan memiliki ukuran tubuh melebihi ukuran rata-rata anak yang seusia pada umumnya, maka pertumbuhannya bisa dikatakan maju. Sebaliknya bila ukurannya lebih kecil berarti pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan dikatakan normal apabila ukuran tubuhnya sama dengan ukuran rata-rata anak-anak lain seusiannya.

2.A Pengukuran tinggi badan

Salah satu pengukuran pertumbuhan yang sangat berguna dan umum dilakukan adalah pengukuran tinggi badan. Sampai umur 3 tahun pengukuran tinggi badan dilakukan dalam posisi tidur, sesudahnya dilakukan secara berdiri tegak dengan menggunakan alat pengukur tinggi badan yang disebut stadiometer.

2.B Pengukuran berat badan

Pengukuran berat badan biasa dilakukan bersamaan dengan pengukuran tinggi badan. Pengukuran menggunakan timbangan berat badan. Individu yang diukur harus hanya menggunakan pakaian seminim mungkin agar hasil penimbangannya akurat.

2.C Pengukuran besar penampang bagian tubuh

Ada beberapa bagian tubuh yang biasa diukur yaitu pada lingkaran kepala, lengan, dada, pinggang, paha, dan betis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan meteran, bagian tubuh dilakukan dengan mengukur lingkarannya. Hal ini penting kaitannya dengan pemantauan perkembangan mental.

2.D Pengukuran lebar dan panjang bagian tubuh

Pengukuran lebar dan panjang bagian tubuh berguna untuk memantau pertumbuhanterutama dalam hal bentuk tubuh. Yang paling umum dilakukan adalah pengukuran terhadap lebar bahu dan lebar panggul menggunakan caliper

B.PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK

Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil bisa diidentifikasi dalam beberapa hal. Sifat-sifat perkembangan fisik yang dapat diamati adalah sebagai berikut :

  1. Terjadi perkembangan otot –otot besar cukup cepat pada 2 tahun terakhir masa anak kecil. Hal ini memungkinkan anak melakukan berbagai gerakan yang lebih leluasa yang kemudian bisa dilakukannya bermacam-macam ketrampilan gerak dasar. Beberapa macam gerak dasar misalnya berlari, meloncat, berjengket, melempar, menangkap, dan memukul berkembang secara bersamaan tetapi dengan irama perkembangan yang lainnya. Ada yang lebih cepat dikuasai dan ada yang baru dikuasai kemudian.

  2. Dengan berkembangnya otot besar terjadi perkembangan kekuatan yang cukup cepat dan lebih besar baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

  3. Pertumbuhann kaki dan tangan yang secara proporsional lebih cepat dibanding pertumbuhan tubuh yang lain, menghasilkan peningkatan daya ungkit yang lebih besar di dalam melakukan gerakan yang melibatkan tangan dan kaki.

  4. Peningkatan koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh yang cukup cepat dan meningkat menjadikan anak makin mampu menggunakan kekuatannya di dalam melakukan aktivitas fisik.
  5. Meningkatnya kemungkinan dan kesempatan melakukan berbagai macam aktivitas gerak fisik bisa merangsang perkembangan pengenalan konsep dasar obyek, ruang, gaya, waktu dan sebab akibat

Pengenalan anak kecil terhadap konsep – konsep tersebut tentu masih dalam taraf yang sangat sederhana dan belum bisa menjelaskannya. Pengenalannya akan semakin kompleks dengan makin banyaknya pengalaman mereka. Pengenalan konsep tersebut sangat berguna untuk perkembangan koordinasi dan kontrol tubuh.

Bagi anak kecil aktivitas gerak fisik dan pengalaman yang diperoleh di dalamnya bukan hanya bermanfaat untuk perkembangan fisik, perkembangan fungsi organ tubuh, dan perkembangan kemampuan gerak, melainkan juga bermanfaat untuk perkembangan intelektualnya. Sebelum mampu membaca, menulis, dan berhitung anak kecil akan lebih banyak mengekspresikan buah pikirannya melaliu aktivitas fisik.

B. PERKEMBANGAN GERAK ANAK KECIL

1.Perkembangan gerak umum.

Perkembangan gerak anak kecil merupakan kelanjutan dari perkembangan gerak yang telah terjadi pada masa bayi. Pada akhir masa bayi, anak mulai bisa berjalan sendiri, memegang suatu obyek dan memainkannya secara sederhana. Hal ini telah memungkinkan bagi anak untuk melakukan aktivitas fisik untuk menjelajah ruang yang lebih luas. Anak bisa berpindah dari satu tempat ketempat yang lainnya, dan bisa mengambil sesuatu untuk kemudian menggunakannya untuk bermain-main. Kemungkinan melakukan aktivitas sangat menentukan perkembangan gerak selanjutnya.

Pada masa anak kecil, perkembangan gerak yang terjadi adalah berupa peningkatan kualitas penguasaan pola gerak yang telah bisa dilakukan pada masa bayi. Serta peningkatan variasi berbagai macam pola gerak dasar. Kemampuan berjalan dan memegang akan semakin baik dan bisa dilakukan dengan berbagai macam variasi gerakan.

Peningkatan kemampuan gerak terjadi sejalan dengan meningkatnya kemampuan koordinasi mata tangan dan kaki. Perkembangan gerak bisa terjadi dengan baik apabila anak memperoleh kesempatan cukup besar untuk melakukan aktivitas fisik dalam bentuk gerakan yang melibatkan keseluruhan bagian anggota tubuh.

Mengenai perkembangan gerak ada beberapa penelitian yang berusaha mengidentifikasi beberapa kemampuan gerak umum yang telah bisa di kuasai pada umur tertentu. Disamping itu juga mengidentifikasi perbedaan kemampuan gerak antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan oleh Nancy Bayley di California berpa skala perkembangan gerak dan skala penguasaan keseimbangan dinamik pada balok titian :

Tabel Skala Perkembangan Gerak

No

Gerakan

Umur ( Bulan )

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

Berjalan kesamping

Berjalan ke belakang beberapa langkah

Berjalan mendaki tangga rumah dengan bantuan

Berjalan mendaki tangga rumah sendiri pelan atau belum lancar

Meloncat dengan kedua kaki bersama-sama

Berdiri pada satu kaki sendiri

Berjalan pada ujung telapak kaki (angkat kaki)

Meloncat dari bangku setinng 16 cm

Berjalan mendaki tangga rumah dengan menggunakan salah satu kaki yang sama pada setiap dakian

Meloncat sejauh kira-kira 10 sampai 35 cm

Berjengket dengan satu kaki, 2 atau 3 kaki

16,5

16,9

20,3

24,3

28,0

29,2

30,1

32,1

35,5

37,3

49,3

Tabel Keseimbangan Dinamik pada balok titian

No

Gerakan

Umur (bulan)

1

2

3

4

5

6

Berusaha berdiri pada balok titian

Berjalan dengan satu kaki pada balok dan kaki menapak lantai

Berdiri pada balok dengan kedua kaki

Berusaha melangkah

Salah satu kaki menjauh

Salah satu kaki menjauh dan melangkah dan bergerak bergeser sepanjang balok pelan – pelan

-Ditempuh dalam wakrtu 5 sampai 9 detik

-Ditempuh dalam waktu 3 sampai 6 detik

-Ditempuh dalam waktu kurang dari 3 detik

22,5

27,6

31,0

32,8

38,0

56,0

59,5

66,0

80,0

Mengenai perbandingan kemampuan gerak antara anak laki-laki dengan anak perempuan secara umum hanya kecil atau hampir tidak berbeda. Tetapi bila dilakukan pengukuran atau penilaian terhadap beberapa macam kemampuan gerak, ada kecenderungan bahwa dalam beberapa hal anak laki-laki lebih mampu atau lebih baik penguasaannya dibanding anak perempuan.

Menurut Guttridge (1939) meneliti anak umur 2 sampai 7 tahun. Kesimpulannya bahwa anak perempuan cenderung lebih baik penguasaannya dalam gerakan berjengket, lompat tali, dan mencongklang (galloping), sementara anak laki-laki menguasai gerakan meloncat dan melempar.

Menurut Deach (1951) melakukan penelitian anak umur 2 sampai 6 tahun. Kesimpulannya bahwa dalam penguasaan gerakan melempar, menangkap, menyepak, memukul, dan memantulkan bola anak laki-laki lebih baik atau lebih maju pola perkembangannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anak laki-laki lebih mampu bergerak dalam gerakan berbagai aktivitas yang memerlukan pengintegrasikan tubuh secara keseluruhan.

Menurut C.B.Sinclair (1971) menganalisis rekaman film tentang 18 macam gerakan dasar yang dilakukan oleh anak usia 2 sampai 6 tahun. Kesimpulannya bahwa pada usia 4 tahun dan sesudahnya anak perempuan memperoleh nilai baik dalam gerakan meloncat, gerak berpindah berirama, dan keseimbangan. Sedangkan anak laki-laki memperoleh nilai baik dalam gerakan menangkap dan gerakan yang memerlukan kekuatan dan kecepatan. Perbedaan yang paling tampak adalah gerakan melempar di mana anak laki-laki memperoleh nilai baik dan perbedaan itu mulai tampak pada usia 3 tahun.

Menurut Morris dkk (1978) meneliti secara kuantitatif dengan mengguanakan 7 macam tes kemampuan gerak terhadap 269 anak laki-laki dan perempuan yang berumur antara 3 sampai 6 tahun anak-anak dites kemampuannya menangkap,memanjat, lari cepat, loncat jauh tanpa awalan, lempar bola tenis sejauh-jauhnya lempar bola softbal sejauh-jauhnya dan keseimbangan. Kesimpulannya dari hasil tes semua umur anak laki-lakimemperoleh nilai lebih baik dlam 6 tes, sedangkan 1 macam tes yaitu keseimbangan anak perempuanlah yang memperoleh nilai lebih baik.

2.Perkembangan Kemampuan Gerak Dasar

Pada masa anak kecil , perkembangan fisik berada pada suatu tingkatan di mana secara organis telah memungkinkan untuk melakukan beberapa macam gerak dasar dengan beberapa variasinya. Ukuran fisiknya semakin tinggi dan semakin besar, serta peningkatan jaringan otot yang cepat pada tahun terakhir telah memungkinkan dan mampu menjelajahi ruang yang lebih luas, serta menjangkau obyek yang berada di sekitarnya. Kemungkinan menjelajah tersebut memacu berkembangnya kemampuan melakukan beberapa macam gerakan.Pada dasarnya merupakan pengembangan dari gerakan berjalan dan memegang . Beberapa macam gerak besar dan variasinya yang makin dikuasainya atau mulai bisa dilakukan yaitu ;

  1. Berjalan

  2. Mendaki
  3. Meloncat dan berjengket
  4. Mencongklang dan lompat tali

  5. Menyepak

  6. Melempar

  7. Menangkap

  8. Memantul bola

  9. Memukul

  10. Berenang

Perkembangan penguasaan gerakan – gerakan tersebut akan di bahas yaitu ;

1.Berjalan

Pola perkembangan penguasaan gerakan berjalan yaitu berjalan yang mula-mula tertatih-tatih dan kurang terkontrol menjadi semakin lancar dan terkontrol dengan baik. Irama gerakan yang cepat seperti terhuyung-huyung,berkembang menjadi bisa dilakukan sesuai dengan irama yang dikehendaki (lambat atau cepat).

Bentuk gerakan kaki mula-mula manapak dengan kaki penuh, kedua kaki sedikit kangkang, kedua telapak kaki membentuk sudut lebar, berkembang menjadi bisa menapak dengan tumit dan titik tumpu bergeser kearah telapak kaki bagian depan, kedua kaki melangkah tidak mekangkang dan bisa mendekati garis lurus, sudut kedua telapak kaki menyempit.Ayunan langkah menjadi semakin otomatis, sehingga anak sudah mampu berjalan dengan ayunan kaki dan berbelok kearah yang dikehendaki dengan mudah.

Perkembangan kemampuan gerak berjalan berhubungan dengan peningkatan kekuatan kaki, keseimbangan, dan koordinasi bagian-bagian tubuh yang mendukung mekanisme keseimbangan. Kekuatan kaki diperlukan untuk mendukung beban berat tubuh , keseimbangan diperlukan untuk menjaga agar tubuh tidak roboh. Perkembangan yang baik dalam hal kekuatan kaki, keseimbangan, dan koordinasi antara kaki dengan anggota tubuh bagian atas sangat menunjang kemampuan anak melakukan berbagai variasi gerakan berjalan.

2.Berlari

Gerakan berlari merupakan perkembangan dari gerakan berjalan, Gerakan dasar anggota tubuh pada saat berlari menyerupai gerakan berjalan. Perbedaan terletak pada irama ayunan langkah, pada lari iramanya lebih cepat dan ada saat melayang.

Pencapaian perkembangan gerak berlari pada anak kecil adalah sebagai berikut :

– Pada umur antara 2 – 3 tahun anak mulai mampu berlari agak lancar, tetapi kemampuan kontrol untuk berhenti dan berputar dengan cepat masih belum baik.

– Pada umur 4 sampai 5 tahun kemampuan kontrol untuk mengawali gerakan, berhenti, dan berputar dengan cepat semakin meningkat menjadi lebih baik,

– Pada umur 5 sampai 6 tahun ketrampilan gerak berlari pada umumnya sudah dikuasai oleh anak, sehingga mampu menggunakan ketrampilan berlari itu secara efektif di dalam aktivitas bermain.

Karakteristik bentuk gerakan lari yang mula-mula bisa dilakukan oleh anak –anak sebagai berikut :

  1. Gerakan langkah masih terbatas rentangannya

  2. Ayunan lengan tangan sebatas siku dan arahnya tidak sepenuhnya kedepan dan ke belakang, melainkan cenderung ke arah samping.

3.Mendaki

Bersamaan dengan pada saat anak belajar merangkak, ia juga belajar mengangkat tubuh, hal ini terjadi sebelum bisa berjalan. Setelah bisa berjalan ia akan berusaha untuk mendaki. Perkembangan bentuk gerakan mendaki adalah sebagai berikut :

1.Pada umur 40 sampai 50 minggu anak bisa mendaki ketempat yang lebih tinggi .

2.mulai umur 3 tahun anak bisa mendaki tataran tangga tembok sendiri dengan posisi berdiri tegak, Cara melangkah mula-mula selalu menggunakan satu kaki yang sama untuk setiap melangkah mendaki, lama-kelamaan mendaki biasa.

4.Meloncat dan Berjengket

Kemampuan gerak meloncat dan berjengket berkembang secara bersamaan karena merupakan perkembangan dari kemampuan gerak berjalan dan berlari. Perkembangan gerak tersebut berupa modifikasi atau penyesuaian dalam beberapa bentuk dan intensitas kemampuan fisik yang dilakukan dan diperlukan untuk mendukung gerakan. Penguasaan gerakan meloncat berkembang sejalan dengan peningkatan kekuatan kaki, keseimbangan dan koordinasi tubuh. Gerakan meloncat sudah bisa dilakukan oleh anak usia kira-kira 17 bulan sampai 25 bulan.

Berjengket adalah gerakan meloncat dimana loncatan dilakukan dengan tumpuan satu kaki dan mendarat dengan menggunakan satu kakiyang sama. Gerakan berjengket lebih sukar dibandingkan dengan gerakan meloncat. Gerakan berjengket pada umumnya mulai bisa dilakukan pada usia kurang dari 4 tahun.

5.Mencongklang dan lompat tali

Gerakan mencongklang atau lari seperti langkah kuda dan lompat tali merupakan variasi dari gerakan berjalan, berlari, meloncat, dan berjengket. Mencongklang terbentuk dari kombinasi gerakan berjalan atau berlari dengan meloncat, sedangkan lompat tali terbentuk dari kombinasi gerakan melangkah dengan berjengket. Karena merupakan gerakan variasi gerakan ini dikuasai sesudah dikuasainya gerakan yang divariasikan kurang lebih umur 6,5 tahun.

6.Menyepak

Kemampuan melakukan gerakan menyepak pada anak kecil berkembang dan berjalan secara otomatis kurang lebih umur 6 tahun anak kecil sudah mampu melakukan gerakan menyepak yang dimulai dengan ayunan kaki belakang sebagai awalan dan disertai tepatnya kaki mengenai obyek yang disepak.

7.Melempar

Melempar adalah gerakan mengarahkan suatu benda yang dipegang dengan cara mengayunkan tangan ke arah tertentu dengan mengunakan kekuatan tangan dan lengan serta memerlukan koordinasi beberapa unsur gerakan bahu, togok dan kaki. Gerakan ini mulai bisa dilakukan oleh anak usia kurang lebih 2 tahun sampi umur 6 atau 6,5 tahun bentuk gerakan melemparnya sudah baik.

8.Menangkap

Awal dari usaha untuk menangkap yang dilakukan oleh anak kecil adalah berupa gerakan tangan untuk menghentikan suatu benda yang bergulir di lantai yang ada di dekatnya. Menangkap benda yang menggulir lebih mudah di banding yang melambung. Karena itu kemampuan menangkap bola melambung akan berkembang sejalan dengan sudah bisanya menangkap bola yang digulirkan. Hal tersebut terjadi pada anak berusia kurang dari 3 tahun, namun pada usia 5 sampai 6 tahun gerakn menangkap sudah semakin baik, tetapi untuk mencapai menguasai gerakan baru di capaiumur 8 tahun.

9.Memantul-mantulkan bola.

Hal ini umumnya dilakukan oleh anak usia lebih kurang 3 tahun. Kemampuan memantul-mantulkan bola berulang kali tanpa menangkap berkembang sejalan dengan kemampuan mengontrol kekuatan tangan dan arah tegaknay bola, Pada mulanya anak berusaha memantulkan bola menggunakan satu tangan. Sudah mulai membaik pada umur 6 tahun.

10.Memukul.

Anak kecil mula-mula berusaha dengan gerakan mengayun tangannya dengan lengan lurus ke arah depan atas. Gerakan yang berkembang yaiti memukul dari arah samping ke arah depan. Perkembangan kemampuan memukul bola mulai tampak pada usia 3 tahun. Kemampuan ini timbul dan berkembang apabila memperoleh kesempatan untuk melakukannya berulang.

11.Berenang

Berenang merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak kecil apabila mereka memperoleh kesempatan untuk membiasakan diri bermain-main di air. Berenang sebenarnya sudah dapat diajarkan pada anak kecil pada usia 3 tahun. Sudah bisa melakukannya, tentunya apabila cara mengajarkannya benar.

  1. Minat melakukan aktivitas fisik.

Setelah anak bisa berjalan sendiri, semakin besar pulalah minatnya untuk melakukan aktivitas fisik. Bisa dismsti pada kehidupan anak kecil, pada umumnya dia tidak mau diam atau selalu aktif berbuat sesuatu. Umumnya anak kecil suka berjalan kian kemari untuk menjelajah lingkungan sekitarnya dan memegang atau mengambil segala sesuatu yang bisa dipegang atau diambilnya untuk digunakan sebagai mainan.

Kemampuan anak kecil untuk memusatkan perhatiannya di dalam melakukan aktivitas tertentu masih terbatas. Perhatiannya mudah beralih pada sesuatu yang lain. Anak kecil tidak akan berlama-lama memperhatikan suatu obyek atau kegiatan tertentu. Mereka lebih senang memperhatikan berbagai obyek secara bergantian.

Anak kecil memiliki sifat imajinasi, imitatif, dan rasa ingin tahunya besar. Imajinatif artinya suka membayangkan sesuatu. Imitatif artinya suka meniru-niru, sifat keingintahuannya yang besar tampak dalam mengamati benda apa saja yang berada di dekatnya.

Anak kecil pada umumnya menyenangi gerak berirama atau aktivitas ritmik. Mereka senang melakukangerak-gerak berirama mengikuti irama lagu atau sambil manyanyi. Pada awal masa anak kecil sering bisa dilihat anak begitu mendengar suara lagu dari radio atau kaset kemudian mengerak-gerakkan tangannya seperti gerakan menari atau mengerak-gerakkan kepalanya mengikuti irama lagu yang di dengar.

4.Aktivitas yang diperlukan anak kecil

Agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai engan potensi yang dimiliki perlu diperhatikan sifat pertumbuhan dan perkembangan yang ada pada mereka. Sifat-sifat tersebut digunakan sebagai pertimbangan dalam upaya memberikan kondisi yang sesuai bagi anak-anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sesuai dengan sifat –sifat pertumbuhan, perkembangan, serta minat dalam melakukan aktivitas, berbagai pengalaman yang perlu diberikan kepada mereka adalah sebagai berikut ;

  1. Aktivitas fisik yang cukup memerlukan penggunaan otot-otot besar misalnya otot kaki,lengan dan bahu.

Contoh ;

Berlari-larian atau berkejar-kejaran.

Memanjat atau mengelantung

Berguling-guling di matras

Merangkak

  1. Permainan sederhana yang hanya memerlukan penjelasan sedikit pengorganisasian yang sederhana,dan tidak terlalu lama untuk setiap macam permainan (segera beralih pada permainan yang lain setelah beberapa saat)

Contoh ;

Permainan sembunyi-sembunyian

Permainan gerak dan lagu yang sederhana

  1. Kesempatan mencoba –coba berbuat sesuatu dan meniru gerakan –gerakan.

Contoh ;

Mencoba-coba gerakan yang memerlukan ketrampilan gerak dasar dan mengunakan alat sederhana, Misalnya :

-Bermain bola menggunakan kaki dan tangan dengan cara masing-masing

-Mengatasi rintangan dengan gerakan meloncat, menerobos, atau mengitari sesuatu menurut caranya masing-masing

-Bermain dengan menggunakan alat sederhana dengan caranya masing-masing: misalnya menggunakan pemukil untuk memukul-mukul bola.

-Bermain menirukan gerakan binatang.

4. Belajar bekerja sama dan berusaha bersama dengan teman-temannya.

Contoh :

-Bermain bola dengan kelompok dengan cara melempar atau menyepak

-Bermain dalam bentuk lomba antar kelompok,Misalnya:

a.Lomba lari estafet dengan membawa bola.

b.Lomba mengulirkan bola secara estafet.

5. Kesempatan menggunakan sarana bermain dengan berbagai ukuran, mula-mula memainkan obyek yang agak besar kemudian semakin kecil.

Contoh :

Pada usia 2 sampai 3 tahun bermain mengguankan bola yang agak besar sesudah itu menggunakan bola yang lebih kecil.

Di dalam anak kecil melakukan aktivitas bermain,peran orang dewasa sangat di perlukan,terutama untuk mengawasi keselamatannya.Kemampuan anak kecil untuk mengontrol tubuhnya masih belum begitu baik,karena itu masih perlu pengawasan.Namunperlu diingat bahwa sifat individualistik dan egosentris yang ada pada anak kecil menjadikan mereka tidak senang terlalu dicampuri atau terlalu diatur apabila sedang bermain,oleh karena itu dalam mengawasi jangan terlalu mencampuri dan terlalu mengatur. Apabila terlalu dicampuri dan terlalu diatur mereka akan menjadi pasif dan berakibat menghambat perkembangan kreatifitasnya.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Masa ini adalah masa di mana anak berumur 2 tahun – 6 tahun. Masa ini dimulai dengan waktu di mana anak boleh dikatakan mulai dapat berdiri sendiri, artinya tidak lagi dalam segala hal membutuhkan bantuan dan diakhiri dengan waktu di mana dia harus masuk sekolah dengan sungguh – sungguh.Karena kemampuan untuk dapat menilai diri sendiri tidak terlepas dari kemampuan untuk dapat menilai tingkah laku orang lain. Pada usia ini anak kecil akan meniru apa saja yang di lihatnya secara langsung tanpa mengetahui apa dampak baik dan buruknya

Begitu juga orang tua seringkali khawatir terhadap keselamatan anaknya yang sedang bermain, sehingga orang tua selalu melarang setiap kegiatan aktivitas fisik anak kecil yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Secara tidak langsung pelarangan segala aktivitas fisik terhadap anak kecil dapat mematikan daya kreatifitas sang anak, sehingga anak tersebut fisiknya lemah, tidak memiliki kepercayaan diri, anak menjadi penakut, dan bahkan perkembangan sosialisasinya atau kemampuan bergaulnya terhambat.

Dengan menyadari akan akibat yang menghambat perkembangan anak karena cara memberlakukan yang keliru, maka orang tua atau orang dewasa perlu berhati-hati dan bijaksana dlam mengasuh dan mendidik anak-anaknya

SARAN

Berdasarkan karya tulis yang kami buat mungkin ada tambahan-tambahan untuk mengisi kekurangan-kekurangan dalam karya tulis ini. Saran dari semuanya akan kami kumpulkan untuk memberi semangat dan acuan dalam penulisan karya tulis selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

ASIM (1992) “PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MOTORIK”. POK FIP IKIP MALANG.

SUGIYANTO (1994) “PERKEMBANGAN GERAK MANUSIA”

Posted Januari 6, 2010 by downixs in kumpulan makalah

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: