Perkembangan Fisik   1 comment


KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadiran Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidyahNya kepada kita semua sehingga seiring dengan hidayah kesehatan itu Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Walaupun Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari apa yang menjadi harapan dari pembimbing. Namun sebagai awal pembelajaran dan agar menambah spirit Penulis, bukan sebuah kesalahan jika kami mengucapkan kata syukur.

Terimakasih yang sebesar-besarnya Penulis ucapkan kepada bapak Mahmud Yunus, selaku Dosen Pembimbing matakuliah Perkembangan Motorik yang telah memberikan arahan terkait makalah ini. Tanpa bimbingan beliau Penulis tidak akan dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan format yang berlaku. Dalam penulisan makalah ini mungkin terjadi kesalahan-kesalahan. Namun bukanlah kesalahan yang tersengaja melainkan karena khilafan dan kelupaan. Dari kesemua kelemahan-kelemahan dalam makalah ini kirannya dapat dimaklumi.

Terimakasih Kami ucapkan pula kepada teman-teman yang telah memberikan banyak saran dan pengetahuannya sehingga menambah hal baru bagi kami. Terutama sumbangannya dalam hal materil yaitu buku referensi.

Demikian, harapan Penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan menambah referensi yang baru sekaligus ilmu pengetahuan yang baru pula, amien

Malang, Januari 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………

  1. Latar belakang…………………………………………………….
  2. Rumusan masalah…………………………………………………
  3. Tujuan masalah……………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………

  1. Perkembangan fisik bayi………………………………………….
  2. Perkembangan gerak bayi………..……………………………….
    1. Perkembangan gerak berpindah (locomotion)………………..
    2. Perkembangan gerak memegang..…………………………….

BAB III PENUTUP………………………………………………………………….

KESIMPULAN……………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Perkembangan fisik dan perkembangan gerak merupakan dua aspek yang hanya bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Perkembangan dan pertumbuhan fisik sangat menentukan terhadap kemampuan fisik untuk melakukan gerakan-gerakan. Makin baik kualitas fisiknya, maka makin baik pula perkembangan untuk menguasai berbagai macam gerakan

Perkembangan fisik dan gerak bayi merupakan kelanjutan dari perkembangan yang telah terjadi pada waktu masi janin yang berada di dalam kandungan ibunya. Pertumbuhan dan pematangan akan mewarnai perkembangan perilaku bayi jika perkembangan perilaku tersebut bisa disempurnakan melalui proses belajar dalam bentuk dan rangsangan yang berulang-ulang.

Perkembangan fisik bayi baik sebelum di lahirkan maupun sesudah akan mengalami perubahan terus menerus dalam bentuk dan proporsi ukuran bagian tubunya sejalan dengan pertambahan ukuran yang menjadi semakin besar dan panjang atau tinggi. Dalm setiap fase perkembangan bayi dapat di maksimalkan dengan cara-cara dan rangsangan tertetu tergantung dari kesiapan fisik dan umur agar bisa semaksimal mungkin.

  1. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah dan mengacu studi kepustakaan secara umum dapat di rumuskan “Bagaimana mengoptimalkan perkembangan fisik dan gerak bayi semaksimal mungkin” rumusan masalah pokok tersebut dijabarkan sebagai berikut :

    1. Apakah factor-faktor yang menghambat dalam proses pengoptimalkan perkembangan bayi?
    2. Bagaimana perkembangan fisik bayi?
    3. Bagaimana perkembangan gerak bayi?
  1. TUJUAN MASALAH
    1. Untuk mengetahui factor-faktor yang menghambat dalam proses pengoptimalkan perkembangan bayi..
    2. Untuk mengetahui perkembangan fisik bayi.
    3. Untuk mengetahui perkembangan gerak bayi.

BAB II

PEMBAHASAN

    1. Perkembangan fisik

Masa bayi adalah masa sejak individu dilahirkan sampai berusia 1 atau 2 tahun. Pertumbuhan fisik sesudah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhan pada saat masih didalam kandungan. Saat-saat kelahiran merupakan saat-saat yang kritis bagi bayi untuk mampu bertahan hidup. Bayi yang baru saja lahir harus menghadapi perubahan kondisi lingkungan; dari kondisi lingkungan di dalam perut ibunya serta memasuki kondisi lingkungan di alam yang terbuka.

