Archive for the ‘perkembangan’ Tag

Tugas Perkembangan Remaja   3 comments

BAB II

PEMBAHASAN

TUGAS – TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

DAN PELAKSANAANYA

1.ARTI DAN MAKNA TUGAS – TUGAS PERKEMBANGAN

Pendapat beberapa ahli tentang pengertian perkembangan;

  1. Ahli biologi oleh Drs. H.M.Arifin, M.Ed yaitu suatu perubahan dalam tubuh dan integritasberbagai bagian kedalam kesatuan fungsional (dapat diamati) yang saling berkesinambungan, contoh melihat kelakuan para remaja.
  2. Menurut Doring, langfeld, dan Weld perkembangan dicakup dalam satu kata yaitu”kematangan” yaitu suatu perubahan pisik dan psikis telah mengalami tumbuh dan berkembang pada tingkat tertentu sebagai akibat dari pengaruh mengenai kehidupan organisme, contoh seorang remaja yang dapat berkencan tanpa diajarkan terlebih dahulu.

Aspek pisik yaitu jasmani, kelenjar-kelenjar seks dan otak.

Aspek psikis yaitu perilaku seksual, sikap(perasaan/emosi), minat(cita-cita), pribadi, sosial dan moral.

Beberapa pengertian tugas- tugas perkembangan;

1.Menurut R.J. Havighurst tugas – tugas perkembangan diartikan sebagai tugas yang timbul pada suatu periode atau masa tertentu dalam kehidupan seorang.

2.Tugas-tugas perkembangan adalah petunjuk – petunjuk yang memungkinkan seseorang mengerti dan memahami apa yang diharapkan atau dituntut oleh masyarakat dan lingkungan lain terhadap seseorang dalam usia tertentu.

3. Tugas-tugas perkembangan merupakan petunjuk bagi seseorang tentang apa dan bagaimana yang diharapkan di masa yang akan datang, jika dia kelak telah mencapainya.

2.TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN MANUSIA PADA UMUMNYA

Tugas-tugas perkembangan manusia pada umumnya berbeda dalam tiap masa kehidupan yang dirangkum sebagai berikut :

2.1.Pada masa Bayi dan Kanak-Kanak awal :

  1. Belajar jalan, makan dan mengendalikan buang air kecil dan besar.
  2. Memperoleh keseimbangan psikologi.

  3. Belajar konsep sederhana tentang realita sosial dan realita pisik.

  4. Belajar menjalin hubungan secara emosional antara orang tua, saudara dan orang lain.

  5. Belajar membedakan antara yang benar dan yang salah serta mengembangkan hati nurani.

  6. Belajar membedakan jenis kelamin dan menghargainya.

2.2.Pada masa Kanak-Kanak Akhir :

  1. Belajar tentang ketrampilan pisik dalam permainan yang ringan dan mudah.
  2. Membentuk sikap sehat demi kepentingan pertumbuhan.
  3. bergaul dengan teman seusia.

  4. Belajar menyesuaikan diri.

  5. Mengembangkan kata hati, moral dan ukuran nilai.

  6. Mengembangkan ketrampilan dasar.

2.3.Pada Masa Remaja :

  1. Memperoleh kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa lainya.
  2. Memilih dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan.
  3. Menjalin hubungan baru dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lain jenis.

  4. Mengembangkan ketrampilan dan konsep intelektual yang diperlukan sebagai warganegara yang terpuji.

  5. Mempersiapkan diri untuk pernikahan.

  6. Menyusun nilai kata hati yang sesuai dengan gambaran dunia yang diperoleh dari ilmu pengetahuan yang memadai.

2.4.Pada Masa Dewasa Awal :

  1. Mulai bekerja dalam suatu jabatan.

  2. Memilih teman bergaul sebagai calon suami atau istri.

  3. Mulai bertanggung jawab sebagai warganegara secara layak.

  4. Belajar hidup bersama dengan suami dan istri.

  5. Belajar mengasuh anak-anak.

  6. Mulai hidup berkeluarga dan mengelola berumah tangga.

2.5.Pada Masa Setengah Baya :

  1. Menetapkan dan memelihara suatu standar kehidupan ekonomi bagi kehidupannya.

  2. Membantu anak-anak remajanya untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.

  3. Mengembangkan kegiatan pengisi waktu luang yang sesuai dengan umur.

2.6.Pada Masa Tua :

  1. Menyesuaikan diri dalam masa pensiun dan pendapatan berkurang.

  2. Memperbanyak beribadah kepada Tuhan YME.

  3. Menyiapkan dan menyesuaikan diri dalam keadaan meninggalnya suami atau istrinya.

3.TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA PADAM UMUMNYA

Menurut Karl C.Garrison ada 6 kelompok pembagian tugas perkembangan yang berbeda yaitu :

  1. Menerima Keadaan Jasmani

Para remaja diharapkan dapat menerima keadaan diri sebagaimana adanya keadaan diri mereka sendiri; bukan khayalan dan impian.Diharapkan mereka memanfaatkan dan memelihara secara efektif.

  1. Memperoleh Hubungan Baru dan Lebih Matang dengan Teman Sebaya Antara Dua Jenis Kelamin

Akibat adanya kematangan organ reproduksi memang diharapkan remaja dapat mencari dapat memperoleh teman baru dan menjadi matang berhubungan dengan teman sebaya lawan jenis dalam kelompok mereka.buruknya dari pergaulan tersebut mereka yang tidak diterima oleh kelompok lain membuat kelompok sendiri yang dikenal sebagai “gnag”.

  1. Memperoleh Kebebasan Emosional dari Orang Tua

Tindakan masa kecil diharapkan dihilangkan sebab pentingnya kebebasan emosi ini dapat memupuk mentalitas dalam menyelesaikan setiap masalah dan dapat bertanggung jawab sendiri terhadap setiap langkah pilihannya yang ditempuh.

  1. Mendapatkan Perangkat Nilai Hidup dan Filsafah Hidup

Remaja sangat tertarik pada persoalan yang menyangkut kehidupan dan falsafah hidup, serta soal kaegamaan.Mereka tertarik pada tujuan hidup, memusatkan perhatian pada standar perilaku pada diri, keluarga dan orang lain.Sehingga dapat menuntun dan mewarnai berbagai aspek kehidupannya dalam masa dewasa dan selanjutnya(berguna sebagai kendali atau kemudi dalam kehidupan).

  1. Memiliki Citra-diri yang realistis

Remaja diharapkan memiliki gambaran diri secara realistis, tidak lagi atas dasar hayal (fantasi) tentang gambaran yang muluk-muluk seperti apa yang seringkali mereka pikirkan dan alami dalam masa pubertas atau masa kanak-kanak.

Baca entri selengkapnya »

Posted Januari 6, 2010 by downixs in kumpulan makalah

Tagged with ,

Perkembangan Peserta Didik   Leave a comment

Pengaruh Pernikahan Dini Bagi Remaja

BAB I

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari pernikahan di usia dini sudah tidak dipermasalahkan lagi. Pada era globalisasi saat ini remaja sudah banyak yang melakukan pernikahan di usia dini. Semestinya para remaja-remaja itu harus berfikir dua kali sebelum mengambil keputusan untuk menikah di usia dini. Pada umumnya remaja yang menikah di usia dini, pasti tidak dapat menikmati bangku pendidikan dan masa-masa remja yang seharusnya dinikmati oleh mereka. Kebanyakan remaja yang melakukan pernikahan dini adalah remaja-remaja yang masih duduk di bangku sekolah tetapi sudah mencoba hubungan seks di luar nikah dan akhirnya hamil. Sehingga mereka memutuskan untuk berhenti sekolah dan melanjutkan ke pernikahan. Maka saya membuat laporan yang berhubungan dengan pengaruh pernikahan dini bagi remaja.

B. Rumusan Masalah
Hal yang akan saya bahas dalam laporan ini seperti pada judul yang tertera yaitu tentang pengaruh pernikahan dini bagi remaja. Apakah pengaruh pernikahan dini bagi remaja itu?

C. Tujuan Penelitian
~Tujuan Khusus:
1. Agar para orang tua dapat mengetahui pengaruh pernikahan dini bagi anak-anaknya.
2. Supaya saya dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang melibatkan paernikahan dini.
3. Dapat melihat atau membedakan mana pergaulan yang baik bagi remaja.

~Tujuan Umum:
1. Agar para pembaca dapat melihat bagaimana nasib para remaja yang melakukan pernikahan dini.
2. supaya saya dapat membagi wawasan bagaimana pentingnya pendidikan bagiremaja sebelum menjalani kehidupan baru di masa depan.
3. mengingatkan bagi semua pra remaja supaya dapat memilih pergaulan yang benar dan tidak menjerumuskannya dlam penyesalan.

D. Manfaat Penelitian
Laporan ini saya buat supaya bermanfaat bagi saya dan para pembaca serta dapat menghindari perbuatan atau perilaku yang tidak diinginkan sepeti pernikahan dini.

Baca entri selengkapnya »

Posted Januari 6, 2010 by downixs in kumpulan makalah

Tagged with ,

Perkembangan Fisik   1 comment

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadiran Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidyahNya kepada kita semua sehingga seiring dengan hidayah kesehatan itu Penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Walaupun Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari apa yang menjadi harapan dari pembimbing. Namun sebagai awal pembelajaran dan agar menambah spirit Penulis, bukan sebuah kesalahan jika kami mengucapkan kata syukur.

Terimakasih yang sebesar-besarnya Penulis ucapkan kepada bapak Mahmud Yunus, selaku Dosen Pembimbing matakuliah Perkembangan Motorik yang telah memberikan arahan terkait makalah ini. Tanpa bimbingan beliau Penulis tidak akan dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan format yang berlaku. Dalam penulisan makalah ini mungkin terjadi kesalahan-kesalahan. Namun bukanlah kesalahan yang tersengaja melainkan karena khilafan dan kelupaan. Dari kesemua kelemahan-kelemahan dalam makalah ini kirannya dapat dimaklumi.

Terimakasih Kami ucapkan pula kepada teman-teman yang telah memberikan banyak saran dan pengetahuannya sehingga menambah hal baru bagi kami. Terutama sumbangannya dalam hal materil yaitu buku referensi.

Demikian, harapan Penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan menambah referensi yang baru sekaligus ilmu pengetahuan yang baru pula, amien

Malang, Januari 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………

  1. Latar belakang…………………………………………………….
  2. Rumusan masalah…………………………………………………
  3. Tujuan masalah……………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………

  1. Perkembangan fisik bayi………………………………………….
  2. Perkembangan gerak bayi………..……………………………….
    1. Perkembangan gerak berpindah (locomotion)………………..
    2. Perkembangan gerak memegang..…………………………….

BAB III PENUTUP………………………………………………………………….

KESIMPULAN……………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Perkembangan fisik dan perkembangan gerak merupakan dua aspek yang hanya bisa dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Perkembangan dan pertumbuhan fisik sangat menentukan terhadap kemampuan fisik untuk melakukan gerakan-gerakan. Makin baik kualitas fisiknya, maka makin baik pula perkembangan untuk menguasai berbagai macam gerakan

Perkembangan fisik dan gerak bayi merupakan kelanjutan dari perkembangan yang telah terjadi pada waktu masi janin yang berada di dalam kandungan ibunya. Pertumbuhan dan pematangan akan mewarnai perkembangan perilaku bayi jika perkembangan perilaku tersebut bisa disempurnakan melalui proses belajar dalam bentuk dan rangsangan yang berulang-ulang.

Perkembangan fisik bayi baik sebelum di lahirkan maupun sesudah akan mengalami perubahan terus menerus dalam bentuk dan proporsi ukuran bagian tubunya sejalan dengan pertambahan ukuran yang menjadi semakin besar dan panjang atau tinggi. Dalm setiap fase perkembangan bayi dapat di maksimalkan dengan cara-cara dan rangsangan tertetu tergantung dari kesiapan fisik dan umur agar bisa semaksimal mungkin.

  1. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah dan mengacu studi kepustakaan secara umum dapat di rumuskan “Bagaimana mengoptimalkan perkembangan fisik dan gerak bayi semaksimal mungkin” rumusan masalah pokok tersebut dijabarkan sebagai berikut :

    1. Apakah factor-faktor yang menghambat dalam proses pengoptimalkan perkembangan bayi?
    2. Bagaimana perkembangan fisik bayi?
    3. Bagaimana perkembangan gerak bayi?
  1. TUJUAN MASALAH
    1. Untuk mengetahui factor-faktor yang menghambat dalam proses pengoptimalkan perkembangan bayi..
    2. Untuk mengetahui perkembangan fisik bayi.
    3. Untuk mengetahui perkembangan gerak bayi.

Baca entri selengkapnya »

Posted Januari 6, 2010 by downixs in kumpulan makalah

Tagged with ,

Perkembangan motorik   Leave a comment

BAB I

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG

Masa ini adalah masa di mana anak berumur 2 tahun – 6 tahun. Masa ini dimulai dengan waktu di mana anak boleh dikatakan mulai dapat berdiri sendiri, artinya tidak lagi dalam segala hal membutuhkan bantuan dan diakhiri dengan waktu di mana dia harus masuk sekolah dengan sungguh – sungguh.Karena kemampuan untuk dapat menilai diri sendiri tidak terlepas dari kemampuan untuk dapat menilai tingkah laku orang lain. Pada usia ini anak kecil akan meniru apa saja yang di lihatnya secara langsung tanpa mengetahui apa dampak baik dan buruknya

Sehingga bagi para ahli – ahli Psikologi, Masa kanak – kanak merupakan masa di mana anak belajar dasar – dasar dari tingkah laku yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan bersama serta harus menyesuaikan diri bila mana dia masuk Sekolah Dasar. Sehingga sekolah di harapkan mendidik anak agar senang menyelidiki, ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya.

Dalam hal pertumbuhan antara anak perempuan dan laki – laki dapat diidentifikasi yaitu :

Anak laki – laki pada umumnya cenderung lebih tinggi dan lebih besar di banding anak perempuan. Proporsi rata – rata pertumbuhan tubuh anak laki – laki dan perempuan seimbang dan sama. Perbandingan lebar bahu dan lebar panggul belum ada perbedaan antara laki – laki dan perempuan.

Jadi di dalam anak kecil melakukan aktivitas bermain, peran orang dewasa sangat di perlukan terutama untuk mengawasi keselamatannya. Sebab kemampuan anak kecil untuk mengkontrol tubuhnya masih belum baik untuk menjaga agar pertumbuhan dan perkembangan tidak terhambat.

2.RUMUSAN MASALAH

1.Apa tugas perkembangan fisik anak kecil ?

2.Apa perkembangan gerak yang pantas di lakukan oleh anak kecil ?

3.TUJUAN

1.Untuk mengetahui tugas perkembangan fisik anak kecil yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan

2.Untuk memahami gerak apa saja yang bisa dilakukan ole anak kecil usia antara 2 – 6 tahun

BAB II

PEMBAHASAN

A.PERKEMBANGAN FISIK ANAK KECIL

1.pertumbuhan fisik

Yang disebut anak kecil adalah anak yang berusia antara 2 – 6 tahun, yang jelas bahwa individu disebut anak kecil sesudah ia mampu berjalan sendiri. Sedangkan pada umur berapa anak mulai bisa berjalan sendiri berada pada umur yang berbeda – beda. Bahwa mulai umur 2 tahun ada kecenderungan sifat pertumbuhan yang cukup jelas membedakan dengan sifat pertumbuhan pada masa sebelumnya.

Pada masa anak kecil pertumbuhan tinggi dan berat badan relatif menurun kecepatannya di banding masa sebelumnya. Pertumbuhan tulang, otot dan jaringan lemak tubuh di dalam membentuk peningkatan pertumbuhan fisik ada kecenderungan berbeda di banding masa bayi atau masa dewasa. Beberapa kecenderungan yang bisa diidentifikasi adalah :

  1. Peningkatan berat badan sampai awal tahun ke-5 lebih banyak dihasilkan dari pertumbuhan tulang dibanding yang di haslkan dari pertumbuhan jaringan otot dan lemak, Hal ini terjadi karena cepatnya proses pertumbuhan tulang pada masa ini.

  1. Sampai pada awal tahun ke-5 peningkatan jaringan otot hanya kecil tetapi sesudahnya terjadi peningkatan yang lebih cepat. Peningkatan jaringan otot yang lebih cepat mulai tahun ke-5 menghasilkan peningkatan potensi yang lebih besar untuk melakukan berbagai macam untuk melakukan aktivitas fisik. Peningkatan berat badan pada umur antara 5 dan 6 tahun lebih banyak dihasilkan dari peningkatan jaringan otot.

2.Pengukuran pertumbuhan fisik

Pertumbuhan fisik dapat diketahui melalui pengukuran tinggi, berat badan, besar penampang, kelebaran, dan panjang bagian tubuh yang dilakukan secara berkala sejak bayi lahir. Dengan mengetahui peningkatan ukuran dari waktu ke waktu maka dapat di ketahui pertumbuhannya. Sedangkan untuk mengetahui pertumbuhan seorang anak normal atau tidak, bisa diketahui melalui cara membandingkan ukuran tubuh anak yang bersangkutan dengan ukuran tubuh anak seusia pada umumnya.Apabila anak yang bersangkutan memiliki ukuran tubuh melebihi ukuran rata-rata anak yang seusia pada umumnya, maka pertumbuhannya bisa dikatakan maju. Sebaliknya bila ukurannya lebih kecil berarti pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan dikatakan normal apabila ukuran tubuhnya sama dengan ukuran rata-rata anak-anak lain seusiannya.

2.A Pengukuran tinggi badan

Salah satu pengukuran pertumbuhan yang sangat berguna dan umum dilakukan adalah pengukuran tinggi badan. Sampai umur 3 tahun pengukuran tinggi badan dilakukan dalam posisi tidur, sesudahnya dilakukan secara berdiri tegak dengan menggunakan alat pengukur tinggi badan yang disebut stadiometer.

2.B Pengukuran berat badan

Pengukuran berat badan biasa dilakukan bersamaan dengan pengukuran tinggi badan. Pengukuran menggunakan timbangan berat badan. Individu yang diukur harus hanya menggunakan pakaian seminim mungkin agar hasil penimbangannya akurat.

2.C Pengukuran besar penampang bagian tubuh

Ada beberapa bagian tubuh yang biasa diukur yaitu pada lingkaran kepala, lengan, dada, pinggang, paha, dan betis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan meteran, bagian tubuh dilakukan dengan mengukur lingkarannya. Hal ini penting kaitannya dengan pemantauan perkembangan mental.

2.D Pengukuran lebar dan panjang bagian tubuh

Pengukuran lebar dan panjang bagian tubuh berguna untuk memantau pertumbuhanterutama dalam hal bentuk tubuh. Yang paling umum dilakukan adalah pengukuran terhadap lebar bahu dan lebar panggul menggunakan caliper

Baca entri selengkapnya »

Posted Januari 6, 2010 by downixs in kumpulan makalah

Tagged with ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.