Proses kelahiran normal diawali oleh kontraksi uterus yang menyebabkan membran fetal pecah dan bayi terdorong keluar kandungan memalui saluran kelahiran. Mulai saat itu bayi melepasakan diri dari hubungan parasitik dengan ibunya. Hubungan parasitit adalah hubungan yang bersifat tergantung pada ibunya. Pelepasan hubungan parasitik memaksa berfungsinya otonomi system vegetasi pada diri bayi agar bisa tetap hidup. Sistem pernafasan yang sudah mulai aktif sejak 2 bulan menjelang kelahiran mulai berfungsi secara normal segera setelah lahir.

Hubungan parasitik janin dengan ibunya terjadi melalui hubungan langsung saluran darah tali pusat dengan placenta untuk menyalurkan zat-zat makanan dan pembuangan sisa-sisa pembakaran. Zat-zat makanan disalurkan dari ibu kepada janin dan sisa-sisa pembakaran disalurkan dari janin kepada ibu. Paru-paru janin juga membutuhkan aliran darah untuk pertumbuhan dan perkembangan. Sesudah lahir, bayi lebih banyak memerlukan oksigen yang harus diangkut keseluruh tubuh. Karena itu harus ada penyesuaian jumlah darah yang melewati kapiler paru-paru

Peristiwa kelahiran merupakan proses perubahan secara mendadak bagi bayi. Bayi yang mula-mula berada dalam keadaan tergantung atau bersifat parasitic, tiba-tiba harus berada secara independent untuk mempertahankan hidup yang baru saja dimasuki. Hal ini merupakan tantangan bagi bayi terutama dari segi psikologis apabila bayi mampu mangadaptasi lingkungan barunya, maka bayi akan bertahan hidup, tetapi apabila tidak mampu mengadaptasikan diri maka ia akan mati. Periode kelahiran (neonatal) merupakan periode penyesuaian dan penyempurnaan fungsi-fungsi fisiologi dan sensori. Periode ini berlangsung dalam jangka waktu sampai lebih kurang 1 bulan. Keadaan fisik bayi pada periode ini ditandai dengan penurunan berat badan. Penurunan berat badan ditandai dengan 3 hari pertama. Sesudah 3 hari terjadi pemulihan kembali. Proses pemulihan berat badan bisa memakan waktu sampai lebih dari 10 hari. Penurunan berat badan pada 3 hari pertama sejak dilahirkan merupakan akibat dari perubahan dimana sebelumnya janin menerima sari-sari makanan dari ibu yang mengandungnya untuk kenudian harus makan atau minum dan mencerna makanan sendiri dalam perutnya.

Fungsi makanan ditandai oleh respon gerak yang ditandai reflek babkin. Reflek babkin adalah gerakan reflek yang berupa gerakan kepala ke posisi garis tengah dan membuka mulut ketika telapak tangan ditekan. Bayi pada periode ini menunjukkan orientasi mulut; ia merespon atau mencari dengan menyesuaiakan letak kepala dan membuka mulut apabila bibirnya disentuh. Kontraksi otot perut bayi lebih aktif dibandingkan dengan orang dewasa. Denyut jantung rata-rata pada periode kelahiran dalam kedaan tidur bisa mencapai 123,5 kali/menit, apabila menangis bisa bertambah rata-rata 94,7 kali/menit, berarti pada saat menangis denyut jantung rata-ratanya bisa mencapai 218,2 kali/menit.

Periode kelahiran merupaka masa kritis pada bayi. Apabila setelah lahir bayi tidak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka ia tidak bisa bertahan hidup, namun apabila segera adaptasi dengan lingkungan barunya, maka akan bisa bertahan hidup.adaptasi fisiologis merupakan faktor utama di dalam masa peralihan , untuk selanjutnya bayi akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Proses pematangan fungsi organ organ tubuh akan terjadi pertumbuhan adalah perubahan fisik dan biologis yang dapat diukur. Kematangan adalah rangkaian mekanisme intrinstik yang memelihara keseimbangan dan arah pola pertumbuhan secara keseluruhan. Pertumbuhan dan pematangan akan mewarnai perkembangan perilaku tersebut bisa disempurnakan melalui proses belajar dalam bentuk perilaku yang berulang-ulang.

Perubahan fisik bayi, baik sebelum dilahirkan dan selanjutnya sesudah dilahirkan akan mengalami perubahan terus-menerus dalam bentuk dan proporsi ukuran bagian-bagian tubuhnya sejalan dengan pertambahan ukuran yang menjadi semakin besar dan semakin panjang atau tinggi.perubahan bentuk dan proporsi ukuran tubuh pada setiap fase perkembangan, seperti dalam gambar 1 berikut ini:

    1. Perkembangan gerak

Selama masa 2 tahun pertama semenjak dilahirkan, bayi mengalami perkembangan dalam kemampuan bergerak. Perkembangan kemampuan gerak terjadi dengan sejalan dengan peartumbuhan fisik dan terjadi proses kematangan. Pertumbuhan fisik yang ditandai dengan semakin besar dan semakin panjang ukurannya akan memberikan pengaruh pada peningkatan kekuatan yang diperlukan untuk mendukung gerakan. Sedangkan proses kematangan berpengaruh terhadap kemungkinan bagi bayi untuk menguasai bentuk-bentuk gerakan tertentu sejalan dengan pertambahan usianya. Proses kematangan merupakan unsur yang memberikan arah pola perkembangan gerak, dan menentukan pemunculan perilaku-perilaku baru tentu pada diri anak. Proses belajar merupakan unsure penunjang dalam menyempurnakan penguasaan perilaku atau gerakan-gerakan baru yang mulai dilakukan oleh anak.

Di dalam perkembangan perilaku atau perkembangan gerak, antara proses kematangan dengan proses belajar hanya bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan, bahwa untuk membedakannya kadang-kadang sulit. Untuk membedakan antara perkembangan perilaku yang dihasilkan dari proses kematangan dan perkembangan yang dihasilkan dari proses belajar, bisa ditandai dengan beberapa sifat dari proses kematangan adalah sebagai berikut:

      1. Pola perilaku baru, muncul secara tiba-tiba.

      2. Pemunculan kemampuan tertentu tidak merupakan hasil dari kegiatan belajar atau berlatih.

      3. Pola perkembangan terwujud dalam tahapan yang berurutan.

      4. Pertumbuhan fisik dan biologis terjadi ke arah status matang dan terjadi secara meningkat.

Perkembangan gerak bayi meliputi dua macam bentuk perkembangan yaitu antara lain:

  1. Perkembangan gerak berpindah.

Pada mulanya bayi hanya mampu melakukan gerakan-gerakan yang sederhana dan dilakukan dengan lemah. Secara bertahap bayi berkembang kemampuan geraknya dalam suatu pola tertentu sampai ia bisa berjalan. Ada 5 tahap perkembangan bayi sampai bisa berjalan seperti dalam table 1 berikut:

Tahap Umur (minggu) Aktivitas
1. control postural tubuh bagian atas Sebelum 20
        • dalam posisi tengkurap
        • mengangkat dagu
        • mengangkat dada
        • duduk di pangkuan
2. control postural seluruh togok dan aktivitas tanpa bantuan 25 sampai 31 – berguling kesamping

– dalam posisi tengkurap bisa menggerakan kaki seolah-olah seperti berenang

– duduk sendiri sebentar

– berdiri dengan bantuan

3. usaha aktif gerak berpindah 37 sampai 39,5 – merayap dengan bertumpu pada perut kedepan atau kebelakang

4. gerakan berpindah dengan cara merangkak

42 sampai 47

– Berdiri berpegangan pada perabot rumah

– merangkak

– berjalan dengan dibimbing

– mengangkat tubuh berusaha berdiri

5. control dan koordinasi postural untuk berjalan 62 sampai 64 – berdiri sendiri

– berjalan sendiri

Nd

Perkembangan gerak bayi di dalam tahap-tahap perkembangan yang digambarkan di dalam table 1 tersebut dapat diperjelas melalui gambar-gambaar berikut:

  1. Bentuk tubuh bayi lahir (0 bulan)
  1. Mengangkat dagu (1 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Memberi respon di depan atas kepala dengan benda yang menarik

  1. Mengangkat dada (2 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Memberi respon di depan atas kepala dengan benda yang menarik, tetapi agak tinggi dan diberi semangat

  1. Duduk dengan bantuan (4 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Harus sering diulang-ulang

  1. Duduk di pangkuan (5 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Harus sering diulang-ulang

  1. Duduk sendiri (7 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Memberi alat yang bisa di duduki (alat yang empuk dan nyaman)

  1. Berdiri dengan bantuan (8 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Bantuan tangan

  1. Berdiri dengan berpegangan perabot rumah tangga (9 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Diberi bantuan tangan

  1. Merangkak (10 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Memberi stimulus yang bergerak

  1. Berjalan dengan dibimbing (11 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Diberi kereta bayi yang bergerak dengan bantuan kaki si bayi

  1. Mengangkat tubuh berusaha berdiri dengan berpegangan (12 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Mengulang-ulang gerakan yang sama

  1. Merangkak menaiki tangga (13 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Mengulang-ulang gerakan yang sama

  1. Berdiri sendiri (14 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Mengulang-ulang gerkan yang sama

  1. Berjalan sendiri (15 bulan)

Cara mempercepat perkembangannya:

– Diberi alat pembantu seperti alat yang mempunyai paras di tengah

Penelitian lainnya mengenai perkembangan gerak berpindah pada bayi yang dilakukan oleh Mc.Graw (1943). Mc.Graw melakukan pengamatan secara intensif terhadap 82 bayi. Ada 3 hal yang menjadi sasaran pengamatan, yaitu:

  1. Perkembangan gerak tengkurap dan merangkak

  2. Perkembangan gerak mengangkat tubuh

  3. Perkembangan gearak berjalan

Gambaran tentang perkembangan setiap macam gerak tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Perkembangan gerak tengkurap dan merangkak

Hasil pengamata perkembangan gerak tengkurap dapat disajikan dalam bentuk gambar sebagai berikut:

    1. Bayi yang baru lahir bila ditengkurapkan: kaki dan tangan sedikit menekuk, kepala terkulai pada tempat tidur.
    1. Sampai umur 100 hari bayi sudah bisa mengangkat kepala, tangan dan kaki bisa bergerak-gerak agak banyak.
    1. Sampai umur 150 hari bayi sudah sering mengangkat kepala dada, menggunakan siku dan telapak tangan untuk menekan guna menunjang gerak menghadap ke arah objek yang dikehendaki.
    1. Sampai umur 200 hari ada peningkatan dalam bentuk gerakan memutar, atau mundur.
    1. Juga terjadi perkeambangan sampai umur 200 hari, yang berbentuk melakukan dorongan pada panggul, jejakan kaki, dan tangan berusaha meraih.
    1. Perkembangan lain sampai umur 200 hari adalah: mengangkat perut dari tempat tidur dengan cara menekuk kaki dan mengangkat kepala dan bahu (gambar 6a). selain itu bisa mengangkat panggulnya dengan cara meluruskan kaki (gambar 6b).
    1. Antara umur 200 sampai 250 hari ada perkembangan dalam bentuk: bisa melakukan gerakan kedepan dengan sedikit menggerakkan lutut (gambar 7a); bergerak kedepan dengan perut menempel tempat tidur (gambar 7b).
    1. Sesudah umur 200 hari, perkembangan sepertti terlihat pada gambar 7 berlajut dengan perkembangan gerakan merangkak seperti gambar 8.
    1. Sesudah umur 200 hari, perkembangan seperti terlihat pada gambar 7 berlanjut dengan perkembangan agerakan merangkak seperti gambar 9.
  1. Perkembangan gerak mengangkat tubuh

Hasil pengamatan perkembangan gerak mengangkat tubuh dapat disajikan dalam bentuk gambar sebagai berikut:

    1. Satu lutut dan paha ke depan di samping badan (28 minggu).

    1. Lutut dan paha ke depan, sisi dalam kaki menyentuh permukaan tempat tidur (28 minggu).

    1. Memutar (29 minggu).

    1. Posisi awal membentuk posisi merangkak (30 minggu).

    1. Posisi merangkak rendah (32 minggu).

    1. Merayap (34 minggu).

    1. Posisi merangkak tinggi (36 minggu).

    1. Mundur (36 minggu).

    1. Bergoyang-goyang (36 minggu).

    1. Merayap merangkak (36 minggu).

    1. Merangkak pada lutut dan tangan (40 minggu)

    1. Merangkak, satu kaki seperti melangkah pendek (42 minggu).

    1. Merangkak melangkah dengan satu kaki (45 minggu).

    1. Merangkak pada telapak tangan dan telapak kaki (49 minggu).

  1. Perkembangan gerak berjalan

Hasil pengamatan perkembangan gerak berjalan bisa disajikan dalam bentuk gambar yaitu sebagai berikut:

    1. Postur bayi dengan gerak refleks menapak (3 minggu)
    1. Kontrol kepala lebih baik
    1. Tubuh bergerak naik turun, gerakan menapak lebih tampak
    1. Bisa melakukan gerak melangkah bila dibimbing

    1. Bisa melangkah sendiri

    1. Cara menapak dalam melangkah lebih baik (dari tumit ke ibu jari)

    1. Gerakan berjalan menjadi baik atau lebih matang (sesudah 15 bulan)

Di dalam perkembangan gerak berjalan bisa ditandai juga mengenai kekuatan telapak kaki yang menapak, kelebaran jarak antara kaki kiri dan kaki kanan, serta panjangnya langkah. Pada permulaan bisa berjalan; anak menapak pada telapak kaki bagian depan, irama langkah cepat. Cepatnya irama langkah diakibatkan oleh keseimbangan yang belum baik, sehingga ia berjalan terhuyung-huyung, cepat dan langkahnya pendek-pendek. Perkembangan selanjutnya; telapak kaki menapak keseluruhannya, antara kaki kiri dan kaki kanan jaraknya lebar atau mengangkang, irama langkahnya agak lambat atau tertatih-tatih. Kematangan gerak berjalan dicapai kemudian dengan ditandai mampu melangkah dengan telapak kaki menapak dengan tumit dan bergeser ke telapak kaki bagian depan, jarak antara kaki kiri dan kaki kanan normal, irama langkah lancar dan terkontrol sesuai dengan kemaunnya.

Gambaran mengenai perkembangan cara menapakkan kaki bisa diperjelas melalui gambar berikut:

2). Perkembangan gerak memegang

Kemampuan gerak tangan pada bayi yang bisa ditandai adalah perkembangan gerak memegang. Pada awal kehidupan bayi, bisa diamati seolah-olah bayi sudah bisa memegang suatu benda yang berukuran kecil yang ditempatkan pad telapak tangannya.

Kemampuan gerak memegang berkembang sejalan dengan peningkatan koordinasi mata dan tangan. Aktivitas yang melibatkan mata dan tangan meningkat sesuai dengan pencapaian kemampuan control otot-otot penggerak mata (oculomotor muscles). Kematangan untuk melakukan gerakan menarik dan memegang suatu objek dicapai melalui peningkatan keterampilan yang dipelajari pada tahun pertama dalam kehidupan bayi memegang dan memanipulasi suatu benda dengan menggunakan tangan merupakan suatu kemampuan penting dalam pencapaian keterampilan.

Penelitian dilakukan oleh H.M. Halverson (1931), tentang perkembangan gerak memegang pada bayi ada 10 fase. Pada awal kehidupan bayi mampu menggenggam suatu objek dengan bentuk seperti memeras. Segera sesudah itu ia bisa menempatkan suatu objek pada sisi ibu jari telapak tangan dan kadang-kadang menggunakan ibu jari dalam gerakan menjepit bersamaan dengan ujung jari. Lengan menjangkau tidak bisa tepat dan cenderung lurus ke depan, dan kemudian menurunkan tangannya kea rah objek. Perkembangan selanjutnya, bayi bisa meraih objek yang kecil dengan menggunakan kedua tangannya; apabila suatu objek terjangkau dengan satu tangan, maka objek itu akan didorong kearah tangan yang lain. Kurang lebih usia 10 bulan, bayi mulai menguasai gerakan menarik dan memegang secara berkesinambungan dan langsung dengan menggunakan satu tangan.

Gambaran mengenai perkembangan gerak memegang yang diidentifikasi oleh H.M. Halverson dapat dirangkum seperti gambar berikut:

  1. Belum bisa menyentuh (16 minggu)
  1. Hanya bisa menyentuh (20 minggu)
  1. Menggenggam secara sederhana (20 minggu)
  1. Memegang dengan genggaman (24 minggu)
  1. Memegang dengan tangan (28 minggu)
  1. Memegang dengan telapak tangan (28 minggu)
  1. Memegang dengan telapak tangan dari arah ataas (32 minggu)
  1. Memegang dengan ujung jari dari bagian bawah (36 minggu)
  1. Memegang dengan ujung jari (52 minggu)
  1. Memegang dengan ujung jari dari bagian atas (52 minggu)

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Tahap pertama (0 sampai 1 bulan) merupakan tahap reflek kondisi internal yang ada dalam diri dan perasaannya menjadi semakin stabil kemudian bisa mengarahkan perhatiannya pad rangsangan dari luar dirinya.

Tahap kedua (1 sampai 4 bulan) merupakan tahap kebiasaan sederhana. Perhatian lebih banyak ditunjukkan pada objek yang sudah bisa di banding dengan objek yang lainnya.

Tahap ketiga (4 sampai 8 bulan) merupakan tahap pengulangan kebiasaan sederhana. Kesadaran bila suatu objek yang di pegang kemudian di lepaskan akan jatuh mulai di bentuk.

Tahap keempat (8 sampai 12 bulan) merupakan tahap antisipasi kejadian yang biasa di alami. Pada akhir tahap ini mulai dikenali beberapa kata sederhana atau mulai bisa bicara sedikit demi sedikit.

DAFTAR PUSTAKA

Sugyanto,1994: Perkembangan dan belajar motorik,UNS,Surakarta

Seosilo Windradini,Psikologi Perkembangan, Usaha Nasional,Surabaya

Posted Januari 6, 2010 by downixs in kumpulan makalah

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: