<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Downixs&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://downixs.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://downixs.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 10:15:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='downixs.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Downixs&#039;s Blog</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://downixs.wordpress.com/osd.xml" title="Downixs&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://downixs.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ahlussunnah Wal Jama’ah ( Aswaja )</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/ahlussunnah-wal-jama%e2%80%99ah-aswaja/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/ahlussunnah-wal-jama%e2%80%99ah-aswaja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlussunnah Wal Jama’ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Aswaja I Pengantar Telaah terhadap Ahlussunnah Wal Jama’ah ( Aswaja ) sebagai bagaian dari kajian keislaman –merupakan upaya yang mendudukkan aswaja secara proporsional, bukannya semata-mata untuk mempertahankan sebuah aliran atau golongan tertentu yang mungkin secara subyektif kita anggap baik karena rumusan dan konsep pemikiran teologis yang diformulasikan oleh suatu aliran, sangat dipengaruhi oleh suatu problem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=294&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Aswaja</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>I Pengantar</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Telaah terhadap Ahlussunnah Wal Jama’ah ( Aswaja ) sebagai bagaian dari kajian keislaman –merupakan upaya yang mendudukkan aswaja secara proporsional, bukannya semata-mata untuk mempertahankan sebuah aliran atau golongan tertentu yang mungkin secara subyektif kita anggap baik karena rumusan dan konsep pemikiran teologis yang diformulasikan oleh suatu aliran, sangat dipengaruhi oleh suatu problem teologis pada masanya dan mempunyai sifat dan aktualisasinya tertentu.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pemaksaan suatu aliran tertentu yang pernah berkembang di era tertentu untuk kita yakini, sama halnya dengan aliran teologi sebagai dogma dan sekaligus mensucikan pemikiran keagamaan tertentu. Padahal aliran teologi merupakan fenomena sejarah yang senantiasa membutuhkan interpretasi sesuai dengan konteks zaman yang melingkupinya. Jika hal ini mampu kita antisipasi berarti kita telah memelihara kemerdekaan (hurriyah); yakni kebebasan berfikir (hurriyah al-ra’yi), kebebasan berusaha dan berinisiatif (hurriyah al-irodah) serta kebebasan berkiprah dan beraktivitas (hurriyah al-harokah) (Said Aqil Siradj : 1998).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berangkat dari pemikiran diatas maka persoalan yang muncul kemudian adalah bagaimana meletakkan aswaja sebagai metologi berfikir (manhaj al-fikr)?.Jika mengharuskan untuk mengadakan sebuah pembaharuan makna atau inpretasi, maka pembaharuan yang bagaimana bisa relevan dengan kepentingan Islam dan Umatnya khususnya dalam intern PMII. Apakah aswaja yang telah dikembangkan selama ini didalam tubuh PMII sudah masuk dalam kategori proporsional? Inilah yang mungkin akan menjadi tulisan dalam tulisan ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>II Aswaja Dan Perkembangannya</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Melacak akar-akar sejarah munculnya istilah ahlul sunnah waljamaah, secara etimologis bahwa aswaja sudah terkenal sejak Rosulullah SAW. Sebagai konfigurasi sejarah, maka secara umum aswaja mengalami perkembangan dengan tiga tahab secara evolutif. Pertama, tahab embrional pemikiran sunni dalam bidang teologi bersifat eklektik, yakni memilih salah satu pendapat yang dianggap paling benar. Pada tahab ini masih merupakan tahab konsolidasi, tokoh yang menjadi penggerak adalah Hasan al-Basri (w.110 H/728 M). Kedua, proses konsolidasi awal mencapai puncaknya setelah Imam al-Syafi’I (w.205 H/820 M) berhasil menetapkan hadist sebagai sumber hukum kedua setelah Al- qur’an dalam konstruksi pemikiran hukum Islam. Pada tahab ini, kajian dan diskusi tentang teologi sunni berlangsung secara intensif. Ketiga, merupakan kristalisasi teologi sunni disatu pihak menolak rasionalisme dogma, di lain pihak menerima metode rasional dalam memahami agama. Proses kristalisasi ini dilakukan oleh tiga tokoh dan sekaligus ditempat yang berbeda pada waktu yang bersamaan, yakni; Abu Hasan al-Asy’ari (w.324 H/935 M)di Mesopotamia, Abu Mansur al-Maturidi (w.331 H/944 M) di Samarkand, Ahmad Bin Ja’far al-Thahawi (w.331 H/944 M) di Mesir. ( Nourouzzaman Shidiqi : 1996). Pada zaman kristalisasi inilah Abu Hasan al-Asy’ari meresmikan sebagai aliran pemikiran yang dikembangkan. Dan munculnya aswaja ini sebagai reaksi teologis-politis terhadap Mu’tazilah, Khowarij dan Syi’ah yang dipandang oleh As’ari sudah keluar dari paham yang semestinya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Lain dengan para Ulama’ NU di Indonesia menganggap aswaja sebagai upaya pembakuan atau menginstitusikan prinsip-prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran) dan tawazzun (seimbang) serta ta’addul (Keadilan). Perkembangan selanjutnya oleh Said Aqil Shiroj dalam mereformulasikan aswaja sebagai metode berfikir (manhaj al-fikr) keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan yang berdasarkan atas dasar modernisasi, menjaga keseimbangan dan toleransi, tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka memberikan warna baru terhadap cetak biru (blue print) yang sudah mulai tidak menarik lagi dihadapan dunia modern. Dari sinilah PMII menggunakan aswaja sebagai manhaj al fikr dalam landasan gerak.<span id="more-294"></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>III Aswaja Sebagai Manhaj al-fikr</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam wacana metode pemikiran, para teolog klasik dapat dikategorikan menjadi empat kelompok. Pertama, kelompok rasioalis yang diwakili oleh aliran Mu’tazilah yang pelapori oleh Washil bin Atho’, kedua, kelompok tekstualis dihidupkan dan dipertahankan oleh aliran salaf yang munculkan oleh Ibnu Taimiyah serta generasi berikutnya. Ketiga, kelompok yang pemikirannya terfokuskan pada politik dan sejarah kaum muslimin yang diwakili oleh syi’ah dan Khawarij, dan keempat, pemikiran sintetis yang dikembangkan oleh Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Didalam PMII Aswaja dijadikan Manhajul Fikri artinya Aswaja bukan dijadikan tujuan dalam beragama melainkan dijadikan metode dalam berfikir untuk mencapai kebenaran agama. Walaupun banyak tokoh yang telah mencoba mendekontruksi isi atau konsep yang ada dalam aswaja tapi sampai sekarang Aswaja dalam sebuah metode berfikir ada banyak relevasinya dalam kehidupan beragama, sehingga PMII lebih terbuka dalam mebuka ruang dialektika dengan siapapun dan kelompok apapun.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Rumusan aswaja sebagai manhajul fikri pertama kali diintrodusir oleh Kang Said (panggilan akrab Said Aqil Siradj) dalam sebuah forum di Jakarta pada tahun 1991. Upaya dekonstruktif ini selayaknya dihargai sebagai produk intelektual walaupun juga tidak bijaksana jika diterima begitu saja tanpa ada discourse panjang dan mendalam dari pada dipandang sebagai upaya ‘merusak’ norma atau tatanan teologis yang telah ada. Dalam perkembangannya, akhirnya rumusan baru Kang Said diratifikasi menjadi konsep dasar aswaja di PMII. Prinsip dasar dari aswaja sebagai manhajul fikri meliputi ; tawasuth (mederat), tasamuh (toleran) dan tawazzun (seimbang). Aktualisasi dari prinsip yang pertama adalah bahwa selain wahyu, kita juga memposisikan akal pada posisi yang terhormat (namun tidak terjebak pada mengagung-agungkan akal) karena martabat kemanusiaan manusia terletak pada apakah dan bagaimana dia menggunakan akal yang dimilikinya. Artinya ada sebuah keterkaitan dan keseimbangan yang mendalam antara wahyu dan akal sehingga kita tidak terjebak pada paham skripturalisme (tekstual) dan rasionalisme. Selanjutnya, dalam konteks hubungan sosial, seorang kader PMII harus bisa menghargai dan mentoleransi perbedaan yang ada bahkan sampai pada keyakinan sekalipun. Tidak dibenarkan kita memaksakan keyakinan apalagi hanya sekedar pendapat kita pada orang lain, yang diperbolehkan hanyalah sebatas menyampaikan dan mendialiektikakakan keyakinan atau pendapat tersebut, dan ending-nya diserahkan pada otoritas individu dan hidayah dari Tuhan. Ini adalah menifestasi dari prinsip tasamuh dari aswaja sebagai manhajul fikri. Dan yang terakhir adalah tawazzun (seimbang). Penjabaran dari prinsip tawazzun meliputi berbagai aspek kehidupan, baik itu perilaku individu yang bersifat sosial maupun dalam konteks politik sekalipun. Ini penting karena seringkali tindakan atau sikap yang diambil dalam berinteraksi di dunia ini disusupi oleh kepentingan sesaat dan keberpihakan yang tidak seharusnya. walaupun dalam kenyataannya sangatlah sulit atau bahkan mungkin tidak ada orang yang tidak memiliki keberpihakan sama sekali, minimal keberpihakan terhadap netralitas. Artinya, dengan bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa memandang dan menposisikan segala sesuatu pada proporsinya masing-masing adalah sikap yang paling bijak, dan bukan tidak mengambil sikap karena itu adalah manifestasi dari sikap pengecut dan oportunis.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>IV Penutup</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ini bukanlah sesuatu yang saklek yang tidak bisa direvisi atau bahkan diganti sama sekali dengan yang baru, sebab ini adalah ‘hanya’ sebuah produk intelektual yang sangat dipengaruhi ruang dan waktu dan untuk menghindari pensucian pemikiran yang pada akhirnya akan berdampak pada kejumudan dan stagnasi dalam berpikir. Sangat terbuka dan kemungkinan untuk mendialektikakan kembali dan kemudian merumuskan kembali menjadi rumusan yang kontekstual. Karena itu, yakinlah apa yang anda percayai saat ini adalah benar dan yang lain itu salah, tapi jangan tutup kemungkinan bahwa semuanya itu bisa berbalik seratus delapan puluh derajat.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=294&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/ahlussunnah-wal-jama%e2%80%99ah-aswaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosiologi Olahraga</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/sosiologi-olahraga/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/sosiologi-olahraga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.Latar belakang Kajian olahraga terhadap ilmu olahraga diawali dengan keterlibatan sosiologi sebagai salah satu ilmu yang digunakan untuk mengkaji fenomena keolahragaan. Konsep sosiologi dipaparkan sebagai dasar untuk memahami konsep-konsep sosiologi olahraga, khususnya berkaitan dengan proses sosial yang menyebabkan terjadinya dinamika dan perubahan nilai keolahragaan dari waktu ke waktu. Fenomena olahraga mengalami perkembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=292&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-size:medium;"><strong>BAB I</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>1.Latar belakang</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Kajian olahraga terhadap ilmu olahraga diawali dengan keterlibatan sosiologi sebagai salah satu ilmu yang digunakan untuk mengkaji fenomena keolahragaan. Konsep sosiologi dipaparkan sebagai dasar untuk memahami konsep-konsep sosiologi olahraga, khususnya berkaitan dengan proses sosial yang menyebabkan terjadinya dinamika dan perubahan nilai keolahragaan dari waktu ke waktu. Fenomena olahraga mengalami perkembangan begitu pesat sampai kedalam seluruh aspek olahraga. Olahraga tidak hanya dilakukan untuk tujuan kebugaran badan dan kesehatan, tetapi juga menjangkau aspek politik, ekonomi, sosial,dan budaya. Oleh karenanya pemecahan masalah dalam olahraga dilakukan dengan pendekatan inter-disiplin, dan salah satu disiplin ilmu yang dimanfaatkan adalah sosiologi.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Dari sisi pelaku dan proses sosial yang terbentuk, semakin memantapkan keyakinan bahwa olahraga merupakan kegiatan yang kecil dan dilakukan dalam perikehidupan masyarakat, artinya fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat telah tercermin dalam aktivitas olahraga dengan terdapatnya nilai, norma, pranata, kelompok, lembaga, peranan, status, dan komunitas.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Sosiologi berupaya mempelajari masyarakat dipandang dari aspek hubungan antar individu atau kelompok secara dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan sebagai wujud terbentuknya dan terwarisinya tata nilai dan budaya bagi kesejahteraan pelakunya untuk peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan secara utuh menyeluruh</strong></span><span style="font-size:medium;">. </span><span style="font-size:medium;"><strong>Manusia memiliki hasrat bermain dan bergerak sebagai wujud nyata aktualisasi dirinya untuk mengembangkan dan membina potensi yang dimilikinya  yang berguna bagi keperluan hidup sehari-hari. Olahraga yang kita lihat pada era sekarang pada hakekatnya merupakan aktivitas gerak fisik yang sudah mengalami pelembagaan formal. Disana terdapat nilai dan norma baku yang bersifat mengikat para pelaku, penyelenggara, dan penikmatnya agar olahraga bisa berlangsung dengan adil, tertib, dan aman.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>2.Rumusan masalah</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>1.Apa pengertian dari ilmu sosiologi olahraga ?</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>2.Bagaimana kontribusi olahraga dilihat dari ilmu sosiologi olahraga ?</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>3.Tujuan</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>1.Mengetahui arti sebenarnya ilmu sosiologi olahraga.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>2.Mengetahui kontribusi olahraga dilihat dari sisi ilmu sosiologi olahraga</strong></span><span style="font-size:medium;"><strong>.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>BAB II</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>PEMBAHASAN</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>A.PENGERTIAN SOSIOLOGI </strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Secara umum, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dan proses-proses social yang terjadi di dalamnya antar hubungan manusia dengan manusia, secara individu maupun kelompok, baik dalam suasana formal maupun material, baik statis maupun dinamis.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi diartikan sebagai ilmu masyarakat yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial,termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah sosial (norma), lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial. Proses social adalah pengaruh timbale balik antara  berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbale balik antara kemampuan ekonomi yang tinggi dengan stabilitas politik dan hukum, stabilitas politik dengan budaya, dan sebagainya.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Telaah yang lebih dalam tentang sifat hakiki sosiologi akan menampakkan beberapa karakteristiknya yaitu :</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>1.Sosiologi adalah ilmu sosial berbeda jika dibandingkan dengan ilmu alam / kerohanian.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>2.Sosiologi merupakan disiplin ilmu kategori bukan normatif, artinya bersifat non etis yakni kajian dibatasi pada apa yang terjadi, sehingga tidak ada penilaian dalam proses pemerolehan dan penyusunan teori.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>3.Sosiologi merupakan disiplin ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan terapan, artinya kajian sosiologi ditujukan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>4.Sosiologi meupakan ilmu pengetahuan empiris dan rasional artinya didasarkan pada observasi obyektif terhadap kenyataan dengan menggunakan penalaran.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>5.Sosiologi bersifat teoritis yaitu berusaha menyusun secara abstrak dari hasil observasi. Abstrak merupakan kerangka unsur yang tersusun secara logis, bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat berbagai fenomena.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>6.Sosiologi bersifat komulatif, artinya teori yang tersusun didasarkan pada teori yang mendahuluinya.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Obyek suatu disiplin ilmu dibedakan menjadi obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah sesuatu yang menjadi bidang/kawasan kajian ilmu, sedang obyek formal adalah sudut pandang / paradigma yang digunakan dalam mengkaji obyek material. </strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Sebagai ilmu sosial,obyek material sosiologi adalah masyarakat, sedang obyek formalnya adalah hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat. Konsepsi masyarakat (society) dibatasi oleh unsur – unsur :</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Manusia 	yang hidup bersama.</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Hidup 	bersama dalam waktu yang relatif lama.</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Mereka 	sadar sebagai satu kesatuan.</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Mereka 	merupakan suatu sistem hidup bersama yang mampu melahirkan 	kebudayaan.</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Secara khusus, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dipandang dari aspek hubungan antara individu atau kelompok. Hubungan yang terjadi karena adanya proses sosial dilakukan oleh pelaku dengan berbagai karakter, dilakukan melalui lembaga sosial dengan berbagai fungsi  dan struktur sosial. Keadaan seperti ini ternyata juga terdapat dalam dunia olahraga sehingga sosiologi dilibatkan untuk mengkaji masalah olahraga.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>B.PENGERTIAN SOSIOLOGI OLAHRAGA</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan, yaitu kajian sosiologis pada masalah keolahragaan. Proses sosial dalam olahraga menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan kerjasama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata yang sudah melembaga. Kelompok sosial dalam olahraga mempelajari adanya tipe-tipe perilaku anggotannya dalam mencapai tujuan bersama, kelompok sosial biasanya terwadahi dalam lembaga sosial, yaitu organisasi sosial dan pranata. Beragam pranata yang ada ternyata terkait dengan fenomena olahraga.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>C.BIDANG KAJIAN SOSIOLOGI OLAHRAGA</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Bidang kajian sosiologi olahraga sangat luas, mengingat hal itu para ahli berupaya mencari batasan bidang kajian yang relevan misalnya:</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>a.Heizemann menyatakan bagian dari teori sosiologi yang dimasukkan dalam ilmu olahraga meliputi:</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Sistem 	sosial yang bersangkutan dengan garis sosial dalam kehidupan 	bersama, seperti kelompok olahraga, tim, dan klub olahraga lainnya.</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Masalah 	figure sosial, seperti figure olahragawan, Pembina, yang berkaitan 	dengan usia, pendidikan, dan pengalaman.</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>b.Plessner dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>c.G Magname menguraikan tentang kedudukan olahraga  dalam kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dengan kebudayaan.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>d.John C.Phillips mengkaji tema yang berhubungan dengan olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan, dan rasional dalam olahraga.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>e.Abdul Kadir Ateng menawarkan pokok kajian sosiologi olahraga yang meliputi pranata sosial, seperti sekolah, dan proses sosial seperti perkembangan status sosial atau prestise dalam kelompok dan masyarakat.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Berikut ini contoh-contoh sosiologi olahraga yang dinyatakan oleh Abdul Kadir Ateng:</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Pelepasan 	emosi (dengan cara yang dapat diterima masyarakat).</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Pembentukan 	pribadi (mengembangkan identitas diri)</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Kontrol 	sosial (penyerasian dan kemampuan prediksi)</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Sosialisasi 	(membangun perilaku dan nilai-nilai bersama yang sesuai)</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Perubahan 	sosial (interaksi sosial, asimilasi dan mobilitas)</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Kesadaran 	(pola tingkah laku yang benar)</strong></span></li>
<li><span style="font-size:medium;"><strong>Keberhasilan 	(cara pencapaian dengan turut aktif atau sebagai penikmat)</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>BAB III</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>KESIMPULAN</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Olahraga sebagai suatu aktivitas yang melibatkan banyak pihak telah disikapi secara dinamis dari pemahaman terhadap yang dianggap sebagai aktivitas primitive untuk mempertahankan hidup berubah menjadi proses sosial yang menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan bekerja sama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata lembaga.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Kajian sosiologis yang berkaitan dengan kelompok sosial dapat dikenakan pada olahraga berdasarkan pada beberapa hal yakni situasi kondisi dan struktur, serta fungsi kelompok olahraga. Sarat dengan situasi dan kondisi yang kental akan persaingan dan tata aturan yang relative ketat sehingga tercipta rasa senang, santai, dan gembira.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Berangkat dari paparan diatas, bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan dan pertikaian, sehingga membutuhkan penyelesaian sementara waktu, menyadari keterkaitan dan keterikatannya dengan individu lain. Manusia membentuk kelompok sosial untuk memecahkan masalah hidupnya dengan mengunakan pendekatan ilmu sosiologi.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Olahraga telah diapresiasikn sedemikian tinggi sebagai media untuk menunjukkan hegemoni, sehingga untuk menyelenggarakan,dan menciptakan para pelakunya, telah diupayakan berbagai pendekatan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, yang disebut pendekatan inter-disiplin adalah pendekatan yang didasarkan pada pengetahuan dari ilmu psikologo, sosiologi, anatomo, dan fisiologi. Sedangkan pendekatan cros-disiplin adalah pendekatan yang difokuskan pada ilmu motor learning, psikologi olahraga, dan sosiologi olahraga.</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>SAPTO ADI DAN MU’ARIFIN (2007)“SOSIOLOGI OLAHRAGA”UPT PERPUS UM, MALANG</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=292&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/sosiologi-olahraga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Perkembangan Remaja</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/tugas-perkembangan-remaja/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/tugas-perkembangan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[BAB II PEMBAHASAN TUGAS – TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA DAN PELAKSANAANYA 1.ARTI DAN MAKNA TUGAS – TUGAS PERKEMBANGAN Pendapat beberapa ahli tentang pengertian perkembangan; Ahli biologi oleh Drs. H.M.Arifin, M.Ed yaitu suatu perubahan dalam tubuh dan integritasberbagai bagian kedalam kesatuan fungsional (dapat diamati) yang saling berkesinambungan, contoh melihat kelakuan para remaja. Menurut Doring, langfeld, dan Weld [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=290&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p lang="id-ID">BAB II</p>
<p lang="id-ID">PEMBAHASAN</p>
<p lang="id-ID">TUGAS – TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA</p>
<p lang="id-ID">DAN PELAKSANAANYA</p>
<p lang="id-ID">
<p>1.ARTI DAN MAKNA TUGAS – TUGAS    PERKEMBANGAN</p>
<p lang="id-ID">
<p>Pendapat beberapa ahli tentang pengertian perkembangan;</p>
<ol>
<li>Ahli 	biologi oleh Drs. H.M.Arifin, M.Ed yaitu suatu perubahan dalam tubuh 	dan integritasberbagai bagian kedalam kesatuan fungsional (dapat 	diamati) yang saling berkesinambungan, contoh melihat kelakuan para 	remaja.</li>
<li>Menurut 	Doring, langfeld, dan Weld perkembangan dicakup dalam satu kata 	yaitu”<strong>kematangan</strong>” 	yaitu suatu perubahan pisik dan psikis telah mengalami tumbuh dan 	berkembang pada tingkat tertentu sebagai akibat dari pengaruh 	mengenai kehidupan organisme, contoh seorang remaja yang dapat 	berkencan tanpa diajarkan terlebih dahulu.</li>
</ol>
<p>Aspek pisik yaitu jasmani, kelenjar-kelenjar seks dan otak.</p>
<p lang="id-ID">Aspek psikis yaitu perilaku seksual, sikap(perasaan/emosi), minat(cita-cita), pribadi, sosial dan moral.</p>
<p>Beberapa pengertian tugas- tugas perkembangan;</p>
<p>1.Menurut R.J. Havighurst tugas – tugas perkembangan diartikan sebagai tugas yang timbul pada suatu periode atau masa tertentu dalam kehidupan seorang.</p>
<p lang="id-ID">2.Tugas-tugas perkembangan adalah petunjuk – petunjuk yang memungkinkan seseorang mengerti dan memahami apa yang diharapkan atau dituntut oleh masyarakat dan lingkungan lain terhadap seseorang dalam usia tertentu.</p>
<p lang="id-ID">3. Tugas-tugas perkembangan merupakan petunjuk bagi seseorang tentang apa dan bagaimana yang diharapkan di masa yang akan datang, jika dia kelak telah mencapainya.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">2.TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN MANUSIA PADA UMUMNYA</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Tugas-tugas perkembangan manusia pada umumnya berbeda dalam tiap masa kehidupan yang dirangkum sebagai berikut :</p>
<p lang="id-ID">
<p>2.1.Pada masa Bayi dan Kanak-Kanak awal :</p>
<ol>
<li>Belajar 	jalan, makan dan mengendalikan buang air kecil dan besar.</li>
<li>
<p lang="id-ID">Memperoleh 	keseimbangan psikologi.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	konsep sederhana tentang realita sosial dan realita pisik.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	menjalin hubungan secara emosional antara orang tua, saudara dan 	orang lain.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	membedakan antara yang benar dan yang salah serta mengembangkan hati 	nurani.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	membedakan jenis kelamin dan menghargainya.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p>2.2.Pada masa Kanak-Kanak Akhir :</p>
<ol>
<li>Belajar 	tentang ketrampilan pisik dalam permainan yang ringan dan mudah.</li>
<li>Membentuk 	sikap sehat demi kepentingan pertumbuhan.</li>
<li>
<p lang="id-ID">bergaul 	dengan teman seusia.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	menyesuaikan diri.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mengembangkan 	kata hati, moral dan ukuran nilai.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mengembangkan 	ketrampilan dasar.</p>
</li>
</ol>
<p>2.3.Pada Masa Remaja :</p>
<ol>
<li>Memperoleh 	kebebasan secara emosional dari orang tuanya dan orang dewasa 	lainya.</li>
<li>Memilih 	dan mempersiapkan diri ke arah suatu pekerjaan.</li>
<li>
<p lang="id-ID">Menjalin 	hubungan baru dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lain 	jenis.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mengembangkan 	ketrampilan dan konsep intelektual yang diperlukan sebagai 	warganegara yang terpuji.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mempersiapkan 	diri untuk pernikahan.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Menyusun 	nilai kata hati yang sesuai dengan gambaran dunia yang diperoleh 	dari ilmu pengetahuan yang memadai.</p>
</li>
</ol>
<p>2.4.Pada Masa Dewasa Awal :</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Mulai 	bekerja dalam suatu jabatan.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Memilih 	teman bergaul sebagai calon suami atau istri.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mulai 	bertanggung jawab sebagai warganegara secara layak.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	hidup bersama dengan suami dan istri.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Belajar 	mengasuh anak-anak.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mulai 	hidup berkeluarga dan mengelola berumah tangga.</p>
</li>
</ol>
<p>2.5.Pada Masa Setengah Baya :</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Menetapkan 	dan memelihara suatu standar kehidupan ekonomi bagi kehidupannya.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Membantu 	anak-anak remajanya untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung 	jawab dan bahagia.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mengembangkan 	kegiatan pengisi waktu luang yang sesuai dengan umur.</p>
</li>
</ol>
<p>2.6.Pada Masa Tua :</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Menyesuaikan 	diri dalam masa pensiun dan pendapatan berkurang.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Memperbanyak 	beribadah kepada Tuhan YME.</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Menyiapkan 	dan menyesuaikan diri dalam keadaan meninggalnya suami atau 	istrinya.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">3.TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA PADAM  UMUMNYA</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Menurut Karl C.Garrison ada 6 kelompok pembagian tugas perkembangan yang berbeda yaitu :</p>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>Menerima 	Keadaan Jasmani</li>
</ol>
<p>Para remaja diharapkan dapat menerima keadaan diri sebagaimana adanya keadaan diri mereka sendiri; bukan khayalan dan impian.Diharapkan mereka memanfaatkan dan memelihara secara efektif.</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Memperoleh 	Hubungan Baru dan Lebih Matang dengan Teman Sebaya Antara Dua Jenis 	Kelamin</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">Akibat adanya kematangan organ reproduksi memang diharapkan remaja dapat mencari dapat memperoleh teman baru dan menjadi matang berhubungan dengan teman sebaya lawan jenis dalam kelompok mereka.buruknya dari pergaulan tersebut mereka yang tidak diterima oleh kelompok lain membuat kelompok sendiri yang dikenal sebagai “gnag”.</p>
<ol>
<li>Memperoleh 	Kebebasan Emosional dari Orang Tua</li>
</ol>
<p lang="id-ID">Tindakan masa kecil diharapkan dihilangkan sebab pentingnya kebebasan emosi ini dapat memupuk mentalitas dalam menyelesaikan setiap masalah dan dapat bertanggung jawab sendiri terhadap  setiap langkah pilihannya yang ditempuh.</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Mendapatkan 	Perangkat Nilai Hidup dan Filsafah Hidup</p>
</li>
</ol>
<p>Remaja sangat tertarik pada persoalan yang menyangkut kehidupan dan falsafah hidup, serta soal kaegamaan.Mereka tertarik pada tujuan hidup, memusatkan perhatian pada standar perilaku pada diri, keluarga dan orang lain.Sehingga dapat menuntun dan mewarnai berbagai aspek kehidupannya dalam masa dewasa dan selanjutnya(berguna sebagai kendali atau kemudi dalam kehidupan).</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Memiliki 	Citra-diri yang realistis</p>
</li>
</ol>
<p>Remaja diharapkan memiliki gambaran diri secara realistis, tidak lagi atas dasar hayal (fantasi) tentang gambaran yang muluk-muluk seperti apa yang seringkali mereka pikirkan dan alami dalam masa pubertas atau masa kanak-kanak.</p>
<p lang="id-ID"><span id="more-290"></span></p>
<p lang="id-ID">4.PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">1.Pentingnya Kelancaran Pelaksanaan Tugas-Tugas Perkembangan.</p>
<p>Ada tiga aspek kekuatan yang bekerja secara bersama yaitu 1.Adanya kematangan psikis yang dimiliki individu 2.Adanya tekanan berupa harapan dan keharusan kultural dari masyarakat 3.Adanya nilai dan kemauan pribadi seseorang.Usia-usia kritis memiliki pengertian bahwa kesanggupan seseorang dalam melaksanakan tugas perkembangan pada suatu masa kehidupan tertentu akan mendatangkan keadaan dimana seseorang dapat menyesuaikan diri dengan baik.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">2.Faktor yang Mempengaruhi Kelancaran Pelaksanaan Tugas-tugas Perkembangan</p>
<p>Dalam pelaksanaannya ada dua kemungkinan dapat terjadi,yang dimaksud adalah lancar atau lambat.Faktor penting yang berpengaruh bagi kelancaran atau keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas perkembangan bagi remaja :</p>
<p>2.1.Pertumbuhan pisik remaja.</p>
<p>2.2.Perkembangan psikis remaja.</p>
<p>2.3.Kedudukan/urutan anak dalam keluarga.</p>
<p>2.4.Kemauan dan kesempatan untuk mempelajari atau tidak tugas-tugas perkembangan.</p>
<p>2.5.Motivasi pada seseorang.</p>
<p lang="id-ID">2.6.Kelancaran pelaksanaan tugas-tugas perkembangan masa sebelumnya.</p>
<p lang="id-ID">
<p>3.Beberapa Variasi Dalam Pelaksanaan Tugas-Tugas Perkembangan.</p>
<p>Variasi ini dilihat sebagai bahan pertimbangan untuk menafsirkan pelaksanaan tugas perkembangan remaja yang dimaksudkan.Dengan adanya pertimbangan akan menimbulkan kehati-hatian seorang pendidik atau pembimbing sehingga tidak cepat menilai dan menentukan keadaan seorang remaja sebagai orang terhambat atau lancar.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">5.TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN DAN PELAKSANAAN DALAM STRATA KELAS-SOSIAL</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Secara teoritis dikemukakan bahwa masyarakat dalam suatu kelas sosial  tertentu memiliki pola tingkah laku yang khas dibandingkan dengan pola tingkah laku masyarakat kelas sosial lainnya.Tampak wujud pelaksanaan tugas perkembangan remaja dalam tiap tingkat kelas sosial sebagai berikut :</p>
<p lang="id-ID">5.1.Mencapai Hubungan yang Lebih Matang dengan Seorang Lawan Jenis Kelamin.</p>
<p lang="id-ID">5.2.Belajar Menerima Peranan Dirinya sebagai Pria atau Wanita.</p>
<p>5.3.Memanfaatkan Keadaan fFsiknya secara Cocok dan Mendayagunakan sebagai Modal Kerja yang Aktif.</p>
<p lang="id-ID">5.4.Mencapai Kebebasan dengan Mengurangi Kebergantungan pada Orang Dewasa.</p>
<p lang="id-ID">5.5.Mengembangkan Kepercayaan dalam Kemampuan Diri untuk Berdiri Sendiri dalam Hal Keuangan.</p>
<p lang="id-ID">5.6.Merencanakan dan Mempersiapkan Diri untuk Memasuki Suatu Lapangan Kerja pada Masa Depan.</p>
<p lang="id-ID">5.7.Menetapkan Sikap-sikap dan Memperoleh Pengalaman yang Diperlukan sebagai Persiapan Perkawinan dan Hidup Berkeluarga.</p>
<p lang="id-ID">5.8.Mengembangkan Ketrampilan dan Konsep yang Diperlukan untuk Berpartisipasi dalam Hidup Kenegaraan.</p>
<p>5.9.Menyusun Dasar-dasar untuk Dapat Bertingkah laku yang dapat Dipertanggung jawabkan secara Sosial.</p>
<p>5.10.Memperoleh Sikap dan Nilai sebagai Pedoman Bertingkah laku yang Dapat Diterima dan Produktif.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">BAB III</p>
<p lang="id-ID">PENUTUP</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">KESIMPULAN</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Setelah kami membaca, mencermati dan memahami kami peroleh kesimpulan bahwa tugas-tugas perkembangan remaja memiliki klarifilasi perbedaan yang sangat mencolok antara kanak-kanak, remaja awal, dewasa awal, setengah baya dan masa tua.Tugas dalam nomor 1, 3, 4, 6 dan 7 nadanya relatif sama keadaannya dengan keadaan remajadi Indonesia,tetapi nomor 2, 5, 8 dan 10 masih perlu dipertanyakan keadaanya dengan pelaksanaan tugas perkembangan remaja di Indonesia.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Ada dua hal pokok untuk perbandingan tersebut yaitu</p>
<p>1.Diterima adanya assumsi bahwa di Indonesia terdapat  pula kelas-kelas sosial yang secara prinsip sama dengan apa yang ada di negara lain</p>
<p lang="id-ID">2.Digunakannya tugas-tugas perkembangan remaja barat  bagi remaja Indonesia. kalau tidak, maka diperlukan meninjau tugas remaja Indonesia yang khas sesuai dengan falsafah, sosio-kultural, nilai-nilai dan tujuan umum pendidikan di Indonesia.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">SARAN</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Berdasarkan karya tulis  yang kami buat mungkin ada tambahan-tambahan untuk mengisi kekurangan-kekurangan dalam karya tulis ini. Saran dari semuanya akan kami kumpulkan untuk memberi semangat dan acuan dalam penulisan karya tulis selanjutnya.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">DAFTAR PUSTAKA</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p>ANDI MAPPIRE 1982, <em>PSIKOLOGI REMAJA</em>. Usaha Nasional. Surabaya</p>
<p>SARWONO SARLITO W 2002,<em>PSIKOLOGI REMAJA</em>.PT.Raja Grafido Persada.Jakarta</p>
<p>MONKS,F.J.KNOERS.A,M.P.HARDITONO,SITI RAHAYU 2002.<em>PSIKOLOGI dan</em> <em>PERKEMBANGAN</em>.GAJAH MADA UNUVERSITY.YOGYAKARTA</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">BAB I</p>
<p lang="id-ID">PENDAHULUAN</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">1.LATAR BELAKANG</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p>Remaja merupakan transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa,masa setengah baya dan masa tua.Dimana masa remaja memiliki kematangan emosi, sosial, pisik dan psikis. Remaja juga merupakan tahapan perkembangan yang harus dilewati dengan berbagai kesulitan.Remaja dalam tugas perkembangannya memiliki beberapa fase, dengan melihat semakin rumit permasalahanya sehingga dengan mengetahui tugas-tugas perkembangan remaja  dapat mencegah konflik yang ditimbulkan oleh remaja dalam keseharian yang sangat menyulitkan masyarakat, agar tidak salah persepsi dalam menangani permasalahan tersebut.</p>
<p>Ada hal yang diharapkan dimiliki oleh remaja dalam mempersiapkan diri memasuki alam kehidupan masa dewasa, serta memiliki kebutuhan pribadi dalam arti luas. Dari segi individu dikaitkan dengan perkembangan pikir, sikap, perasaan, kemauan dan perlakuan nyata.dari segi lingkungan ada semacam ”tuntutan” dari faktor sosial, religius, nilai-nilai dan norma yang hidup didalamnya.Tuntutan itu “dikenakan” bagi individu sebagai bagian dari lingkungan itu juga.</p>
<p>Secara ekstrem dicontohkan : misalnya, tentu tidak normal kalau ada remaja  yang masih digendong  oleh orang tua mereka, selalu bergantung dan tidak dapat menagani sendiri “pekerjaan rumah” dari sekolahnya.adalah tidak wajar jika remaja tidak dapat atau tidak mau bergaul dengan teman sebayanya, Ringkasnya remaja diharapkan dan dituntut untuk bersikap, berpikir dan berlaku yang sesuai atau cocok dengan tuntutan lingkungannya, serta eksistensinya sebagai remaja.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">2.RUMUSAN MASALAH</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">1.apa pengertian tugas-tugas perkembangan remaja?</p>
<p lang="id-ID">2.mengapa perlu diklarifikasi tugas – tugas perkembangan remaja tersebut?</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">3.TUJUAN</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">1.Untuk mengetahui pengertian dari tugas-tugas perkembangan remaja.</p>
<p>2.Untuk memahami klarifikasi tugas- tugas perkembangan remaja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=290&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/tugas-perkembangan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Pembelajaran Mahasiswa</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/strategi-pembelajaran-mahasiswa/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/strategi-pembelajaran-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Gejala dalam hidup manusia yang disebut sukses tampaknya amat menarik untuk dipelajari. Sebab dengan memahami berbagai segi tentang sukses, seorang bertambah pengetahuannya, dapat tergugah hasratnya untuk berusaha meraih sukses, lebih luas kesadaranya terhadap perjuangan mencapai sukses, dan mungkin lebih besar kemungkinan suksesnya pula dalam semua kegiatan. Sukses ialah Pencapaian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=288&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p><strong>BAB I</strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Gejala dalam hidup manusia yang disebut sukses tampaknya amat menarik untuk dipelajari. Sebab dengan memahami berbagai segi tentang sukses, seorang bertambah pengetahuannya, dapat tergugah hasratnya untuk berusaha meraih sukses, lebih luas kesadaranya terhadap perjuangan mencapai sukses, dan mungkin lebih besar kemungkinan suksesnya pula dalam semua kegiatan. Sukses ialah Pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan atau cita-cita yang berharga.</p>
<p>Hasrat untuk belajar dengan cara yang baik hanyalah tumbuh dalam diri seseorang mahasiswa kalau ia menginsafi pentingnya kecakapan itu. Dengan cara belajar yang baik, pelajaran akan dapat mudah dikuasai sepenuhnya. Dengan menguasai pelajaran secara sempurna, ujian akan dapat ditempuh dengan berhasil. Waktu dan kebiasaan yang baik dalam belajar, demikian pula sekedar uang yang diperlukan untuk membeli suatu barang yang memungkinkan seorang mahasiswa dapat belajar dengan lebih baik. Tidaklah ada artinya kalau dibandingkan dengan hasil yang akan diperoleh. Bahkan menurut Sutan Sjahrir dalam bukunya Renungan Indonesia, belajar dengan cara yang baik akan membentuk watak yang baik pula.</p>
<p>Kalau seorang mahasiswa sampai tidak berhasil dalam usaha belajarnya di Perguruan Tinggi karena tidak mempunyai cara belajar yang efektif dan efisien, maka akan lebih banyak lagi waktu, tenaga dan uang yang terbuang percuma dengan sia-sia. Lebih pahit lagi, kegagalan itu akan selalu nampak dan merupakan kenang-kenangan yang tidak mengembirakan. Sebaliknya hasil dari usaha yang sukses bukan saja berupa ijazah, pengetahuan dan pengakuan masyarakat kepadanya sebagai seorang sarjana, melainkan juga berupa perasaan puas terhadap diri sendiri karena telah dapat mengatasi semua tantangan  dan kesukaran di Perguruan Tinggi. Perasaan puas yang tidak ternilai harganya ini tidak dapat dibeli dengan Kekayaan berapapun besarnya.</p>
<p><strong>Rumusan masalah</strong></p>
<p>1.Apa yang menjadi kesulitan seorang mahasiswa malas belajar ?</p>
<p>2. Bagaimana metode belajar yang efektif dan efisien ?</p>
<p><strong>Tujuan masalah</strong></p>
<p>1.Mahasiswa mengerti kesulitan yang selama ini menghambat dalam proses belajar.</p>
<p>2.Mahasiswa mengetahui metode cara belajar yang baik sehingga sukses dalam perkuliahan</p>
<p><strong>BAB II</strong></p>
<p><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p><strong>1.A.Teori belajar</strong></p>
<p>Para ahli belajar berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjelaskan tentang bagaimana manusia belajar, sedang guru dalam menjalankan tugasnya selalu memikirkan tentang bagaimana mempengaruhi anak belajar. Jadi guru sering lebih mementingkan prosedur dari pada penjelasannya. Namun telah menunjukkan kegagalan dalam mengakui hubungan antara teori dan penerapannya. Menurut Hilgard (1964) ada enam langkah yang akan ditempuh, mulai dari penelitian murni ke pengembangan teknologi instruksional dan penerapan dalam belajar. Tanpa memperhatikan sikap terhadap teori belajar, para guru melakukan tugas mengajarnya selalu didasarkan pada teori. Sebagai contoh, guru yang sedang merangsang siswa untuk berkosentrasi pada ‘<em>merasakan</em> gerakannya’ yang sedang dilakukan, maka guru telah menerapkan salah satu teori belajar motorik, dengan atau tanpa sepengetahuannya. Kalau diteliti manfaat dari penerapan teori ini, maka teori ini bukanlah merupakan teori yang terbaik, yang dapat berlaku untuk semua situasi. Salah satu tujuan dari mempelajari teori belajar adalah agar mengacu kita untuk menguji konsep-konsep teoritis yang ada, yang akan dapat dipakai sebagai landasan dalam keyakinan dan praktek para guru atau pelatih.</p>
<p><strong>B.Belajar dan penampilan.</strong></p>
<p>Perbedaan antar <em>belajar dan penampilan</em> (learning and performance) adalah belajar terjadi dalam diri individu dan karena itu tidak dapat diamati secara langsung. Apa yang dimaksudkan dengan ‘ telah melihat seseorang belajar’ adalah kita telah melihat perubahan dalam perilaku. Jika kita menduga telah terjadi belajar apabila kita melihat telah terjadi suatu peningkatan dalam tingkat penampilan dalam jangka waktu tertentu. <em>Penampilan motorik</em> (motor performance) dalam hubungannya dengan belajar dalam arti yang lebih luas adalah <em>suatu ekspresi sementara dari perilaku keterampilan motorik . Keahlian </em>(proficiency) adalah <em>tingkat penampilan pada titik dan waktu tertentu</em>. Hal ini terjadi berdasarkan fakta bahwa perkembangan keahlian dari hari ke hari dipengaruhi oleh beberapa kondisi sementara, termasuk fluktuasi fisiologis dan motivasi.</p>
<p><strong>C.Masalah-masalah mengenai belajar</strong></p>
<p>Rintangan dan masalah yang banyak dihadapi oleh mahasiswa selain menyangkut macam-macam hal seperti kesehatan jasmani, keadaan keuangan atau kesulitan rumah tangga juga mengenai persoalan cara belajar. Penelitian oleh C.C. Wrenn dan Reginald Bell mengenai masalah pokok mahasiswa di perguruan tinggi ada 7 hal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kesukaran dalam 	mengatur pemakaian waktu belajar.</li>
<li>Ketidaktahuan 	mengenai ukuran-ukuran baku yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan 	tugas-tugas.</li>
<li>Kebiasaan-kebiasaan 	membaca yang lambat.</li>
</ol>
<ol>
<li>Kekurangan buku 	pelajaran, Buku bahasa asing.</li>
<li>Cara dan sistem 	mengajar  dari para dosen.</li>
<li>Pergantian peraturan</li>
<li>Kepergian dosen</li>
</ol>
<p>Gugusan masalah yang ternyata paling banyak mendapat perhatian mahasiswa adalah mengenai ‘Penyesuaian terhadap tugas-tugas diperguruan tinggi’ dan kesukaran yang paling banyak dialami mahasiswa adalah:</p>
<ol>
<li>Tidak tahu bagaimana 	cara belajar yang efektif dan efisien.</li>
<li>Tidak dapat 	memusatkan perhatian dengan baik.</li>
</ol>
<p>Kesulitan tersebut diatas menurut pandangan mahasiswa sendiri dan sebagian tidak termasuk dalam lingkungan cara belajar. Tetapi hal ini merupakan masalah transisi dari SMA ke Perguruan Tinggi / Universitas. Mengenai kekurangan yang dirasakan pada lulusan SMA oleh para dosen dikemukakan 8 hal sebagai berikut:</p>
<p>1.Bahan pelajaran di SMA.</p>
<p>2.Cara belajar di SMA.</p>
<p>3.Cara mengajar di SMA.</p>
<p>4.Pengaruh dari luar misalnya keadaan ekonomi, pemondokan atau keluarga.</p>
<p>5.Guru SMA.</p>
<p>6.Pribadi murid SMA.</p>
<p>7.Bentuk SMA.</p>
<p>8.Kekurangan ujian penghabisan SMA.<span id="more-288"></span></p>
<p>Mengenai cara belajar di SMA dikemukakan kelemahan sebagai berikut:</p>
<p>1.Kurang cara berfikir kritis, inisiatif, dan ketelitian.</p>
<p>2.Tekanan pada hafalan diluar kepala, berpegang pada buku saja, dan secara pasif menerima bahan pelajaran.</p>
<p>3.Kurang kesadaran mengenai minat dan bakat.</p>
<p>4.Kurang minat membaca buku yang dapat memperluas pengetahuan.</p>
<p>5.Kurang belajar berkelompok dan mendiskusikan bahan pelajaran.</p>
<p>6.Belajar untuk mengejar angka, ijazah dan untuk ujian.</p>
<p>Dari hasil penelitian di atas terbuktilah bahwa cara belajar merupakan sebuah masalah yang tentu dihadapi oleh setiap mahasiswa dan wajib diatasi dengan sebaik-baiknya agar tidak merintangi sukses studinya. Belakangan diketahui sugesti atau optimisme yang bisa membantu keberhasilan tersebut. Berikut cara mengembangkan rasa optimisme :</p>
<p>1.Optimisme dapat dibangun oleh segesti-sugesti positif. Pintar-pintarlah menemukan sugesti-sugesti itu. Misalnya mengunakan kesombongan sebagai sugesti. Kayak pesulap kalau tidak kelihatan sombong kayaknya nggak seru.</p>
<p>2.Batasi pergaulan dengan orang pesimis. Optimisme dan pesimisme menular secara mental.</p>
<p>Dahulukan prioritas.</p>
<p>3.Optimisme terbangun dan berkembang oleh luasnya pengetahuan. Banyaklah membaca</p>
<p>4.Membaca dan menulis tidak perlu dijadikan hobi. Anggaplah sebagai pekerjaan utama.</p>
<p>5.Perlu bergaul, belajar gaul dari pergaulan itu sendiri dan bukan dari buku.</p>
<p><strong>2.A.Efisiensi belajar</strong></p>
<p>Pada umumnya setiap orang dalam melakukan sesuatu usaha terpengaruh oleh efisiensi. Efisiensi adalah sebuah pengertian atau konsepsi yang menggambarkan perbandingan terbaik antara suatu usaha dengan hasilnya. Jadi efisiensi belajar yaitu perbandingan terbaik antara suatu usaha belajar dengan hasilnya yang dicapai. Belajar di Universitas adalah suatu usaha yang berat ilmu yang tak kunjung habis bahkan senantiasa bertambah karena penelitian ilmiah yang dilakukan terus-menerus tidak mungkin dimiliki dengan usaha yang ringan dan singkat. Para mahasiswa harus betul-betul mencurahkan pikiran, perhatian, keuletan dan energi selama bertahun-tahun apabila ingin kelak menjadi sarjana yang benar-benar bermutu. Disamping kesanggupan untuk berusaha giat dan tekun diperlukan pula cara belajar yang efektif. Dengan demikian dalam jangka waktu belajar dan hidup yang boleh dikatakan singkat dapat dikuasai dan dimanfaatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. Mempelajari metode belajar yang efisien dari sudut usaha yaitu dalam rangka untuk menguasai sejumlah pengetahuan tertentu dengan usaha yang sekecil-kecilnya.</p>
<p>Berhubungan dengan itu dalam uraian-uraian selanjutnya tidak akan diberikan resep-resep belajar yang manis, melainkan petunjuk-petunjuk untuk belajar secara bersungguh-sungguh tapi dengan kemungkinan hasil yang terbaik, yaitu meliputi :</p>
<p><strong>a.Pedoman-pedoman umum untuk belajar</strong>.</p>
<p>Cara belajar yang efisien mengandung asas-asas tertentu yang harus dipahami oleh para mahasiswa, melainkan lebih dari itu harus dihayati sepanjang masa belajarnya. Dalam setiap usaha apapun tentu terdapat asas-asas yang harus dijadikan pedoman untuk suksesnya usaha tersebut. Asas adalah suatu dalil umum yang dapat diterapkan pada suatu rangkaian kegiatan untuk menjadi petunjuk dalam melakukan tindakan. Prinsip dalam belajar menyangkut 3 hal yaitu keteraturan. Disiplin dan konsentrasi.</p>
<p>Pokok pangkal yang pertama dari cara belajar yang baik adalah keteraturan atau pengetahuan mengenai cara belajar yang efisien  pada umumnya berupa rumus untuk bekerja secara teratur. Hanya dengan bekerja secara teratur seorang mahasiswa akan memperoleh hasil yang baik. Dan tiada modal yang lebih bernilai dari pada suatu pikiran  yang teratur untuk menuntut ilmu apapun adalah hasil dari proses pemikiran yang dilakukan secara sistematis. Hanya dengan jalan pikiran yang teratur pulalah ilmu itu dapat  dimengerti dan dihayati. Jangan suka menunda-nunda belajar sampai dekat ujian.</p>
<p>Dengan jalan berdisiplin untuk melaksanakan pedoman-pedoman yang baik di dalam uasaha belajar, barulah seorang mahasiswa mungkin mempunyai cara belajar yang baik. Belajar setiap hari secara teratur hanya mungkin dijalankan kalau seorang mahasiswa mempunya disiplin waktu untuk mentaati rencana kerja tertentu. Disiplin akan menciptakan kemauan ubtuk bekerja secara teratur. Berdisiplin selain akan membuat seorang mahasiswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses kea rah pembentukan  watak yang baik. Watak yang baik  dalam diri seseorang akan menciptakan suatu pribadi yang luhur.</p>
<p>Cara belajar yang baik adalah suatu kecakapan yang dapat dimiliki oleh setiap mahasiswa dengan jalan latihan. Tetapi keteraturan dan disiplin harus ditanam dan diperkembangkan dengan penuh kemauan dan kesungguhan sehingga menjadi kebiasaan yang melekat pada dirinya. Dengan demikian kebiasaan yang baik, bahwa setiap usaha belajar selalu memberikan hasil yang sangat memuaskan.</p>
<p>Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Dalam kenyataan ada mahasiswa yang memiliki kemampuan konsentrasi yang besar dan untuk waktu yang lama. Sebaliknya terdapat pula mahasiswa yang sukar memusatkan pikirannya terhadap suatu pelajaran, dan kalaupun bias hanya untuk waktu yang sangat singkat. Kemampuan konsentrasi sesungguhnya merupakan kebiasaan seseorang yang dapat dilatih, jadi bukannya suatu bakat atau sesuatu yang diwarisi dari leluhur. Pada dasarnya konsentrasi merupakan akibat dari perhatian, terutama dari perhatian yang bersifat spontan yang ditimbulkanoleh minat terhadap suatu hal. Setiap mahasiswa dengan mengembangkan minatnya dan melatih diri dapatlah berangsur-angsur memperbesar kemampuan konsentrasinya sehingga merupakan kebiasaan yang mudah dilakukannya sewaktu-waktu diperlukan.</p>
<p>Beberapa sebab atau keadaan yang dapat membuat pikiran seseorang mahasiswa melayang-layang sewaktu belajar, sehingga banyak tenaga dan waktu terbuang sia-sia adalah :</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Kekurangan minat 		terhadap mata pelajaran yang dipelajari.</li>
<li>Gangguan keadaan 		sekelilingnya</li>
<li>Urusan-urusan kecil 		atau buah-buah pikiran yang pergi dating mengaduk-aduk dalam otak 		sehingga sering memecah perhatian yang sedang dipusatkan.</li>
<li>Kesenadaan mengenai 		sesuatu hal bahan pelajaran sehingga menimbulkan kejemuan dalam 		pikiran.</li>
<li>Gangguan kesehatan 		dalam diri mahasiswa atau keletihan badan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Setelah mengerti arti konsentrasi, sumber timbulnya dan gangguan bagi terciptanya konsentrasi, perlulah seseorang mahasiswa melatih diri untuk membiasakan melakukan konsentrasi dalan belajar. Beberapa cara dan petunjuk untuk mengembangkan kemampuan itu sebagai berikut :</p>
<p>1. Setiap mahasiswa hendaknya mempunya minat yang besar terhadap mata kuliah yang dipelajarinya. Suka atau tidak suka, semua mata kuliah harus ditempuh dalam ujian. Sifat membenci suatu mata kuliah tidak bermanfaat. Yang terbaik ialah mengambil sikap positif dengan berusaha menyukai semua mata kuliah. Ini dapat dicapai dengan 2 jalan :</p>
<p>a. Carilah keterangan yang lengkap tentang hal-hal yang bernilai dan mempesonakan  pada mata kuliah tersebut.</p>
<p>b. Lakukanlah kegiatan yang berhubungan dengan mata kuliah tersebut.</p>
<p>Setiap mahasiswa hendaknya mempunyai tempat belajar yang khusus dipergunakan untuk belajar. Bila telah menjadi kebiasaan bahwa setiap kali berada ditempat itu berarti belajar, maka suasana kejiwaan seeorang mahasiswa telah disiapkan dan tertuju kepada belajar setiap kali ia menghadapi mejanya. Dengan demikian pikirannya tidak mudah melayang kesana kemari.</p>
<p>2. Kutiplah bagian-bagian yang penting atau membuat catatan ditepi buku ataupun mengaris bawahi kalimat-kalimat dengan bolpint berwarna.</p>
<p>3. Mahasiswa dapat pula membaca buku pelajarannya dengan bersuara atau membaca secara cepat. Selanjutnya biasakanlah untuk mencapai hasil tertentu dalam belajar.</p>
<p>4. Memelihara kesehatan badannya.</p>
<p>Sukses dalam studi tidak semata-mata bergantung pada banyaknya waktu belajar yang dipergunakan, melainkan juga pada intensitas konsentrasi yang dapat diciptakan. Lebih-lebih kemampuan konsentrasi merupakan suatu keharusan agar setiap menit yang dipakainya untuk belajar dapat memberikan hasil yang maksimal. Para mahasiswa harus senantiasa menghadiri kuliah-kuliah secara tertib, mencatat uraian dosen dengan sebaik-baiknya dan menyempurnakan catatan setelah selesai kuliah serta mempelajari  catatan kuliahnya secara teratur sejak awal tahun ajaran.</p>
<p>KISI-KISI MANAGEMENT BELAJAR DAN LATIHAN</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="591">
<col width="86"></col>
<col width="73"></col>
<col width="101"></col>
<col width="92"></col>
<col width="71"></col>
<col width="82"></col>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="86">Dimensi kecerdasan</td>
<td width="73">Faktor (variable)</td>
<td width="101">Masukan (input)</td>
<td width="92">Kegiatan (proses)</td>
<td width="71">Keluaran (output)</td>
<td width="82">Hasil (uotcomes)</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="86">Intelektual(IQ)</td>
<td width="73">Penguasaan teori</td>
<td width="101">Buku dan catatan kuliah</td>
<td width="92">Membaca dan mempelajari teori ang mencakup arti, 			ciri, hukum, prinsip dsb</td>
<td width="71">Ringkasan arti, ciri, hukum, prinsip dsb</td>
<td width="82">Hafal dan mengerti tentang mencakup arti, ciri, 			hukum, prinsip dsb</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="86"></td>
<td width="73">Ketrampilan menjawab pertanyaan.</td>
<td width="101">Cari permasalahan yang sedang hangat dibahas dan 			diperbincangkan.</td>
<td width="92">Berlatih menjawab dan mengemukakan pendapat</td>
<td width="71">Catat  pertanyaaan dan jawaban untuk bahan 			diskusi</td>
<td width="82">Kecepatan, ketepatan dalam merespon setiap 			masalah yang ada</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="86">Emosi (EQ)</td>
<td width="73">Ketekunan</td>
<td width="101">Daftar prioritas:</p>
<p>Kegiatan waktu</td>
<td width="92">Berupaya  keras melaksanakan prioritas utama 			(pertama) dalam hal kegiatan dan penggunaan waktu</td>
<td width="71">Catatan harian mengenai pelanggaran terhadap 			rencana kegiatan dan waktu yang semakin menurun</td>
<td width="82">Disiplin dalam melaksanakan kegiatan prioritas 			dan tidak memboroskan waktu.</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="86"></td>
<td width="73">Kesabaran</td>
<td width="101">Jadwal dan target</td>
<td width="92">Berupaya keras merealisasikan jadwal dan target.</td>
<td width="71">Catatan harian mengenai stress yang semakin 			berkurang</td>
<td width="82">Sikap mental positif yang semakin meningkat 			serius tapi rileks dan bersemangat untuk memperbaiki prestasi</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="86">Spiritual(SQ)</td>
<td width="73">Bersyukur</td>
<td width="101">Keyakinan bahwa waktu,uang dan kesehatan adalah 			anugrah dari Tuhan</td>
<td width="92">Berdo’a sebelum melaksanakan setiap kegiatan, 			terutama aktivitas belajar</td>
<td width="71">Perasaan kedekatan dengan Tuhan yang semakin 			meningkat</td>
<td width="82">Berprasangka baik kepada Tuhan, sebab Tuhan akan 			menolong orang yang berdo’a dan berusaha</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="86" height="150"></td>
<td width="73">Bersosial</td>
<td width="101">Keyakinan bahwa dengan banyak membantu orang maka 			akan banyak menerima bantuan</td>
<td width="92">Membantu teman  yang membutuhkan pinjaman</td>
<td width="71">Catatan mengenai bantuan  yang telah diberikan 			kepada orang lain</td>
<td width="82">Pandai gaul, Pintar memahami perasaan orang lain 			dan suka menolong</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Cara belajar sebagaimana diuraikan dimuka bukanlah berupa petunjuk-petunjuk yang sulit sehingga tidak mungkin dilaksanakan oleh  setiap mahasiswa. Pedoman-pedoman itu adalah sederhana dan pasti dapat dilaksanakan oleh oleh setiap mahasiswa yang mau sekedar berjerih payah mempraktekkannya. Setelah membiasakan diri sehingga semuanya dilakukan secara otomatis, mahasiswa tersebut  telah memiliki suatu cara belajar yang efektif dan efisien.</p>
<p><span style="font-size:large;"><strong> DAFTAR PUSTAKA </strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;">Hermit Herman, 2008. </span><span style="font-size:medium;"><em>Fun di Kampus Impian</em></span><span style="font-size:medium;">. Bandung : PT Remaja Rosdakarya</span></p>
<p><span style="font-size:medium;">Rohantaknum Edward, 1988. </span><span style="font-size:medium;"><em>Belajar Motorik : Teori dan Aplikasinya dalam Pendidikan Jasmani</em></span><span style="font-size:medium;">. Jakarta : Depdikbud </span></p>
<p><span style="font-size:medium;">Gie Liang, 1986. </span><span style="font-size:medium;"><em>Cara Belajar yang Efektif dan Efisien</em></span><span style="font-size:medium;">. Yokyakarta : PT Pusat Kemajuan Studi </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=288&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/strategi-pembelajaran-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dasar-Dasar Guru Pendidikan Jasmani</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/dasar-dasar-guru-pendidikan-jasmani/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/dasar-dasar-guru-pendidikan-jasmani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[dasar]]></category>
		<category><![CDATA[penjas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[DASAR-DASAR PENJAS 1.Arti olahraga secara akademis yaitu suatu gerak badan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan gerak,serta dapat mendukung setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat rutin.sehingga dapat menyehatkan badan maupun untuk keperluan rekreasi (REFLESING). Ciri-ciri olahraga; Memiliki aturan yang jelas (ROLE OF THE GAME). Persaingan yang kompetitif (bernuansa perlombaan/pertandingan). Even akbar (ada panitia penyelenggara,penonton dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=286&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><strong>DASAR</strong><strong>-DASAR PENJAS</strong></p>
<p lang="id-ID">
<p>1.Arti olahraga secara akademis yaitu suatu  gerak badan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan gerak,serta dapat mendukung setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat rutin.sehingga dapat menyehatkan badan maupun untuk keperluan rekreasi (REFLESING).</p>
<p lang="id-ID">
<p>Ciri-ciri olahraga;</p>
<ul>
<li>Memiliki 	aturan yang jelas (<em>ROLE OF THE GAME</em>).</li>
<li>Persaingan 	yang kompetitif (bernuansa perlombaan/pertandingan).</li>
<li>Even 	akbar (ada panitia penyelenggara,penonton dan wasit).</li>
<li>Memiliki 	peraturan yang baku/standar/resmi.</li>
<li>Sesuai 	dengan hakekat olahraga.</li>
<li>Otoritas 	(di akui oleh lembaga terkait contoh KONI-IOC).</li>
</ul>
<p lang="id-ID">2.Pengertian olahraga menurut hukum dari berbagai sumber :</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Keolahragaan yaitu segala aspek yang berkaitan dengan olahraga yang memerlukan    pengaturan, pendidikan, pelatihan, pembinaan, pengembangan,dan pengawasan.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Keolahragaan nasional yaitu keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perkembangan olahraga.<span id="more-286"></span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Sistem keolahragaan nasional yaitu keseluruhan aspek keolahragaan yang saling terkait secara terencana, sistematis, terpadu, dan berkelanjutan sebagai satu kesatuan yang meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelola, pembinaan, pengembangan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan keolahragaan nasional.</p>
<p lang="id-ID">
<p>Arti olahraga secara yuridis (hukum) menurut Undang-Undang No 3,2005 yaitu segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong,membina,serta mengembangkan potensi jasmani,rohani,dan sosial.</p>
<p lang="id-ID">
<p>Arti olahraga secara yuridis menurut Keppres No.131 tahun 1962 yaitu segala kegiatan atau usaha untuk mendorong, membangkitkan, mengembangkan, dan membina kekuatan jasmaniah maupun rohaniah pada tiap manusia.</p>
<p lang="id-ID">
<p>Olahraga dalam arti luas yaitu segala kegiatan manusia yang dapat mendorong, membangkitkan, membangun, dan membina segala kekuatan atau potensi fisik jasmaniah, mental rohani untuk membangun manusia Indonesia Baru, yang rasial anthropologis baru, yang mental rohaniah baru, yang <em>dedication of life</em>-nya diberikan untuk Indonesia.</p>
<p lang="id-ID">
<p>Klarifikasi olahraga menurut Undang-Undang No 3,2005 tentang  sistem keolahragaan</p>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Olahraga 	pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan 	sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan 	untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, ketrampilan, kesehatan, 	dan kebugaran jasmani.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>Olahraga 	rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan 	kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan 	kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, 	kebugaran, dan kegembiraan.</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Olahraga 	prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olagragawan 	secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi 	untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan 	teknologi keolahragaan.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Olahraga 	amatir adalah olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau 	kegemaran.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Olahraga 	profesional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh 	pendapatan  dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas 	kemahiran berolahraga.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID">Olahraga 	penyandang cacat adalah olahraga yang khusus dilakukan sesuai dengan 	kondisi kelainan fisik  dan/atau mental seseorang.</p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>Olahraga 	pendidikan adalah olahraga yang digunakan atau dimanfaatkan untuk 	mendidik, olahraga yang ditetapkan sesuai dengan tujuan pendidikan 	(sejarah olahraga hal 39).</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p>Program olahraga wajib adalah program olahraga yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kurikulum dan dilaksanakan menurut jadwal pelajaran sekolah.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Program olahraga karya adalah program olahraga yang diberilan diluar jam pelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa yang berbakat untuk mengembangkan bakatnya.</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Prinsip penyelengaraan keolahragaan yaitu :</p>
<p>a.Demokratis, tidak diskriminatif dan menjunjung tinggi nilai keagamaan, nilai budaya, dan kemajemukan bangsa.</p>
<p lang="id-ID">b.Keadilan sosial dan nilai kemanusiaan yang beradab.</p>
<p lang="id-ID">c.Sportivitas dan menjunjung tinggi nilai etika dan estetika.</p>
<p lang="id-ID">d.Pembudayaan dan keterbukaan.</p>
<p lang="id-ID">e.Pengembangan kebiasaan hidup sehat.</p>
<p lang="id-ID">f.Pemberdayan peran serta masyarakat.</p>
<p lang="id-ID">g.Keselamatan dan keamanan</p>
<p lang="id-ID">h.Keutuhan jasmani dan rohani</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">Ruang lingkup olahraga ada 3 yaitu :</p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">1.Olahraga pendidikan</p>
<p lang="id-ID">2.olahraga rekreasi; dan</p>
<p lang="id-ID">3.olahraga prestasi</p>
<p lang="id-ID">
<p>Perbedaan antara pendidikan jasmani dengan olahraga terletak pada sasaran, kadar, dan luas ruang lingkup garapannya. Pendidikan jasmani bersifat umum, mendasar atau fundamental, berorientasi pada upaya yang optimal. Sedangkan olahraga lebih spesifik, menekankan pemuncak dan posisi terbaik, serta selalu berorientasi pada output yang unggul (prestatif).</p>
<p lang="id-ID">
<p>3.Persamaan dan perbedaan arti akademik dan yuridis (hukum)</p>
<p lang="id-ID">3.1 persamaan :</p>
<ul>
<li>
<p lang="id-ID">Sama 	–sama ingin menyehatkan badan</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mengembangkan 	potensi diri</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Mempunyai 	sifat rutin dilakukan sehari hari</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Sama 	–sama memiliki aturan</p>
</li>
</ul>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">3.2 perbedaan :</p>
<ul>
<li>
<p lang="id-ID">Dilakukan 	hanya untuk menyehatkan badan saja (akademik)</p>
</li>
<li>Dilakukan 	untuk mengukir suatu prestasi (yuridis)</li>
<li>
<p lang="id-ID">Tidak 	memiliki klarifikasi (akademik)</p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID">Memiliki 	klarifikasi (olahraga pendidikan,rekreasi,prestasi,profesianal, dll)</p>
</li>
</ul>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=286&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/dasar-dasar-guru-pendidikan-jasmani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Belajar dalam Pembelajaran</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/revolusi-belajar-dalam-pembelajaran/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/revolusi-belajar-dalam-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Revolusi Belajar dalam Pembelajaran Jika kita melihat suatu permainan yang baru, besar kemungkinan kita akan menganggap permainan itu sulit. Tetapi setelah kita mengetahui cara atau teknik permainan tersebut, tentu kita akan menganggap permainan itu mudah, bahkan mungkin akan sangat menggemarinya. Sebenarnya demikian juga dengan belajar. Ketika kita telah memahami cara belajar yang benar maka belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=284&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		H1 { margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; page-break-after: auto } 		H1.western { font-family: "Times New Roman", serif } 		H1.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode" } 		H1.ctl { font-family: "Tahoma" } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<h1>Revolusi Belajar dalam Pembelajaran</h1>
<p>Jika kita melihat suatu permainan yang baru, besar kemungkinan kita akan menganggap permainan itu sulit. Tetapi setelah kita mengetahui cara atau teknik permainan tersebut, tentu kita akan menganggap permainan itu mudah, bahkan mungkin akan sangat menggemarinya.</p>
<p>Sebenarnya demikian juga dengan belajar. Ketika kita telah memahami cara belajar yang benar maka belajar menjadi sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi siapapun. Sementara sebagai guru, kita seringkali mendapati siswa yang mengeluh karena kesulitan dalam belajar atau bahkan tidak menyenangi kegiatan belajar.</p>
<p>Tak sedikit siswa menganggap belajar sebagai sebuah beban atau momok. Jika sudah demikian, siswa akan terus mengalami kesulitan untuk menerima pelajaran apapun. Maka potensi besar yang ada dalam diri setiap siswa pun tidak tergali secara maksimal.</p>
<p>Mengajarkan cara belajar agar dapat menggali potensi yang ada sebenarnya merupakan bagian dari revolusi belajar.  Saat ini revolusi belajar telah banyak diterapkan di berbagai tingkatan sekolah terutama pada beberapa sekolah unggulan dan bimbingan belajar. Revolusi belajar sendiri dapat diartikan suatu kegiatan belajar yang memanfaatkan serta menyelaraskan cara kerja otak kiri dan kanan.  Karena sebenarnya konsep revolusi belajar didasarkan pada fungsi dan struktur otak manusia,  yang terdiri dari belahan kiri dan kanan atau disebut otak kiri dan otak kanan.</p>
<p>Di dalam bukunya yang berjudul Revolusi Belajar untuk Anak, Bob samples (2002) melontarkan gagasan menakjubkan tentang : (1) Fungsi otak-pikiran sebagai sistem terbuka;  (2) Modalitas, kecerdasan, gaya, dan kreatifitas dalam belajar, serta cara-cara mengembangkannya: (3) Pemanfaatan musik, suara, relaksasi, gambar, humor, dan mimpi untuk membangun suasana bermain dan belajar secara efektif serta mengasyikkan dengan anak-anak, tanpa mengurangi hakikat pembelajaran; (4) Aktivitas, kiat, dan saran yang mudah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan belajar dan mengakses informasi melalui seluruh modalitas belajar yang kita miliki.</p>
<p>Adapun revolusi belajar yang dapat dilakukan meliputi : bagaimana cara membaca, cara menghapal, serta bagaimana cara berpikir kreatif. Salah satu metode membaca yang baik adalah dengan menggunak metode SQ3R: <em>survey</em> (meninjau), <em>question</em> (bertanya), <em>read</em></p>
<p>(membaca), <em>recite</em> (menuturkan) , dan <em>review</em> (mengulang).</p>
<p>Disamping itu perlu juga memperhatikan tipe modalitas belajar dari masing-masing siswa. Secara umum tipe modalitas belajar dapat dibagi menjadi tiga  yakni : visual, auditorial dan kinestetik. Seorang guru hendaklah memperhatikan aspek modalitas belajar para siswanya. Artinya seorang guru harus mempu memfasilitasi semua tipe modalitas belajar dari para siswanya. Bukan sebaliknya, hanya memperhatikan hanya salah satu tipe modalitas belajar saja.</p>
<p>Modalitas belajar adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang dalam menyerap segala macam pelajaran atau pengetahuan. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih cepat menangkap pelajaran berupa gambar atau grafik.  Tipe modalitas belajar auditorial biasanya mudah menangkap materi pelajaran jika melalui suara. Sedangkan tipe belajar kinestetis adalah tipe belajar yang lebih cenderung pada kegiatan melakukan praktek secara langsung.</p>
<p>Cara mencatat yang baik adalah dengan memggunakan metode <em>Cornell</em> dan <em>Mind map</em>. Mencatat dengan metode <em>Cornell</em>, yaitu dengan membagi dua kolom pada buku catatan kita. Kolom yang lebih kecil digunakan untuk mencatat hal-hal yang sifatnya khusus, seperti bagian materi yang sulit atau mencatat rumus-rumus penting.</p>
<p>Sedangkan metode <em>Mind map</em> adalah sebuah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan mampu memetakan pikiran yang ada dalam diri kita. <em>Mind map</em> sebenarnya merupakan suatu sistem grafis yang melibatkan seluruh potensi otak kiri dan otak kanan. <em>Mind map</em> sangat berguna untuk membuka potensi otak yang masih tersembunyi dalam suatu proses berpikir.</p>
<p>Untuk mengingat, bisa digunakan metode  loci, assosiasi dan <em>chunking</em>. Ketiga metode ini bisa meningkatkan daya ingat karena memaksimalkan kerja otak kanan. Contoh metode asosiasi adalah mengambil suku kata yang mudah diingat. Misalnya, untuk mengingat negara-negara yang ada di Asia Selatan, bisa dibuat kalimat <em>bapa ibhune srimala</em>, yang artinya Bangladesh, Pakistan, India, Bhutan Nepal, Srilangka dan Maladewa. Metode <em>chunking</em>, adalah metode untuk mengingat angka dengan cara mengelompokannya sehingga mudah dihafal.</p>
<p>Sedangkan metode loci adalah metode yang menggunakan simbol atau gambar yang berasosiasi dengan pemahaman. Metode ini mengasosiasikan item-item yang ingin diingat (dihapalkan) dengan tempat atau benda tertentu secara spesifik dan familiar dengan kita. Jadi kita harus memilih tempat yang kita kenal dengan baik. Misalnya, bagian rumah atau kamar. Maka kita dapat mengasosiasikan item-item yang ingin kita ingat dengan benda-benda yang ada di kamar. Dengan membayangkan benda-benda tersebut, maka diharapkan kita mampu mengingat item-item yang sudah diasosiasikan dengan benda-benda tersebut.</p>
<p>(-)Anda ingin anak anda sukses dalam belajar? Bacalah buku menarik ini,<br />
dapatkan di CORDOVA Bookstore Online</p>
<p><span id="more-284"></span></p>
<p>SINOPSIS:</p>
<p>&#8220;Tampaknya, peristiwa paling buruk (di dunia ini) adalah jika sekolah<br />
dijalankan dengan metode ancaman, paksaan, dan autoritas semu.&#8221; (ALBERT<br />
EINSTEIN)</p>
<p>Bob Samples sepertinya menyimpan kecemasan yang sama dengan Einstein<br />
ketika berbicara tentang sistem belajar di sekolah. Mengawali karir<br />
sebagai seorang guru sekolah anak-anak, Samples sangat memahami bahwa<br />
sistem sekolah yang kaku, dogmatis, searah, pasif, dan tertutup akan<br />
membelenggu kebebasan siswa untuk berekspresi. Sistem ini pada akhirnya<br />
membuat mereka menjadi manusia yang tidak kreatif dan berwawasan sempit.</p>
<p>Di dalam buku ini, Samples melontarkan gagasan menakjubkan tentang:</p>
<p>- fungsi otak-pikiran sebagai sistem terbuka;<br />
- modalitas, kecerdasan, gaya, dan kreatifitas dalam belajar, serta<br />
cara-cara mengembangkannya;<br />
- pemanfaatan musik, suara, relaksasi, gambar, humor, dan mimpi untuk<br />
membangun suasana bermain dan belajar secara efektif serta mengasyikkan<br />
dengan anak-anak, tanpa mengurangi hakikat pembelajaran;<br />
- aktifitas, kiat, dan saran yang mudah dilakukan untuk mengembangkan<br />
kemampuan belajar dan mengakses informasi melalui seluruh modalitas<br />
belajar yang kita miliki.</p>
<p>Disamping memperkaya cara-cara belajar yang diuraikan dalam QUANTUM<br />
LEARNING dan REVOLUSI CARA BELAJAR, buku ini juga membekali Anda dengan<br />
kemampuan belajar lebih jauh untuk mengidentifikasi dan menajamkan<br />
modalitas, gaya belajar, kreatifitas, dan kedewasaan Anda.</p>
<p>* BOB SAMPLES adalah pengarang enam buku, termasuk karya klasik METAPHORIC<br />
MIND. Sejak 1960-an dia mengabdikan dirinya untuk menyelidiki masalah<br />
pembelajaran. Tulisan dan karya filmnya telah memenangi berbagai<br />
penghargaan nasional.</p>
<p>3. QUANTUM LEARNING: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan</p>
<p>Oleh: Bobbi DePorter &amp; Mike Hernacki</p>
<p>&#8220;Karena hasil tidak memuaskan yang dicapai sekolah-sekolah umum, Quantum<br />
Learning menjadi suatu keharusan. Kita hidup dalam dunia yang penuh<br />
tantangan. Strategi dalam buku ini dapat membantu memberikan<br />
tantangan-tantangan tersebut kepada orang dari segala usia agar sukses<br />
dalam kehidupan.&#8221; &#8211;Patrick Foley, Presiden, CEO DHL Worldwide Express.</p>
<p>4. QUANTUM TEACHING: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas</p>
<p>Oleh: Bobbi De Porter, Mark Reardon, Sarah Singer-Nourie</p>
<p>&#8220;Untuk guru-guru yang telah kehilangan idealisme, gairah, cinta mengajar<br />
yang pernah mereka miliki, saya menganjurkan Quantum Teaching. Buku ini<br />
akan mengobarkan kembali api dalam diri Anda &#8211;juga dari siswa Anda!<br />
&#8211;Jack Canfield, Penulis Chicken Soup for the Soul</p>
<p><strong>Revolusi Belajar dalam Pembelajaran</strong> <strong>[Opini]</strong></p>
<p>Revolusi Belajar dalam Pembelajaran</p>
<p>Oleh : Indra Yusuf</p>
<p>Ketika kita melihat suatu permainan yang baru, besar kemungkinan kita akan menganggapnya permainan itu sulit. Tetapi setelah kita mengetahui cara atau teknik permainan tersebut, tentu kita akan menganggap permainan itu mudah, bahkan mungkin akan sangat menggemarinya. Sama halnya saat kita mencoba suatu jenis alat musik, tentu pertama kali akan terasa sulit. Namun setelah kita mengetahui cara dan biasa menggunakannya, tentu kita akan merasakan bermain musik itu sangat mengasyikan.<br />
Sebenarnya demikian juga dengan belajar. Ketika kita telah memahami cara belajar yang benar maka belajar menjadi sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi siapapun. Sementara sebagai guru, kita seringkali mendapati siswa yang mengeluh karena kesulitan dalam belajar atau bahkan tidak menyenangi kegiatan belajar (baca : sekolah). Karena tidak sedikit siswa yang menganggap belajar sebagai sebuah beban atau momok. Jika sudah demikian keadaanya, siswa akan terus mengalami kesulitan untuk menerima pelajaran apapun. Maka potensi besar yang ada dalam diri setiap siswa pun tidak tergali secara maksimal.<br />
Sebagai seorang guru yang profesional tentu kita berkewajiban untuk terus berupaya memotivasi dan menjaga semangat belajar siswanya. Namun disamping itu ada yang lebih penting, yakni mengenalkan sekaligus mengajarkan cara atau seni belajar kepada</p>
<p>siswa. Sehingga nantinya siswa akan merasa enjoy dalam belajar. Karena cara belajar adalah kunci dari kegiatan belajar itu sendiri. Sekolah akan menjadi suatu tempat yang menyenangkan dan tidak lagi dianggap sebagai tempat yang memenjarakan bagi para siswa.<br />
Mengajarkan cara belajar agar dapat menggali potensi yang ada sebenarnya merupakan bagian dari revolusi belajar. Saat ini revolusi belajar telah banyak diterapkan diberbagai tingkatan sekolah terutama pada beberapa sekolah unggulan dan bimbingan belajar. Revolusi belajar sendiri dapat diartikan suatu kegiatan belajar yang memanfaatkan serta menyelaraskan cara kerja otak kiri dan kanan. Karena sebenarnya konsep revolusi belajar didasarkan pada fungsi dan struktur otak manusia. Sebagaimana kita ketahui manusia dianugrahi otak yang terdiri dari belahan kiri dan kanan atau disebut otak kiri dan otak kanan.<br />
Ternyata kedua otak tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Otak kanan memiliki sifat long term memory atau mampu mengingat dalam jangka waktu yang lebih lama. Kegiatan otak kanan lebih pada pengolahan informasi yang berupa irama, musik, imajinasi, emosi, warna, gambar dan diagram. Sedangkan otak kiri yang tergolong short term memory atau mengingat dalam jangka waktu yang lebih pendek. Otak Kiri berkaitan dengan kemampuan verbal, matematis, analitis, sistematis dan bersifat logis. Aktifitas yang dapat direspon secara baik oleh otak kiri diantaranya adalah membaca, menulis dan berhitung. Sebagai contoh yang membuktikan bahwa daya ingat otak kanan lebih panjang dari otak kiri adalah saat guru bertemu dengan muridnya. Guru akan lebih dulu mengenal wajahn muridnya dibandingkan dengan namanya. Di dalam bukunya yang berjudul Revolusi Belajar untuk Anak, Bob samples (2002) melontarkan gagasan menakjubkan tentang : (1) Fungsi otak-pikiran sebagai sistem terbuka; (2) Modalitas, kecerdasan, gaya, dan kreatifitas dalam belajar, serta cara-cara mengembangkannya: (3) Pemanfaatan musik, suara, relaksasi, gambar, humor, dan mimpi untuk membangun suasana bermain dan belajar secara efektif serta mengasyikkan dengan anak-anak, tanpa mengurangi hakikat pembelajaran; (4) Aktivitas, kiat, dan saran yang mudah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan belajar dan mengakses informasi melalui seluruh modalitas belajar yang kita miliki. Adapun revolusi belajar yang dapat dilakukan meliputi : bagaimana cara membaca, cara menghapal, serta bagaimana cara berpikir kreatif. Salah satu metode membaca yang baik adalah dengan menggunak metode SQ3R survey (meninjau), question (bertanya), read (membaca), recite (menuturkan) , dan review (mengulang).<br />
Disamping itu perlu juga memperhatikan tipe modalitas belajar dari masing-masing siswa. Secara umum tipe modalitas belajar dapat dibagi menjadi 3 yakni : visual, auditorial dan kinestetik. Seorang guru dalam kegiatan \\ hendaklah memperhatikan aspek modalitas belajar para siswanya. Artinya seorang guru harus mempu memfasilitasi semua tipe modalitas belajar dari para siswanya. Bukan sebaliknya hanya memperhatikan hanya salah satu tipe modalitas belajar saja. Modalitas belajar adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang dalam menyerap segala macam pelajaran atau pengetahuan. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih cepat menangkap pelajaran jika erupa gambar atau grafik. Tipe modalitas belajar auditorial biasanya mudah menangkap materi pelajaran jika melalui suara. Sedangkan tipe belajar kinestetis adalah</p>
<p>tipe belajar yang lebih cenderung pada kegiatan melakukan praktek secara langsung.<br />
Cara mencatat yang baik adalah dengan memggunakan metode Cornell dan Mind Maping. Mencatat dengan metode cornell, yaitu dengan membagi dua kolom pada buku catatan kita. Kemudian kolom yang lebih kecil digunakan untuk mencatat hal-hal yang</p>
<p>sifatnya khusus, seperti bagian materi yang sulit atau mencatat rumus-rumus penting. Metode mind Map adalah sebuah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan mampu memetakan pikiran yang ada dalam diri kita. Mind Map sebenarnya merupakan suatu sistem grafis yang melibatkan seluruh potensi otak kiri dan otak kanan. Mind map sangat berguna untuk membuka potensi otak yang masih tersembunyi dalam suatu proses berpikir.<br />
Sedangkan Cara mengingat dapat menggunakan metode loci, assosiasi dan chunking. Ketiga metode ini bisa meningkatkan daya ingat karena memaksimalkan kerja otak kanan. Contoh dari metode asosiasi, ambil suku kata yang mudah diingat, misal untuk mengingat negara-negara yang berada di Asia Selatan dengan bantuan kalimat bapa ibhune srimala, yang artinya Bangladesh, Pakistan, India, Bhutan Nepal, Srilangka dan Maladewa. Metode chunking, adalah metode untuk mengingat angka dengan cara mengelompokanny sehingga mudah dihafal.<br />
Sedangkan metode loci adalah metode yang menggunakan simbol atau gambar yang berasosiasi dengan pemahaman. Metode ini mengasosiasikan item-item yang ingin diingat (dihapalkan) dengan tempat atau benda tertentu (spesifik) yang familiar dengan kita. Jadi kita harus memilih tempat yang kita kenal dengan baik. Misalnya, bagian rumah atau kamar. Maka kita dapat mengasosiasikan item-item yang ingin kita ingat dengan benda-benda yang ada di kamar. Dengan membayangkan benda-benda tersebut, maka diharapkan kita mampu mengingat item-item yang sudah diasosiasikan dengan benda-benda tersebut.<br />
Cara berpikir kreatif yakni berpikir dengan sudut pandang yang berbeda, berpikir optimis karena semua dapat kita kerjakan dan meninggalkan gaya berpikir konservatif. Berkat berpikir kreatif inilah karya dan kesuksesan besar diraih, sehingga tidaklah berlebihan jika berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan. Diharapkan dengan menerapkan revolusi belajar dalam pembelajaran dapat menggali dan melejitkan potensi siswa yang masih tersembunyi. Bagaimanapun setiap siswa memiliki potensi untuk mengantarkannya ke sebuah gerbang kesuksesanya.</p>
<p>Penulis adalah guru SMA Negeri 7 Cirebon dan Pengajar Bimbel Ganesha Operation Cirebon.</p>
<p>Alfa Class</p>
<p>Penelitian terbaru tentang akselerasi dalam proses pembelajaran adalah melibatkan seluruh bagian otak secara menyeluruh seperti fisik, pikiran, indra dan emosi. Bahkan menurut Profesor Diamond, rahasia terdalam bagi proses pembelajaran di otak adalah kesiapan pembelajar (siswa) untuk menerima informasi, dan itu terjadi jika otak dalam keadaan relaxed alertness (waspada yang relaks), yaitu pada kondisi alfa. Hasil pengukuran dengan mesin EEG, otak dalam kondisi alfa mempunyai gelombang elektro</p>
<p>magnetik 8-12 cps (cycle per second), suatu kondisi ideal untuk belajar (optimum learning state),sehingga proses KBM lebih optimal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=284&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/revolusi-belajar-dalam-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Preses Penilaian</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/preses-penilaian/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/preses-penilaian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[penilaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/preses-penilaian/</guid>
		<description><![CDATA[EVALUASI HASIL BELAJAR BAB &#8211; I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Kegiatan Evaluasi Hasil Belajar merupakan salah satu upaya pencapaian tujuan pendidikan karena hasil evaluasi ini merupakan indicator dari keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan baik secara parsiil maupun dari keseluruhan proses belajar mengajar yang dapat digunakan sebagai bahan therapy kegagalan belajar. b. Evaluasi hasil belajar merupakan bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=283&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		H1 { margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-decoration: underline } 		H1.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 10pt; font-weight: normal } 		H1.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 10pt; font-weight: normal } 		H1.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		P { margin-bottom: 0cm; text-align: justify } 		P.western { font-family: "Courier New", monospace } 		H3 { margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify } 		H3.western { font-family: "Courier New", monospace; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H3.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H3.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H2 { margin-left: 7.62cm; text-indent: -1.27cm; margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify } 		H2.western { font-family: "Courier New", monospace; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H2.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H2.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt; font-weight: normal } --></p>
<h1><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></h1>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>EVALUASI HASIL BELAJAR</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>BAB  &#8211; I</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Umum</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Kegiatan Evaluasi Hasil Belajar merupakan salah satu upaya pencapaian tujuan pendidikan karena hasil evaluasi ini merupakan indicator dari keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan baik secara parsiil maupun dari keseluruhan proses belajar mengajar yang dapat digunakan sebagai bahan therapy kegagalan belajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Evaluasi hasil belajar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari usaha-usaha pendidikan secara keseluruhan termasuk untuk mengukur tingkat efisiensi dan efektifitas dari segenap aspek kurikulum pendidikan yang meliputi penentuan bahan ajaran, kualitas dan kuantitas alat instruksi, metoda mengajar, bimbingan dan pengasuhan dengan menggunakan waktu dan kualitas serta kuantitas tenaga pendidik yang tersedia.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Kegiatan evaluasi hasil belajar pada hakekatnya adalah kegiatan pengukuran dan penilaian terhadap perkembangan peserta didik sebagai hasil dari proses belajar mengajar.  Dan dengan terbatasnya waktu yang tersedia untuk setiap mata pelajaran dalam menyelenggarakan suatu pendidikan, maka perlu adanya penyesuaian penggunaan metoda evaluasi hasil belajar yang praktis dan sistematis.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Maksud dan tujuan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Maksud</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Evaluasi hasil belajar ini dimaksudkan sebagai pedoman umum untuk mencapai keseragaman dalam penggunaan evaluasi hasil belajar yang berdaya guna dan tepat guna agar tercapai tujuan pendidikan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tujuan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Evaluasi hasil belajar ini bertujuan untuk mencapai hasil didik yang sebaik-baiknya dalam suatu proses belajar mengajar.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Ruang Lingkup dan Tata Urut</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Naskah ini meliputi penjelasan tentang pokok-pokok evaluasi hasil belajar, evaluasi aspek jasmani peserta didik sebagai hasil proses belajar mengajar.  Disusun dengan tata urut sebagai berikut  :</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pendahuluan.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pokok-pokok 	evaluasi hasil belajar.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Penentuan 	nilai perkembangan peserta didik.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Evaluasi 	akhir pelajaran.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Penutup.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Pengertian-Pengertian</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Lihat Lampiran A.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>BAB   II</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>POKOK-POKOK EVALUASI HASIL BELAJAR</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">5. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Umum</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Pokok-pokok evaluasi hasil belajar terdiri dari tujuan, fungsi, obyek, cirri-ciri dan tahap-tahap kegiatan evaluasi perkembangan peserta didik yang meliputi aspek-aspek penilaian yaitu aspek sikap dan perilaku, aspek pengetahuan dan keterampilan serta aspek jasmani.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">6. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tujuan Evaluasi Hasil Belajar</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Tujuan evaluasi hasil belajar adalah mengukur tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan setiap Peserta didik yang memiliki aspek sikap dan perilaku , aspek pengetahuan dan aspek ketrampilan serta aspek jasmani.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">7. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Fungsi Evaluasi Hasil Belajar</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Fungsi evaluasi hasil belajar untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik yang dapat digunakan dalam :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Therapi bagi peserta didik yang mengalami kegagalan belajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Menentukan keberhasilan (lulus/tidak lulus).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Menentukan klasisifikasi dan reklasifikasi personel.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d.	Perbaikan penyelenggaraan proses pendidikan (umpan balik).</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">8. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Obyek  dan Ciri Alat Evaluasi Hasil Belajar yang baik</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Perkembangan sikap dan perilaku.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Perkembangan pengetahuan dan ketrampilan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Perkembangan jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">9. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Ciri-ciri alat evaluasi hasil belajar yang baik</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Ciri-ciri alat evaluasi hasil belajar yang baik adalah :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Valid</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. Alat evaluasi hasil belajar yang valid adalah yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, setiap kegiatan evaluasi hasil belajar ditujukan untuk memperoleh gambaran yang seharusnya tentang kemampuan Peserta didik dalam hasil proses belajar mengajar.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Obyektif</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Alat evaluasi hasil belajar yang obyektif adalah alat evaluasi hasil belajar  yang dapat memberikan gambaran yang benar tentang sesuatu yang dievaluasikan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Reliabel</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Alat evaluasi hasil belajar yang realibel adalah alat evaluasi hasil belajar yang stabil dan dapat dipercaya dimana apabila digunakan berulang-ulang akan menunjukan hasil yang relatif sama.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Mempunyai kemampuan membanding</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> . Alat evaluasi hasil belajar yang mempunyai kemampuan membanding adalah alat evaluasi hasil belajar yang dapat mem-bedakan tingkat intensitas belajar antara Peserta didik yang satu dengan lainnya dan antara yang pandai dengan Peserta didik yang kurang pandai.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">e. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Memenuhi kemampuan sampling</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Alat evaluasi hasil belajar yang memenuhi kriteria sampling adalah alat evaluasi hasil belajar yang memuat persoalan-persoalan yang mewakili setiap bagian materi pelajaran secara sistimatis dan merata.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">f. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Sesuai dengan tingkat belajar peserta didik</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Alat evaluasi hasil belajar yang sesuai dengan tingkat berfikir Peserta didik adalah alat evaluasi hasil belajar yang menggunakan bahasa peristilahan sesuai dengan taraf berfikir Peserta didik. Hendaklah dihindari adanya alat evaluasi hasil belajar yang tidak dapat dikerjakan oleh peserta didik hanya dikarenakan tidak dimengertinya maksud bahasa dan peristilahan yang digunakan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">10. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tahap-Tahap Kegiatan Evaluasi</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Tahap-tahap kegiatan evaluasi perkembangan Peserta didik dalam proses belajar mengajar terdiri dari : pre tes, tes selama proses belajar mengajar dan tes akhir meliputi aspek-aspek penilaian yaitu aspek sikap dan perilaku, aspek pengetahuan dan ketrampilan dan aspek jasmani, sebagai berikut  :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tes awal</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Yang dimaksud dengan tes awal adalah usaha untuk mengukur tingkat kemampuan Peserta didik pada awal memasuki pendidikan dari seluruh aspek penilaian yang meliputi aspek-aspek sikap dan perilaku, pengetahuan dan ketrampilan serta jasmani.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Tujuan tes awal.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Bahan untuk pengelompokan peserta didik dalam kelompok-kelompok belajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Bahan untuk penentuan kegiatan binbingan dan pengasuhan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Tes awal aspek sikap dan perilaku. Tes awal aspek sikap dan perilaku dilaksanakan hanya apabila diperlukan bagi kepentingan lembaga khususnya untuk mengetahui motivasi Peserta didik dalam mengikuti pendidikan yang bersangkutan. Tes dilaksanakan melalui penyiapan cekhlis isian yang disusun oleh lembaga sesuai kebutuhan, selanjutnya hasil tes digunakan sebagai data peserta didik dalam aspek sikap dan perilaku . Bagi pendidikan yang tidak melaksanakan pre tes aspek sikap dan perilaku , data sikap dan perilaku  awal peserta didik diambilkan dari data yang dibawa sebagai persyaratan administrasi awal, khususnya tentang data sikap dan perilaku seperti : Hasil psikotes, daftar penilaian dari satuan pengirim dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Tes awal aspek pengetahuan dan ketrampilan. Tes awal aspek pengetahuan dan ketrampilan atau lebih dikenal dengan istilah diagnostik I dilaksanakan untuk  mengetahui apakan calon Pserta didik sudah mengetahui pengetahuan dasar yang dipersyaratkan dalam menerima pengetahuan dari berbagai pelajaran yang akan didapat dari pendidikan yang bersangkutan. Bentuk tes awal aspek pengetahuan dan ketrampilan menggunakan tehnik tes dengan berbagai bentuk baik tes obyektif maupun tes subyektif sesuai dengan kebutuhan, jenis pendidikan serta tingkat intelektualitas Peserta didik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Tes awal aspek Jasmani.	Tes awal aspek jasmani dilakukan sebagai bahan input jasmani peserta didik berupa tes kesegaran jasmani. Pelaksanaannya didahului dengan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan untuk mengikuti tes kesegaran jasmani selanjutnya bentuk tes berupa tes kesegaran A dan tes kesegaran B sesuai petunjuk penyelenggaraan tes kesegaran jasmani yang diberlakukan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tes selama proses belajar mengajar</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. Yang dimaksud dengan tes selama proses belajar mengajar tes yang dilakukan untuk mengukur pencapaian tujuan pendidikan pada tahapan tujuan instruksional umum (TIU) maupun tujuan instruksional khusus (TIK).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Tujuan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Untuk mengetahui perkembangan kemajuan belajar Peserta didik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Untuk mengetahui kesulitan Peserta didik dalam menerima pelajaran.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Tes aspek sikap dan perilaku.	Evaluasi aspek sikap dan perilaku selama proses belajar mengajar dilaksanakan dengan tehnik tes mata pelajaran dalam subyek Bin Kejuangan dan Kepribadian serta menggunakan tehnik non tes yaitu berupa : Observasi dan wawancara.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Tes aspek pengetahuan dan keterampilan. Tes selama proses belajar mengajar pada aspek pengetahuan dan keterampilan, dilakukan dengan :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Tes formatif yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana Peserta didik telah terbentuk setelah mengikuti suatu progaram tertentu. </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Dalam pelaksanaanya tes formatif menggunakan semua bentuk tes yang diberlakukan dalam evaluasi aspek pengetahuan dan ketrampilan, hasilnya secara komuilatif akan diperhitungkan bersama tes-tes lainnya baik tes diagnostik maupun tes akhir.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Tes disgnostik yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. Tes diagnostik diperlukan apabila terjadi kesulitan belajar diantara peserta didik hasil tes tersebut akan digunakan untuk mengetahui penyebab dan mencari therapi penyembuhan. Tes diagnostik ini apabila dilaksanakan nilaianya secara komulatif digabungkan beserta nilai-nilai tes lainnya yang hasil akhirnya merupakan prestasi Peserta didik dalam mata pelajaran tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Tes aspek Jasmani.	Tes selama proses belajar dalam aspek jasmani dilaksanakan dengan tehnik tes mata pelajaran ketangkasan jasmani yang terdapat dalam subyek Bin jasmnai yang hasilnya secara komulatif akan diperhitungkan bersama tes kesegaran jasmani dan tes evaluasi fisik pada tes akhir</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tes Akhir</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Yang dimaksud dengan tes akhir atau dikenal dengan istilah tes sumatif, adalah tes yang dilakukan setelah program setiap bidang studi atau setiap kegiatan kurikuler selesai dilaksanakan seluruhnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 1)	Tujuan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Untuk mengukur pencapaian tujuan kurikuler .</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Daftar dalam penghitungan pencapaian prestasi setiap Peserta didik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Tes akhir aspek sikap dan perilaku. Evaluasi aspek sikap dan perilaku menggunakan tehnik non tes yaitu berupa : observasi dan wawancara yang hasil/nilainya digabung dengan teknik tes terhadap hasil/nilai prestasi materi pelajaran (bila ada) yang terpadat pada subyek Bin Kejuangan dan Kepribadian  dalam RPP Kurikulum.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Tes akhir aspek pengetahuan dan ketrampilan. Evaluasi aspek  pengetahuan dan ketrampilan atau dikenal dengan istilah tes sumatif, merupakan tes yang mutlak dilaksanakan dalam rangka evaluasi aspek pengetahuan dan ketrampilan setelah kegiatan program pengajaran dari suatu mata pelajaran selesai dilaksanakan. Hasil/nilai tes akhir ini digabungkan dengan nilai tes lainnya untuk satu mata pelajaran dengan menggunakan rumus  :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> N MP	= </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">NTf + NTd  + NTs</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> n</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">N MP	=	Nilai prestasi dalam MP tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NTf	=  	Nilai tes formatif (apabila ada).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NTd	=  	Nilai tes diagnostik.  (apabila ada).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NTs	=  	Nilai tes sumatif.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">n	=  	Jumlah banyaknya tes yang dilaksanakan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Tes akhir aspek jasmani.	Tes akhir aspek jasmani merupakan kegiatan dalam evaluasi aspek jasmani meliputi tes kesegaran dan tes evaluasi fisik dengan didahului oleh observasi terhadap  postur tubuh, yang pelaksanaannya sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Kesegaran, dengan tes kesegaran A dan Tes kesegaran B.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Evaluasi fisik dengan tes ketangkasan pada setiap jenis ketangkasan jasmani yang ditentukan, sesuai dengan jenis dan macam pendidikannya, meliputi  :  Berenang, Lintas Medan, Halang Rintang, Ketahanan Mars dan Kecepatan Mars.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">11. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi aspek dan perilaku</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. Tujuan evaluasi aspek sikap dan perilaku adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dibidang sikap dan perilaku.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">12. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Unsur-unsur yang di evaluasi aspek sikap dan perilaku </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> a.	Bentuk non tes, yaitu  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Mental spiritual, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Kejujuran.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Penguasaan diri.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d)	Toleransi sosial dalam kehidupan beragama.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 2)	Mental Idiologi, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Keyakinan dan pengalaman terhadap Pancasila dan UUD 1945.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Rasa persatuan dan kesatuan bangsa.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 3)	Mental keprajuritan, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Disiplin.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Ketabahan dan keuletan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Keberanian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d)	Rasa Tanggung Jawab.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">e)	Percaya kepada diri sendiri.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">f)	Kemampuan menyelesaikan tugas.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">g)	Inisiatif.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">h)	Loyalitas trimarga.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">i)	Kemampuan menyatakan kehendak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">j)	Keterbukaan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">k)	Kewibawaan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">l)	Kemampuan kerja sama</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">m)	Kemampuan mengambil keputusan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">n)	Kemampuan merencanakan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">o)	Kemampuan meyesuaiakan diri.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">p)	Kemampuan mengembangkan diri.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">q)	Kemampuian berorganisasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Bentuk tes yaitu materi pelajaran yang terpadat pada subyek Bin Kejuangan dan Kepribadian  dalam RPP Kurikulum pendidikan yang bersangkutan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">13. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tehnik dan alat yang digunakan </span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">:</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Bentuk non tes.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1) </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tehnik.</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Tehnik evaluasi yang digunakan dalam mengevaluasi 	aspek sikap dan perilaku berupa tehnik non tes, yaitu :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> a) </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Observasi</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Observasi dilakukan selama dalam proses belajar mengajar, termasuk pada saat kritis seperti  tes  jasmani , latihan, kegiatan non kurikulum dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Observasi dilakukan oleh segenap personel lemdik yang tugas atau jabatannya berhubungan langsung dengan peserta didik, sehingga memungkinkan untuk melakukan observasi.Yang termasuk katagori ini adalah :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Komandan-komandan Satuan Pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Tenaga Pendidik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Para pembimbing/pengasuh Peserta didik.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> b) </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Wawancara</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Wawancara dilakukan untuk melengkapi data evaluasi sikap dan perilkau yang telah dilakukan dengan observasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Wawancara dilakukan terutama oleh Komandan Satuan Pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2) </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Alat</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. 	Alat yang digunakan dalam mengevaluasi aspek sikap dan perilaku adalah :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Observasi menggunakan cekhlist observasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Wawancara menggunakan pedoman wawancara.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Bentuk tes yaitu teknik dan alat yang digunakan sama dengan teknik dan alat pada aspek pengetahuan dan keterampilan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">14. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tata cara pelaksanaan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Pelaksanaan evaluasi</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Bentuk non tes.	Evaluasi sikap dan perilaku dilaksanakan secara periodik setiap bulan dan didokumentasikan di staf yang terkait dengan pengajaran, dengan tujuan untuk kepentingan therapi dan menjamin obyektifitas penilaian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Bentuk tes.	Evaluasi sikap dan perilaku dilaksanakan setelah satu mata pelajaran yang terdapat dalam subyek Bin Kejuangan dan Kepribadian  pada RPP Kurikulum selesai diajarkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Pembobotan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Bentuk non tes.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Pembobotan dibedakan untuk setiap jenis pendidikan </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Pembobotan ditentukan sebagai berikut  :</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="639" rules="COLS">
<col width="58"></col>
<col width="382"></col>
<col width="70"></col>
<col width="71"></col>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="58"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NOMOR 				URUT</span></td>
<td rowspan="2" width="382"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">UNSUR 				PENILAIAN</span></td>
<td colspan="2" width="155"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">BOBOT</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">DIK 				GOL PA</span></td>
<td width="71"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">DIK 				GOL BA</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td width="58"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1</span></td>
<td width="382"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2</span></td>
<td width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3</span></td>
<td width="71"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td width="58"></td>
<td width="382"></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1.</span></td>
<td width="382"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mental 				Spiritual</span></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382">
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ketaqwaan 					kepada Tuhan Yang Maha Esa.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kejujuran</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Penguasaan 					diri</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Toleransi 					sosial dalam kehidupan beragama</span></li>
</ol>
</td>
<td width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></td>
<td width="71"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382"></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2.</span></td>
<td width="382"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mental Ideologi</span></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382">
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Keyakinan 					dan Pengamalan terhadap Pancasila dan UUD 45.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Rasa Persatuan 					dan Kesatuan Bangsa</span></li>
</ol>
</td>
<td width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></td>
<td width="71"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382"></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3.</span></td>
<td width="382"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mental Keprajuritan</span></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382">
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Disiplin</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ketabahan dan 					keuletan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Keberanian</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Rasa Tanggung 					Jawab</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Percaya pada 					diri sendiri</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					menyelesaikan tugas</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Inisiatif</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Loyalitas Tri 					Marga</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					menyatakan kehendak</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Keterbukaan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kewibawaan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					kerja sama</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					mengambil keputusan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					merencanakan</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					menyesuaikan diri</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuanemengembangkan 					diri</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kemampuan 					berorganisasi</span></li>
</ol>
</td>
<td width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></td>
<td width="71"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">45</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">50</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">35</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382"></td>
<td width="70"></td>
<td width="71"></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="58"></td>
<td width="382"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jumlah</span></td>
<td width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1000</span></td>
<td width="71"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1000</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Kriteria penilaian untuk setiap unsur penilaian dari aspek sikap dan perilaku dapat dilihat pada lampiran “B”.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 2)	Bentuk tes.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Pembobotan nilai dari materi pelajaran (apabila ada yang terdapat dalam subyek Bin Kejuangan dan Kepribadian pada RPP Kurikulum, dengan menggunakan rumus  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bobot Mata Pelajaran	= 	JJP	X	B	X	1000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (5 X JM)	+	(3 X JP)	+	(2 X JF)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterangan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JJP	= Jumlah Jam Pelajaran (sesuai bobot MP yang dicari)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">B	=	Bobot sesuai katagori (sesuai bobot katagori MP yang cari, Mutlak : 5, Penting : 3, Faedah : 2)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JM	=	Jumlah jam pelajaran katagori mutlak</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JP	=	Jumlah jam pelajaran katagori penting</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JF	=	Jumlah jam pelajaran katagori faedah</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pada pendidikan Secaba PK Tahap I terdapat materi pelajaran dalam subyek Bin Kejuangan dan Kepribadian pada RPP Kurikulum, sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Peanan Agama dalam kehidupan sehari-hari = 10 JP, katagori Mutlak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Pancasila	= 15 JP, katagori Mutlak</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Binwasitalid	= 16 JP, katagori Penting</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	GBHN		= 13 JP, katagori Berfaedah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mencari bobot materi pelajaran tersebut, sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	MP Peranan Agama dalam kehidupan sehari-hari  =</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> JJP	X	B	X	1000	= </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">50.000</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> =	251</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (5 X JM)	+	(3 X JP)	+	(2 X JF)		199 </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	MP Pancasila		= 377</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	MP Binwasitalid	= 241</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	MP GBHN		= 131</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Kriteria penialan untuk setiap unsur penilaiandari aspek sikap dan perilaku bentuk non tes dapat dilihat pada lampiran C.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Cara menghitung nilai masak </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Bentuk non tes.	Cara menghitung nilai masak tiap-tiap unsur menggunakan rumus sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NM	= </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> N  x  B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 1000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NM	=	Nilai masak setiap unsur penilaian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">N	=	Nilai Mentah setiap unsur penilaian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">B	=	Bobot</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Contoh perhitungan nilai masak  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Unsur penilaian dalam kriteria aspek sikap dan perilaku pada unsur penilaian keberanian dalam kriteria mental prajurit = 800</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bobot nilai pada unsur penilaian keberanian = 40.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai masak pelajar A pada unsur penilaian keberaniaan, adalah  :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">800 x 40</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> =  32</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 1000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jika rata-rata dari 23 unsur penilaian hasil nilai mentah bobot nilai pelajar A seperti tersebut diatas, maka nilai masak pelajar A dlaam aspek sikap  perilaku adalah  :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">x 	 32  =  736</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Bentuk tes.	Cara menentukan nilai masak, dengan cara  :  Nilai mentah tiap-tiap materi X bobot tiap-tiap materi pelajaran.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	MP Peranan Agama	Dalam kehidupan </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> sehari-hari, nilai				= 80</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	MP Pancasila					= 70</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	MP Binwasitalid				= 75</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	MP GBHN					= 80</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Menentukan nilai masak, dengan cara  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	MP Peranan Agama	X  Bobot</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 80 x 251  =	20080</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	MP Pancasila	X Bobot</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">70 x 377  =	26390</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	MP Binwasitalid x Bobot</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">75 x 241  =	18075</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	MP GBHN x Bobot</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 80 x 131  =	10480</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 5)	Cara menghitung nilai prestasi.	Urutan menghitung nilai prestasi murni, sebagai berikut  :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Cari 	nilai prestasi dari hasil bentuk non tes.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Cari 	nilai prestasi dari hasil bentuk tes (apabila ada)</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Perbandingan 	indeks hasil nilai prestasi bentuk non tes dengan indeks hasil 	prestasi bentuk tes adalah = 70 : 30</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mencari nilai prestasi masing-masing tes, menggunakan rumus sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> a)	Bentuk non tes.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NP	= </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NM</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NP	=   Nilai prestasi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NM	=   Jumlah nilai masak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> b)	Bentuk tes.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NP	= </span><span style="font-family:Symbol,serif;"><span style="text-decoration:underline;">å</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"> NM</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NP	=   Nilai prestasi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NM	=   Jumlah nilai masak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Contoh  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (1)	Nilai prestasi pelajar A dalam bentuk non tes =</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 23 x 32  =  736</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (2)	Nilai prestasi pelajar A dalam bentuk tes =</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">2080	x	26390	x	18075	x	10480</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> = </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">75025</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> =	750,25</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100					100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Menentukan nilai prestasi murni hasil perbandingan bobot nilai prestasi bentuk non tes dan nilai prestasi bentuk tes adalah sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Npm	= </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Npnt	X	70</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> + </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Npt	X	30</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100				100</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> = </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">736,00	X	70</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> + </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">750,25	X	30</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100				100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> =	515,2	+	225,075	=	740,275</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Catatan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :	Apabila pada kurikulum tidak terdapat materi pelajaran dalam subyek bin kejuangan dan kepribadian (ekstra kurikuler), maka nilai prestasi yang digunakan adalah prestasi bentuk non tes.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">15. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi aspek Ilmu pengetahuan dan ketrampilan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Tujuan evaluasi aspek pengetahuan dan ketrampilan adalah untuk mengukur tingkat kecakapan dibidang akademik baik berupa ilmu pengetahuan maupun ketrampilan sebagai bagian dari pengukuran tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">16.	Unsur-unsur yang dievaluasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Pengetahuan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Penguasaan materi secara teoritis sesuai tingkat kecakapan yang dituntut.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Kemampuan memecahkan persoalan secara logis dan sistimatis.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterampilan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Mempunyai kemampuan melaksanakan suatu pekerjaan sesuai tingkat kecakapan yang harus dicapai.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Mempunyai kemampuan memecahkan persoalan yang berkaitan dengan suatu pekerjaan secara logis dan sistimatis.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">17. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tehnik dan bentuk evaluasi aspek ilmu pengetahuan dan ketrampilan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Teknik</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Teknik evaluasi yang digunakan dalam mengevaluasi aspek pengetahuan dan ketrampilan berupa tehnik tes, meliputi :</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 	tertulis.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 	lisan (oral).</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 	praktek baik berupa aplikasi, ketrampilan maupun ketangkasan.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Bentuk</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Bentuk tes yang digunakan tergantung tehnik evaluasi yang dipilih, meliputi :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Tes tertulis.	Tes tertulis adalah jenis tes yang diberikan secara tertulis, dengan bentuk :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> a)	Tes obyektif, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Benar &#8211; salah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Hal-hal yang harus diperhati-kan dalam menyusun soal Benar-Salah:</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">i.	Beri petunjuk pengerjaan-nya dengan jelas dan memakai kalimat sederhana yang dapat dipahami oleh Peserta idik dengan mudah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">ii.	Kalimat pernyataan harus tegas, benar atau sebaliknya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">iii.	Hindarkan pemakaian per-nyataan yang terlalu umum, juga kata-kata yang memberikan petunjuk secara tidak langsung bahwa pernyataan tersebut benar atau salah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">iv.	Hindarkan penggunaan kata-kata yang negatif seperti tidak, bukan dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Cara menentukan nilai, dengan menggunakan rumus :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Score = Jumlah jawaban benar =  B &#8211; S</span></p>
<h3><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Score</span></h3>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Nilai =	                      X Indek soal B &#8211; S</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Jumlah soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (2)	Pilihan Jamak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Soal tes bentuk pilihan jamak, terdiri atas pembawa pokok persoalan dan pilihan jamak.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Pembawa pokok persoalan dapat dikemukakan dalam bentuk pernyataan dan dapat pula dalam bentuk pertanyaan yang belum lengkap, sering disebut </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Stem</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Pilihan jawaban itu kalimat disebut </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Option</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">i.	Option yang tidak merupakan jawaban yang benar.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">ii.	Analisa hubungan antar hal, yaitu yang dapat diguna-kan untuk melihat kemampuan peserta didik dalam meng-analisis hubungan antara pertanyaan dengan alasan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">iii.	Variasi negatif artinya setiap pertanyaan mempunyai beberapa kemungkinan jawaban, diantaranya disediakan satu kemungkinan jawaban yang salah. Tugas peserta didik adalah memilih jawab yang salah tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">iv.	Variasi berganda, artinya memilih beberapa kemungkinan jawaban yang semua betul, tetapi ada jawaban yang paling betul. Tugas peserta didik adalah mencarai jawaban yang paling betul tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">v.	Variasi yang tidak lengkap, artinya memiliki beberapa kemungkinan jawaban yang ke-semuanya belum lengkap. Tugas peserta didik mencari satu kemungkinan dan menyelesaikan-nya. </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Hal-hal yang harus diperhati-kan dalam menyusun tes tertuis dengan bentuk pilihan jamak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">i.	Berilah petunjuk menger-jakannya yang jelas.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">ii.	Jangan memasukan materi yang tidak relevan dengan kenyataan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">iii.	Pernyataan dan option hendaknya merupakan kesatuan kalimat yang tidak terputus.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">iv.	Panjang option pada suatu soal hendaknya sama.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">v.	Usahakan agar sistem dann option tidak mudah diasosiasi-kan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">vi.	Dalam penyusunannya, pola kemungkinan jawaban yang betul hendaknya jangan sistimatis.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(e)	Cara menentukan nilai dengan menggunakan rumus :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Score  = Jumlah jawaban benar = </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Score</span></p>
<h2><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai =      	           X indeks soal pilihan jamak</span></h2>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Jumlah soal </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (3)	Isian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Bentuk isian merupakan soal yang menghendaki jawaban dengan suatu perkataan atau suatu bilangan yang jawabannya hanya dapat dinilai benar atau salah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Kalimat sependek mungkin.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Usahakan memberikan kemung-kinan jawaban dengan kata atau kalimat yang pasti kebenarannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Jumlah yang dikosongkan (option) tipe soal maksimal 4.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(e)	Tidak dibenarkan option yang pertama diletakan didepan kalimat.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(f)	Option harus dapat digabungkan /disatukan dengan pernyataan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(g)	Cara menentukan nilai, dengan menggunakan rumus :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Score  = </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Score</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai =                                       X  Indek soal uraian</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Jml option yang harus diisi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Tes subyektif berupa uraian (essay)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Tes uraian terutama bertujuan untuk mengukur kemampuan menguraikan apa yang terdapat dalam pikiran tentang suatu masalah yang diajukan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jawaban diberikan dalam bentuk uraian berupa kalimat yang berangkai dan disusun secara sistimatis. Bentuk jawaban dari tes uraian ini, secara garis besar dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Uraian bebas (convergan), yakni tes yang harus dijawab dengan uraian secara bebas.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Contoh :  Salah satu prinsip pen-didikan TNI-AD adalah “Pendidikan Militer merupakan pendidikan yang bertingkat dan berlanjut” Jelaskan maknanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Uraian terikat (divergan), yakni tes yang harus dijawab dengan uraian yang berdasarkan teori tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Contoh : Katdaldik adalah seperang-kat dukumen pendidikan sebagai alat kendali dalam operasi pendidikan yang merupakan perwujudan kurikulum pendidikan TNI AD. Uraikanlah sruktur Katdaldik TNI AD.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tes tertulis bentuk uraian (essay) :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Petunjuk harus tegas dan jelas.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Unsur-unsur yang harus di-uraikan, disusun secara sistimatis.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Kelengkapan jawaban harus merupakan satu uraian yang me-nerangkan satu permasalahan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Cara menentukan nilai tes uraian .</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Cari dahulu nilai uraian sesuai dengan tingkat kesukarannya, caranya adalah sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">i.	Tentukan nilai bobot indek kesukaranya, yaitu  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bobot uraian sekar	= 	5</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bobot uraian sedang	= 	3</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bobot uraian mudah	=	2</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">ii.	Cari nilai setiap soal uraian dengan menggunakan rumus sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Untuk soal sukar :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 5</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> X  Nur</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">5 n1  +  3 n2  + 2  n3 </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Untuk soal sedang :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 3</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> X  Nur</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 5 n1  +  3  n2  +  2  n3 </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Untuk soal mudah :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 2 </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> X  Nur </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">5  n1  +  3  n2  +  2  n3 </span></p>
<p><span id="more-283"></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Catatan </span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">:</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nur 	=	Nilai mentah maksimal untuk soal uraian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> n1	= Jumlah soal sukar.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">n2	= Jumlah soal sedang.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">n3	= Jumlah soal mudah.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sediakan 	kunci jawaban yang berisi pokok-pokok jawaban yang tercantum nilai 	idealnya (hasil perhitungan tersebut a di atas).</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jawaban 	yang menyimpang sama sekali dari pokok jawaban diberi nilai mulai 	nilai 0.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 2)	Tes Lisan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Tes lisan adalah tes yang digunakan untuk mengetahui response yang diuji melalui pertanyaan-pertanyaan atau instruksi lisan. Tujuan nya untuk :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Menilai kemampuan dalam memecahkan masalah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Menilai proses berpikir, terutama kemampuan melihat hubungan sebab akibat.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Menilai kemampuan menggunakan bahasa lisan / berbicara efektif.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Menilai kemampuan mempertanggung jawabkan suatu pendapat atau konsep yang dikemukakan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> b)	Bentuk tes lisan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Tes lisan berstruktur, yaitu tes lisan yang menuntut jawaban yang sistimatis  sesuai dengan pemintaan penguji.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Tes lisan bebas, yaitu tes lisan yang memintakan jawaban tidak menekankan sistimatis jawabannya, tetapi lebih mengutamakan kelengkapannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> c)	Alat yang dipersiapkan dalam tes lisan :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Pedoman pertanyaan, berisi pokok-pokok pertanyaan evaluasi yang akan diajukan,. Ketentuannya sama seperti penyiapan tes tertulis bentuk uraian (essay).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Lembaran penilaian, berupa format yang akan digunakan untuk mencatat score hasil penilaian keberhasilan menjawab pertanyaan yang diajukan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d)	Cara penilaian, sama seperti cara penilaian tes tertulis bentuk uraian (essay), cekhlis penilaian lihat lampiran D dan E.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Digunakan 	apabila diperlukan sebagai pelengkap tes tertulis.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Tes praktek.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Tes aplikasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	yang dimaksud dengan tes aplikasi adalah tes tes dalam bentuk pemberian penugasan untuk mengaplikasikan bentuk antara lain :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Penugasan karya tulis.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Pemecahan masalah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c )	Aplikasi pekerjaan staf.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Menyusun perencanaan suatu kegiatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Digunakan terutama pada pendidikan pada golongan perwira.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Alat yang dipersiapkan untuk tes aplikasi :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Lembar penugasan dengan disertai data yang diperlukan untuk memecah persoalan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Jawaban sekolah sebagai salah satu alternatif jawaban.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Checklist penilaian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Tes praktek baik ketrampilan maupun ketangkasan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Tes praktek ketrampilan/ketangkasan adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban yang menggunakan perbuatan atau tindakan, dengan demikian berfungsi sebagai penilaian terhadap kemampuan melakukan sesuatu perbuatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Kegunaan tes ini :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Untuk mengetahui kemampuan menggunakan suatu alat yang diajarkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Untuk mengetahui kemampuan melakukan suatu perbuatan berdasarkan petunjuk atau teori tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Untuk mengetahui kemampuan yang susah dilakukan verbalisasi (diucapkan dengan kata-kata).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Alat yang diperlukan untuk pelak-sanaan tes praktek baik ketangkasan maupun ketrampilan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Checklist tugas yang harus dikerjakan, sebagai bahan pertanya-an dilemparkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	 Bahan berupa alins/alongins yang diperlukan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Checklist penilaian.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Tes ini digunakan terutama pada pendidikan pembentukan, pendidikan pengembangan spesialisasi dan pendidikan ilpengtek.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(5)	Cara penilaian, berupa checklist lihat contoh pada lampiran H.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">18. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tata cara pelaksanaan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Alternatif cara yang digunakan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Aspek pengetahuan dan ketrampilan dapat memilih salah satu alternatif bentuk sebagi berikut : </span></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="639" rules="COLS">
<col width="26"></col>
<col width="283"></col>
<col width="22"></col>
<col width="22"></col>
<col width="22"></col>
<col width="22"></col>
<col width="22"></col>
<col width="22"></col>
<col width="22"></col>
<col width="35"></col>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NO.</span></td>
<td rowspan="2" width="283"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">BENTUK</span></td>
<td colspan="7" width="237"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">ALTERNATIF</span></td>
<td rowspan="2" width="35"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">KET</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">I</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">II</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">III</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">IV</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">V</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">VI</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">VII</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1.</span></td>
<td width="283"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 				Tertulis Obyektif</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283">
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Benar 					– Salah</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pilihan 					Jamak</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Isian</span></li>
</ol>
</td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22">
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22">
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X </span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2.</span></td>
<td width="283"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 				Tertulis Subyektif</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Uraian 				(Essay)</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3.</span></td>
<td width="283"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 				Aplikasi/praktek ketangkasan</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">keterampilan</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">X</span></td>
<td width="35"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="283"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="22"></td>
<td width="35"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Jumlah jam ujian khusus tertulis</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. Jumlah jam evaluasi khusus tes tertulis disesuaikan dengan jumlah jam yang keseluruhan khusus teori dari mata pelajaran  tersebut  yang tercantum dalam RPP dengan ketentuan sebagai berikut :</span></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="639" rules="COLS">
<col width="52"></col>
<col width="286"></col>
<col width="257"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="52"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NO.</span></td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JUMLAH 				JP MATA PELAJARAN YBS DALAM RPP</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JUMLAH 				JAM EVALUASI</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="52"></td>
<td width="286"></td>
<td width="257"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52">
<ol>
<li></li>
</ol>
</td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1 				S/D 4 JP</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ujian 				singkat 1 x 15 menit</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52">
<ol>
<li></li>
</ol>
</td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">5 				S/D 9 JP</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1 				x 1 Jam Pelajaran</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52">
<ol>
<li></li>
</ol>
</td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">10 				S/D 20 JP</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1 				x 2 Jam Pelajaran</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52">
<ol>
<li></li>
</ol>
</td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">21 				S/D 39 JP</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1 				x 3 Jam Pelajaran</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52">
<ol>
<li></li>
</ol>
</td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40 				S/D 59 JP</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2 				x 2 Jam Pelajaran</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52">
<ol>
<li></li>
</ol>
</td>
<td width="286"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">60 				JP Keatas</span></td>
<td width="257"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3 				x 2 Jam Pelajaran</span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="52"></td>
<td width="286"></td>
<td width="257"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Jumlah soal</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Ujian singkat selama 15 menit, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	B-S  	=	3 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Pilihan jamak 	=  	2 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Isian         	=  	1 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d)	Uraian        	=  	-</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Selama 1 Jam pelajaran, terdiri dari :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Alternatif 	I dan II.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	B-S	=  	5 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Pilihan jamak	=	5 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Isian	=	3 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Uraian	=	2 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Alternatif III dan IV.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Isian	=	5 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Uraian	=	3 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Alternatif V dan VI.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Uraian	=	5 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Selama 2 jam pelajaran, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Alternatif I dan II.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	B-S	=	10 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Pilihan jamak	=	10 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Isian	=	5 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Uraian	=	3 soal </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Alternatif III dan IV.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Isian	=	10 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Uraian	=	5 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Alternatif V dan VI.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Uraian	=	8  soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Selama 3 jam pelajaran, terdiri dari :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Alternatif I dan II.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	B-S	=	15 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Pilihan jamak	=	15 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Isian	=	8 soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Uraian	=	4 soal </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Alternatif III dan IV.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Isian	=	15  soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Uraian	=	6  soal</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Alternatif  V dan VI.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Uraian	=	10 soal </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Pembobotan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">. Jumlah nilai mentah untuk setiap bentuk berdasarkan alternatif tersebut diatas, ditentukan sebagai berikut : </span></span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="639" rules="COLS">
<col width="26"></col>
<col width="265"></col>
<col width="21"></col>
<col width="27"></col>
<col width="22"></col>
<col width="27"></col>
<col width="27"></col>
<col width="27"></col>
<col width="22"></col>
<col width="34"></col>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NO.</span></td>
<td rowspan="2" width="265"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">BENTUK</span></td>
<td colspan="7" width="256"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">ALTERNATIF</span></td>
<td rowspan="2" width="34"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">KET</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td width="21"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">I</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">II</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">III</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">IV</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">V</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">VI</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">VII</span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1.</span></td>
<td width="265"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 				Tertulis Obyektif</span></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265">
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Benar 					– Salah</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pilihan 					Jamak</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Isian</span></li>
</ol>
</td>
<td width="21"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20</span></td>
<td width="22">
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">25</span></td>
<td width="27">
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">25</span></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2.</span></td>
<td width="265"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 				Tertulis Subyektif</span></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Uraian 				(Essay)</span></td>
<td width="21"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">40</span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">75</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">75</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">100</span></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">100</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3.</span></td>
<td width="265"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes 				Aplikasi/praktek ketangkasan</span></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">keterampilan</span></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">100</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">100</span></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">100</span></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="26"></td>
<td width="265"></td>
<td width="21"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="27"></td>
<td width="22"></td>
<td width="34"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Perbandingan bobot tes tertulis dan praktek pada alternatif II, IV dan VI adalah :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tes tertulis : tes praktek = 40 :  60</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">e. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Angka mati, ujian ulang dan ujian susulan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Angka mati. Angka mati ditentukan hanya untuk mata pelajaran katagori mutlak dengan nilai mentah sama dengan atau lebih kecil dari nilai 39,99.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Ujian ulang.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Ujian ulang dapat diberikan kepada peserta didik yang mendapatkan angka mati atau nilai kurang dari 65.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Pada prinsipnya ujian ulang diberikan hanya 1 (satu) kali, kecuali bagi yang memperoleh angka mati apabila setiap ujian ulang masih tetap memperoleh angka mati diberikan kesempatan maksimum 2 (dua) kali.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Nilai yang diberikan maksimal 65, apabila nilai hasil ujian ulang lebih kecil dari pada nilai semula maka yang dipakai adalah nilai semula.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Ujian susulan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Diberikan kepada peserta didik yang tidak dapat mengikuti ujian dengan alasan yang sah sesuai ketentuan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Ujian susulan menggunakan naskah baru.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">19. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi aspek jasman</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">i. Tujuan evaluasi aspek jasmani adalah untuk mengukur tingkat kemampuan jasmani sebagai bagian dari pengukuran tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pendidik secara keseluruhan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">20. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Unsur-unsur yang dievaluasi dalam aspek jasmani</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.   Unsur-unsur yang dievaluasi dalam aspek jasmani meliputi kemampuan jasmani yang dipunyai oleh Peserta didik dilihat dari 3 komponen, yaitu :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Postur tubuh,</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> yaitu menunjukan sikap, gerak dan bentuk yang harmonis tegap dan kokoh sehingga menunjukan wibawa lahiriah sebagai seorang prajurit TNI AD. Terdiri dari :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Sikap.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Gerak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Bentuk tubuh.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Struktur anatomi.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Kesegaran jasmani,</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> yaitu menunjukan tingkat kemampuan jasmani dalam mengatasi dan menyelesaikan tugas-tugas fisik dengan baik tanpa mengakibatkan suatu kelelahan yang berati. Unsur-unsur , terdiri dari</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Kekuatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Daya/tenaga.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Kecepatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Daya tahan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">5)	Kelincahan</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">6)	Ketepatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">7)	Koordinasi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">8)	Keseimbangan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">9)	Kelenturan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Evaluasi fisik, yaitu kegiatan mengukur dan menilai yang menunjukkan tingkat keadaan dan kesanggupan serta kemampuan seseorang dengan seua organnya dalam mengatur sikap dan gerak dalam mengatasi dan menyelesaikan pekerjaan jasmani.  Unsur-unsurnya terdiri dari  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 1)	Kondisi daya kemampuan gerak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 2)	Kondisi kemampuan perkembangan gerak yang dimiliki.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 3)	Kondisi daya penyesuaian terhadap gerakan yang telah diajarkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d.	Ketangkasan jasmani, yaitu menunjukan kecakapan dalam mengatur gerak untuk mengawasi macam dan bentuk gerakan baik yang bersifat umum maupun yang khusus dalam perkembangan gerak selanjutnya untuk digunakan sesuai dengan keperluan. Unsur-unsurnya :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Daya kemampuan gerak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Perkembangan kemampuan gerak yang dimiliki.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Daya penyesuaian terhadap gerakan yang baru dilihat/diajarkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Kecakapan khusus.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">21. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tehnik dan bentuk evaluasi</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Tehnik evaluasi. Tehnik evaluasi yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi aspek jasmani, adalah :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Tehnik non tes untuk evaluasi postur tubuh.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Tehnik tes untuk evaluasi kesegaran dan ketangkasan gerak.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Untuk evaluasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Evaluasi postur tubuh. Evaluasi postur tubuh dilaksanakan dengan tehnik non tes dalam bentuk observasi dengan meengunakan cekhlis, dimana hasil penilaiannya digunakan sebagai bahan penilaian postur secara keseluruhan dan tidak dalam bentuk nilai yang  diperhitungkan  sebagai prestasi hasil belajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Evaluasi kesegaran jasmani. Evaluasi kesegaran jasmani dilaksanakan dengan tehnik tes dalam bentuk tes  kesegaran jasmani meliputi tes kesegaran A dan tes kesegaran B yang pelaksanaannya berdasarkan ketentuan yang diberlakukan, nilai tes kesegaran jasmani ini merupakan hasil konversi nilai murni kesegaran jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Evaluasi fisik. Evaluasi fisik dilaksanakan dengan teknik tes dalam bentuk tes ketangkasan gerak dengan materi-materi :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Berenang.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Kecakapan mengatasi rintangan bangunan .</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Kecakapan mengatasi rintangan medan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d)	Ketahanan mars/jalan kaki.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">e)	Kecepatan mars/jalan kaki.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Catatan :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Macam materi ketangkasan gerak yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dari jenis/macam pendidikannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Tehnik penilaian sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Evaluasi ketangkasan jasmani.	Evaluasi ketangkasan jasmani dilaksanakan dengan teknik tes dalam bentuk tes ketangkasan dengan materi pelajaran ketangkasan jasmani yang terdapat didalam RPP Kurikulum Pendidikan yang diselenggarakan.   Secara umum dalam setiap macam pendidikan terdapat evaluasi pelajaran ketangkasan jasmani sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Medan tangkas, terdiri dari  :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Halang 	Rintang.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Lintas 	Medan.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Kecepatan 	Mars.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ketahanan 	Mars.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Renang 	Militer, meliputi  :</span></li>
</ol>
<ol>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Renang 		Dasar.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Renang 		Taktis.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Renang 		Ponco.</span></li>
</ol>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Loncat 	Kendaraan.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mountenering, 	meliputi  :</span>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tali 		Baru</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Tali 		Lama</span></li>
</ol>
</li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Ralasuntai.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Senam 	Militer.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Perkelahian 	Militer, meliputi :</span>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">BDM</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Perkelahian 		Sangkur</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Lempar 		pisau dan kampak.</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">22. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tata cara penilaian aspek jasmani</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Tata cara penilaian yang akan dibahas dalam pasal ini adalah tata cara penilaian materi jasmani yang merupakan materi penilaian aspek jasmani, meliputi :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Kesegaran jasmani</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Mencari nilai mentah kesegaran jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Cari nilai kesegaran jasmani sesuai dengan tata cara tes kesegaran jasmani yang berlaku yang terdiri dari</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Nilai tes kesegaran A.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Nilai tes kesegaran B.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Gabungan nilai tes kesegaran A dan nilai tes kesegaran B, 	dengan rumus :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai Murni = </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Nilai tes A + nilai tes B</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2 </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Konversikan nilai tersebut kedalam nilai mentah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Nilai mentah kesegaran jasmani tersebut merupakan prestasi Peserta-didik aspek jasmani khusus tentang kesegaran jasmani yang bersangkutan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Ketangkasan jasmani</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Untuk mencari nilai mentah ketangkasan jasmani, cara pengukuran prestasi menggunakan table penilaian/nilai di lapangan.  Nilai ini merupakan nilai prestasi peserta didik pada aspek jasmani khusus kelompok ketangkasan jasmani.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi fisik</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Untuk mencari nilai nilai mentah evaluasi fisik, cara pengukuran prestasi menggunakan table penilaian.  Nilai ini merupakan nilai prestasi peserta didik pada aspek jasmani khusus kelompok evaluasi fisik.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Cara menentukan nilai masak</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Apabila hanya terdapat materi kesegaran jasmani dan evaluasi fisik dalam subyek Bin Jasmani pada RPP Kurikulum, cara menentukan nilai masak sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai kesegaran jasmani lapangan dikonfersi ke dalam nilai mentah.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai mentah kesegaran jasmanai dan nilai mentah masing-masing unsur evaluasi fisik dikalikan dengan harga nilai (HN) dengan rumus sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> unsur nilai evaluasi fisik  X  HN</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Contoh  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Peserta didik A adalah pelajar Secaba PK Tahap I memperoleh nilai mentah Kesegaran Jasmani dan evaluasi fisik sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Nilai Kesegaran Jasmani	= 70</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Nilai Berenang		= 72</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Nilai Lintas Medan		= 70</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Nilai Halang Rintang	= 68</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(5)	Nilai Ketahanan Mars	= 70</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(6)	Nilai Kecepatan Mars	= 68</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai Masak kesegaran jasmani dan evaluasi fisik peserta didik A adalah  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Nilai masak kesegaran jasmani = 70 x 300 = 21000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Nilai masak Evaluasi Fisik  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Nilai Berenang		= 72 x 150	= 10800</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Nilai Lintas Medan		= 70 x 125	=   8750</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Nilai Halang Rintang	= 68 x 150	= 10200</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Nilai Ketahanan Mars	= 70 x 175	= 12250</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(e)	Nilai Kecepatan Mars	= 68 x 100	=   6800</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Apabila tercantum materi kesegaran jasmani, evaluasi fisik dan ketangkasan jasmani dalam subyek bin jasmani pada RPP kurikulum, cara menentukan nilai masak sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai kesegaran jasmani dan nilai evaluasi fisik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(rumus sama point (1), hanya bobot HN berbeda)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai ketangkasan jasmani.  Urut-urutan penentuan nilai masak sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(1)	Cari bobot nilai materi pelajaran ketangkasan jasmani yang terdapat pada kurikulum (bila ada) dengan menggunakan rumus  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> JJP	X	B	X	300</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Bobot MP =</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (5 X JM)	+	(3 X JP)	+	(2 X JF)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterangan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JJP	=	Jumlah Jam Pelajaran (sesuai bobot MP yang dicari)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">B	=	Bobot sesuai katagori (sesuai bobot katagori MP yang dicari, Mutlak = 5, Penting = 3, Faedah = 2)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">300	=	HN Ketangkasan</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JM	=	Jumlah Jam Pelajaran Katagori Mutlak</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JP	=	Jumlah Jam Pelajaran Katagori Penting</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">JF	=	Jumlah Jam Pelajaran Katagori Berfaedah</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pada pendidikan Secaba PK Tahap I Pria terdapat materi pelajaran ketangkasan jasmani (sesuai dengan materi pelajaran ketangkasan jasmani yang terdapat dalam RPP kurikulum) sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Senam Praktek	= 10 JP, Mutlak</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Senam Senapan	= 15 JP, Mutlak</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Loncat Kendaraan	= 16 JP, Penting</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Bela Diri Militer	= 13 JP, Berfaedah</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mencari bobot materi pelajaran tersebut sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Bobot MP Senam Praktek  =</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 10	X	5	X	300</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">=</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (5 X 25)	+	(3 X 16)	+	(2 X 13)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">=	15000	=	75,37	(Dibulatkan menjadi 75)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Bobot Senam Senapan	= 113,06 (113)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Bobot Loncat Kendaraan	=   72,36 (73)</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Bobot Bela Diri Militer	=   39,19 (39)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Catatan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Didalam pertimbangan karena ada pembulatan jumlah keseluruhan HN tersebut = 300, maka perlu penyesuaian pada perhitungan bobot setiap MP ketangkasan jasmani sehingga jumlah menjadi tepat = 300.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Nilai Mentah Pelajar A hasil transfer dari table penilaian atau dari nilai lapangan adalah  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	MP Senam Praktek, Nilai	= 80</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	MP Senam Senapan, Nilai	= 70</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	MP Loncat Kendaraan, Nilai= 75</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	MP Bela Diri Militer, Nilai	= 80</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Menentukan nilai masak dengan menggunakan rumus:</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nm	=	Nmt X B</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterangan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nm	= Nilai Masak setiap MP</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nmt	= Nilai Mentah setiap MP</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">B	= Bobot setiap MP</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	Nilai Masak MP Senam Praktek</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">= 80  X  75 = 6000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	Nilai Masak MP Senam Senapan</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">= 70  X  113  = 7910</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	Nilai Masak MP Loncat Kendaraan</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">= 75  X  73  = 5475</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	Nilai Masak MP Bela Diri Militer</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">= 80  X  39  = 3120</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Nilai prestasi akhir aspek jasmani.  Untuk mencari nilai prestasi akhir aspek jasmani sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Nilai mentah kesegaran jasmani dan nilai mentah pada unsur-unsur materi evaluasi fisik dikalikan dengan HN unsur penilaian aspek jasmani yang tergantung pada jenis pendidikannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Nilai mentah ketangkasan jasmani dikalikan bobot nilai yang telah ditentukan (sesuai rumus perhitungan bobot pada cara menentukan nilai masak).</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Catatan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :	Apabila pada kurikulum harga nilai hanya terdapat materi kesegaran jasmani dan evaluasi fisik, maka bobot ketangkasan jasmani tersebut tidak berlaku.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Apabila terdapat materi kesegaran jasmani dan evaluasi fisik dalam subyek bin jasmani pada RPP kurikulum, cara menentukan nilai prestasi aspek jasmani menggunakan rumus  :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NM</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Np	= </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterangan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Np	= Nilai prestasi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NM	= Jumlah Nilai Masak tiap unsur</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pelajar A mendapat nilai masak kesegaran jasmani dan evaluasi fisik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai masak kesegaran jasmani  : 70 X 300 = 2100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai masak evaluasi fisik  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (1)	Nilai Berenang	= 72 x 150	= 10800</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Nilai Lintas Medan	= 70 x 125	=   8750</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Nilai Halang Rintang	= 68 x 150	= 10200</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Nilai Ketahanan Mars= 70 x 175	= 12250</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(5)	Nilai Kecepatan Mars= 68 x 100	=   6800</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">N Jasmani=</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">2100 + 10800 + 8750 + 10200 + 12225 + 6800</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> = 698</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Apabila terdapat materi kesegaran , evaluasi fisik dan ketangkasan jasmani dlaam subyek bin jasmani pada RPP Kurikulum, cara menentukan nilai prestasi menggunakan rumus  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai Prestasi kesegaran Jasmani dan evaluasi fisik</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NM</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Np	= </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterangan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Np	= Nilai prestasi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NM	= Jumlah Nilai Masak tiap unsur</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pelajar A mendapat nilai masak kesegaran jasmani dan evaluasi fisik  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai masak kesegaran jasmani  : 70 X 210 = 14700</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai masak evaluasi fisik  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (1)	Nilai Berenang	= 72 x 105	= 7560</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(2)	Nilai Lintas Medan	= 70 x   87	= 6090</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(3)	Nilai Halang Rintang	= 68 x 105	= 7140</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(4)	Nilai Ketahanan Mars=70 x 123	= 8610</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(5)	Nilai Kecepatan Mars=68 x   70	= 4760</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">N Jasmani=</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">14700 + 7560 + 6090+ 7140 + 8610 + 4760</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">= 488,8</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai prestasi ketangkasan jasmani  :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Symbol,serif;">å</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> NM</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Np	= </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Keterangan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Np	= Nilai prestasi</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">NM	= Jumlah Nilai Masak tiap unsur</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Contoh</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Pelajar A membuat nilai masak ketangkasan jasmani, sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(a)	MP Senam Praktek 		= 80 X   75 = 6000</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(b)	MP Senam Senapan		= 70 X 113 = 7910</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(c)	MP Loncat Kendaraan	= 75 X   73 = 5457</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">(d)	MP Bela Diri Militer		= 80 X   39 = 3120</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai prestasi ketangksan jasmani dan evaluasi fisik Pelajar A adalah  :</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">N Jasmani= </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">6000+ 7910 + 5457 + 3120</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">= 225,05</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">f.	Apabila seorang peserta didik memiliki kemampuan oleh raga serta berpotensi dalam mewakili lembaga TNI AD, daerah maupun Nasional, maka nilai jasmani diberikan kredit point sebagai berikut  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Nilai aspek jasmani murni (contoh)	= 713,65</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Nilai tambahan (1000-713,65) X 10%	=   28,64</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Nilai jasmani keseluruhan yang merupakan prestasi akhir peserta didik tersebut adalah  :</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">=	Nilai jasmani + Nilai tambahan </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">=	713,65 + 28,64</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">=	742,29</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">23. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Dalam mengevaluasi aspek sikap dan perilaku ada dua tehnik yaitu observasi dan wawancara.  Jelaskan bagaimana cara mengevaluasi dengan tehnik observasi dan siapa-siapa yang melaksanakannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Bagaimanan tata cara melaksanakan evaluasi aspek sikap dan perilaku.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Tes tertulis adalah jenis tes yang diberikan secara tertulis dengan bentuk tes obyektif dan tes subyektif berupa uraian.  Terdiri dari apa saja tes obyektif dan jelaskan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d.	Jumlah soal yang dibuat, harus menyesuaiakan dengan jumlah jam pelajaran.  Jelaskan berapa soal yang harus dibuat untuk evaluasi selam 2 Jam pelajaran.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">e.	Sebutkan 3 unsur yang dievaluasi dari aspek jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">f.	Sebutkan tehnik evaluasi yang digunakan dalam pelaksanaan evaluasi aspek jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>BAB III</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>PENENTUAN NILAI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">24. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Umum</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Penentuan nilai perkembangan peserta didik meliputi tujuan, nilai batas lulus, ketentuan tidak lulus dan penentuan nomor urut kecakapan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">25. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Tujuan penentuan lulus dan nomor urut kecakapan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Tujuan menentukan lulus dan nomor urut kecakapan adalah  :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Untuk menentukan lulus tidaknya seorang peserta didik.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Menjamin kualitas lulusan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Memberi motivasi belajar bagi peserta didik.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">26. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Nilai batas lulus</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Seorang peserta didik dinyatakan tidak lulus apabila  :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Hasil evaluasi perkembangan sikap dan perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta jasmani dinyatakan secarakualitatif yaitu dalam bentuk angka dalam skala nilai 1000.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Nilai batas lulus ditentukan sebagai berikut </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">1)	Pendidikan pertama dan pembentukan</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai prestasi sikap dan perilaku 			= 700</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai prestasi pengetahuan dan keteram-pilan 	= 650</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nillai 	prestasi jasmani 				= 650</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">2)	Pendidikan pengembangan umum</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai prestasi sikap dan perilaku 			= 700</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai prestasi pengetahuan dan keterampilan  	= 650</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Nilai prestasi jasmani 				= 600 </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">3)	Pendidikan Pengembangan Spesialisasi .</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Nilai 	prestasi sikap dan perilaku 			=  700</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai prestasi pengetahuan dan keterampilan	=  650</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Nilai prestasi jasmani 				=  600</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> (Khusus Komando dan Jas = 650 ) </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">4)	Pendidikan Peralihan</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a)	Nilai prestasi sikap dan perilaku 			=  700</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b)	Nilai prestasi pengetahuan dan keterampilan  	=  650</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c)	Nilai prestasi jasmani 				=  650</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">27. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Ketentuan tidak lulus</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Seorang peserta didik dinyatakan tidak lulus apabila  :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Mendapat angka mati.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Nilai prestasi dari salah satu aspek atau lebih dibawah norma lulus yang ditentukan. </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Apabila 25% dari mata pelajaran mutlak mendapat nilai mentah kurang dari 65.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d.	Terkena peraturan administrasi tentang ketentuan tidak lulus.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">28. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Penentuan nomor urut kecakapan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Bobot yang digunakan untuk menentukan nomor urut kecakapan adalah sebagai berikut :</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="644" rules="COLS">
<col width="28"></col>
<col width="130"></col>
<col width="16"></col>
<col width="16"></col>
<col width="16"></col>
<col width="16"></col>
<col width="16"></col>
<col width="34"></col>
<col width="22"></col>
<col width="16"></col>
<col width="16"></col>
<col width="64"></col>
<col width="28"></col>
<col width="28"></col>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="5" width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">NO. 				URUT</span></span></td>
<td rowspan="5" width="130"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">ASPEK 				PENILAIAN</span></span></td>
<td colspan="3" width="76"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">DIKMA</span></span></td>
<td colspan="2" width="46"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">DIKTUK</span></span></td>
<td rowspan="5" width="34"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">DIK 				BANG UM</span></span></td>
<td colspan="4" width="160"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">DIK 				BANG SPES</span></span></td>
<td colspan="2" width="70"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">DIK 				ALIH</span></span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="4" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">T</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="4" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="4" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">P</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="4" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="4" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">P</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td colspan="3" width="82"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">PUR 				/ BANPUR</span></span></td>
<td rowspan="4" width="64"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">NON 				PUR/ BAN PUR</span></span></td>
<td rowspan="4" width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="4" width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">P</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="3" width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">T</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="3" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">B</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
<td rowspan="3" width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">P</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">A</span></span></td>
</tr>
</tbody>
<tbody></tbody>
<tbody></tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="28"></td>
<td width="130"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="64"></td>
<td width="28"></td>
<td width="28"></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="28"></td>
<td width="130"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="64"></td>
<td width="28"></td>
<td width="28"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">1.</span></span></td>
<td width="130"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Sikap 				dan Perilaku</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="34"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="64"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"></td>
<td width="130"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="64"></td>
<td width="28"></td>
<td width="28"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">2.</span></span></td>
<td width="130"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Pengetahuan 				dan </span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">40</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">40</span></span></td>
<td width="34"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">50</span></span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">40</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">45</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">50</span></span></td>
<td width="64"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">55</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">40</span></span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"></td>
<td width="130"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Keterampilan</span></span></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="64"></td>
<td width="28"></td>
<td width="28"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"></td>
<td width="130"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="64"></td>
<td width="28"></td>
<td width="28"></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">3.</span></span></td>
<td width="130"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Jasmani</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="34"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">20</span></span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">25</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">20</span></span></td>
<td width="64"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">15</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">35</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">30</span></span></td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="28"></td>
<td width="130"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="34"></td>
<td width="22"></td>
<td width="16"></td>
<td width="16"></td>
<td width="64"></td>
<td width="28"></td>
<td width="28"></td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr>
<td width="28" height="5"></td>
<td width="130"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Jumlah</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="34"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="22"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="16"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="64"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
<td width="28"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">100</span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Catatan</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Agar dalam penilaian hasil belajar peserta didik sambil menunggu hasil revisi Bujuknik tentan EHB berpedoman kepada ST Dankodiklat TNI AD Nomor  : ST/342/2001 tanggal 30 Oktober 2001, tentang ketentuan bobot ranking kelulusan/nomor urut kecakapan peserta didik hasil sidang Wankurad (lihat lampiran)</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Cara menghitung prestasi akhir</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.	Cara menghitung prestasi akhir adalah sebagai berikut :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> PA	=</span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">(PsP x Bsp)+(Ppk x Bpk)+(Pj x Bj)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> 100</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> PA	=	Prestasi akhir.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Psp	=	Prestasi sikap dan perilaku.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Ppk	=	Prestasi pengetahuan dan ketrampilan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Pj	=	Presatasi Jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Bsp	=	Bobot sikap dan peilaku</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Bpk	=	Bobot pengetahuan dan ketrampilan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> Bj	=	Bobot Jasmani.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">c.	Penentuan nomor urut kecakapan dimulai dari nilai prestasi akhir terbesar sampai dengan terkecil. Apabila terdapat nilai prestasi yang sama, maka pertimbangan berikutnya secara berturut turut adalah nilai prestasi aspek sikap dan perilaku, aspek intelek dan aspek jasmani. Apabila masih tetap sama maka keputusan terkhir ada di tangan Komandan Lembaga Pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">d.	Contoh cara menghitung prestasi akhir dan menentukan nomor urut lulus lihat lampiran.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">29. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">a.	Sebutkan ketentuan seorang peserta didik dinyatakan tidak lulus dengan mengikuti suatu pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">b.	Jelaskan cara menentukan nomor urut kecakapan siswa.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>BAB – IV</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>EVALUASI AKHIR PELAJARAN</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><strong>(BUKAN NASKAH UJIAN)</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">30. </span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;">Evaluasi</span></span><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">.</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sebutkan 	cirri-ciri alat evaluasi belajar yang baik.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jelaskan apa 	yang dimaksud dengan alat evaluasi mempunyai kemampuan membanding.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Apa perbedaan 	tes selama proses belajar mengajar dengan tes akhir pelajaran ?</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Mengapa tes 	awal perlu dilaksanakan ?</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sebutkan tata 	cara mengevaluasi aspek sikap dan perilaku.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sebutkan bentuk 	dari tes tertulis.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sebutkan 	unsure-unsur yang dievaluasi dalam aspek jasmani.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Sebutkan 	ketentuan seorang peserta didik dinyatakan tidak lulus dalam 	mengikuti suatu pendidikan.</span></li>
<li><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Jelaskan cara 	menentukan nomor urut kecakapan siswa.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>BAB &#8211; V</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>PENUTUP</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">31	Penutup.	Demikian Naskah Evaluasi Hasil Belajar ini disusun sebagai bahan ajaran siswa Susgumil.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=283&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/preses-penilaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Hasil Belajar</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/evaluasi-hasil-belajar/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/evaluasi-hasil-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui melalui aktivitas jasmani. Olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=281&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>BAB </strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>I</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span></span></p>
<p lang="en-US">
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Latar 	belakang</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran,  stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui melalui aktivitas jasmani. Olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pendidikan sebagai suatu proses  pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan keehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu member kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan  kesehatan yang terpilih  yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan  pengalaman belajar itu di arahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas  jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembnag searah dengan perkembangan zaman.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Sehingga format penilaian sikap dalam pendidikan jsmani sangat di perlukan oleh seorang guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Untuk bahan menilai dan mengevaluasi peserta didik sehingga di dapatkan sebuah nilai yang obyektif. Agar guru pendidikan jasmani memiliki wibawa diantara guru mata pelajaran yang lain </span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Rumusan 	Masalah</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Apa tujuan membuat tes untuk mengukur sikap siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani ? </span></span></p>
<p lang="en-US">
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Tujuan</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengetahui tujuan pembuatan tes untuk mengukur sikap siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>BAB </strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>II</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>KAJIAN PUSTAKA</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tes awal aspek sikap dan perilaku dilaksanakan hanya apabila diperlukan bagi kepentingan lembaga khususnya untuk mengetahui motivasi Peserta didik dalam mengikuti pendidikan yang bersangkutan. Tes dilaksanakan melalui penyiapan cekhlis isian yang disusun oleh lembaga sesuai kebutuhan, selanjutnya hasil tes digunakan sebagai data peserta didik dalam aspek sikap dan perilaku . Bagi pendidikan yang tidak melaksanakan pre tes aspek sikap dan perilaku , data sikap dan perilaku  awal peserta didik diambilkan dari data yang dibawa sebagai persyaratan administrasi awal, khususnya tentang data sikap dan perilaku seperti : Hasil psikotes, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">dan </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">daftar penilaian </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Penyusunan format observasi ini di latar</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">belakangi oleh adanya masalah yang di hadapi para guru dalam melakukan penilaian terhadap sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Masalah tersebut muncul dari keabstrak-an fenomena sikap, yang masih berupa konsep umum, yang sulit diamati dan diukur, jika belum dijabarkan dan didefinisikan menjadi indicator dan descriptor.Indikator tersebut disusun dari amatan terhadap perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani,yang di asumsikan sebagai cerminan sikap siswa.Setelah indikator-indikator tersebut tersusun,kemudian di jabarkan deskriptornya yaitu sebagai penjelas atau operasionalisasi perilaku,agar memudahkan Guru dalam melakukan pengamatan,pengukuran dan penilaian.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berdasarkan kajian dari beberapa teori sikap yang ada,pada konteks ini,sikap siswa selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani merupakan respon evaluative siswa atas suatu objek (Pembelajaran Pendidikan Jasmani) yang lebih diketahui,dipahami,dirasakan,dialami dan diyakini sehingga menimbulkan kecenderumgan bertindak atau berperilaku baik secara positif (menerima,menyenangi,mendukung,menghargai,melaksanakan dengan sukarela dan bersemangat dan sebagainya) maupun secara negative (menolak,membenci,tidak mendukung,melecehkan,melaksanakan dengan keterpaksaan dan keengganan dan sebagainya).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Perwujudan sikap Selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani dapat digali dari perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama pembelajaran berlangsung,baik dalam bentuk verbal maupun non verbal.Perilaku itu dibatasi pada perilaku yang muncul dari proses interaksi antara siswa dengan Guru, siswa lain,lingkungan atau sumber-sumber belajar yang digunakan dan untuk memudahkan proses pengamatannya,dilakukan kategorisasi sikap berdasarkan / dimensi yaitu dimensi social,kepemimpinan,etika,partisipasi,kedisiplinan,penampilan dan dimensi control diri.Dari dimensi-dimensi sikap ini,kemudian dijabarkan lagi menjadi indicator  dan descriptor penjelasnya. </span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Manfaat 	  Format  Observasi  Sikap</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Alat penilaian yang berupa format observasi sikap ini dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru pendidikan jasmani dalam melakukan penilaian sikap siswanya.Format ini akan membantu guru dalam mengamati,mengukur dan menilai sikap siswa selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani secara sistematis,benar dan dapat dipertanggung jawabkan.Hasil penilaian tersebut dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk memperbaiki proses pembelajaran (evaluasi proses/formatif/diagnosis/motivatif),juga bisa difungsikan sebagai evaluasi produk(sumatif).Dari sisi siswa,alat ini dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>self-evaluation</strong></em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">,yaitu untuk melibatkan siswa dalam penyelenggaraan pembelajaran pendidikan jasmani.</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Petunjuk 	 Umum  Pengamatan  Sikap</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Format observasi ini digunakan dan diisi oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung,yaitu saat dilapangan.Agar perilaku yang ditampilkan siswa tidak dibuat-buat (tendesius,karena dinilai) dan merupakan cerminan sikapnya terhadap pendidikan jasmani,dalam melaksanakan pengisian format observasi ini,hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini    :</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dilakukan 	tanpa sepengetahuan siswa</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dilakukan 	secara berulang-ulang,karena perilaku yang teramati tidak semuanya 	muncul pada setiap pembelajaran ,dan dengan diulang-ulang dapat 	meningkatkan kejelian,ketelitian dan keajegan.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pelaksanaan 	penilaian ini tidak dialokasiakan dalam waktu yang khusus,tetapi 	dilakukan sesuai dengan kesempatan yang dimiliki oleh guru selama 	pembelajaran berlangsung.Misalnya ; Observasi dilakukan setelah 	pemberian materi,bersamaan dengan proses mengendalikan dan 	mengevaluasi/mengkoreksi siswa yang sedang melakukan tugas gerak 	tertentu atau pada situasi-situasi khusus seperti pada waktu 	kegiatan ekstra kurikuler dan pertandingan antar kelas yang masih 	dalam konteks dan ruang lingkup pembelajaran Pendidikan Jasmani.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Target 	jumlah siswa dan jumlah indicator yang diamati dalam satu kali 	pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing guru dan 	karakteristik kancah setempat.</span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Untuk itu kemampuan guru dalam menggunakan format ini perlu dilatih dan diperlukan ketelatenan dalam melaksanakan uji coba pengamatan secara berulang kali.<span id="more-281"></span></span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Petunjuk 	 Khusus Penskoran  Dan  Penilaian  Sikap</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pengisian format ini dilakukan dengan memberi tanda CEK  (ϋ) pada kotak yang dibawah pernyataan descriptor.Penskoran dilakukan dengan menghitung jumlah descriptor yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran yaitu    :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Skor (1) diberikan,apabila siswa tidak menampilkan semua descriptor </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Skor (2) diberikan,apabila siswa menampilkan satu descriptor</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Skor (3) diberikan,apabila siswa menampilkan dua descriptor</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Skor (4) diberikan,apabila siswa menampilkan tiga descriptor</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Skor (5) diberikan ,apabila siswa menampilkan lebih dari tiga deskriptor </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Jumlah skor pada satu indicator ditulis pada kolom jumlah;jumlah keseluruhan inikator (18 indikator) dihitung rata-ratanya.Untuk mengetahui maknanya (proses penilaian),skor tersebut ditransformasikan pada distrbusi bergolong berikut ini             :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">78  &#8211;  90  :  sangat positif</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">63  &#8211;  77  :  positif</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">48  &#8211;  62  :  cukup positif</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">33  &#8211;  47  :  negatif</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">18  &#8211;  32  :  sangat negatif </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Distribusi di ats ditentukan berdasar dalil Sturges,yaitu i(lebar kelas) didapat dari pembagian R (range=skor tertinggi dikurangi skor terendah) dengan k(jumlah kelas interval).k didapat dari 1+3,33 ,n merupakan banyaknya kasus.(kirkendal,Gruber dan Johnson : 1980)</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Penjabaran 	 Konsep  Sikap</strong></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Upaya penjabaran ini dimaksudkan untuk member batasan pada sikap,sehingga definisi operasionalnya dapat diidentifikasi dan dipahami.Mengingat konsep sikap sangat kompleks dan abstrak,untuk menjabarkannya perlu ditinjau dari beberapa dimensi.Dari dimensi ini kemudian dijabarkan menjadi indicator dan penjelasannya (descriptor),yaitu berupa pernyataan-pernyataan yang operasional,sehangga memudahkan dalam mengamati dan mengukurnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>I.Sikap  Siswa  pada  Dimensi  Sosial</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :</strong><strong> Kerja  Sama</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor  :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengajak teman lain untuk melakukan tugas gerak secara bersama-sama</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berbagi kesempatan dalam melakukan gerakan atau permainan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak mendominasi alat-alat pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Membantu teman yang mengalami kesulitan / masalah belajar gerak</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak memilih-milih teman dalam melakukan tugas gerak</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>II.Sikap  Siswa  pada  Dimensi  Kepemimpinan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  Tanggung  Jawab</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mau menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mau dan berusaha melakukan tugas gerak dengan sungguh-sungguh</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak mengelak atau menghindar dari tugas yang dibebankan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Setelah menerima masukan berusaha memperbaiki penampilan geraknya</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktif melakukan tindakan untuk memperlancar proses pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>III.Sikap  Siswa  pada  Dimensi  Etika</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  a.Santun  dalam  Ucapan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengucapkan kata-kata dengan halus atau sopan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak mengolok-olok teman dengan kata-kata ejekan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak berkata jorok atau mengumpat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Penggunaan bahasa secara baik dan benar atau sesuai pada tempatnya</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha membimbing dan mengarahkan teman untuk bertutur kata secara baik</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  b.Santun  dalam  Tindakan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak bertindak kasar atau ugal-ugalan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tindakannya tidak menyakitkan teman  (secara fisik)</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tindakannya tidak menyinggung perasaan teman</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tindakannya tidak mengganggu proses pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha membimbing dan mengarahkan teman untuk bertindak santun</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator   :  c.</strong><strong>Mematuhi  Norma-Norma  Yang  Berlaku</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor    : </strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha memahami aturan yang ada</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menerima peraturan yang berlaku</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mematuhi peraturan yang ada</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mensosialisasi aturan kepada teman lain</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak pernah melakukan pelanggaran</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>IV.Sikap  Siswa  pada  Dimensi  Partisipasi</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  a.Keaktifan  dalam  Pembelajaran</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Melakukan tugas gerak dengan penuh sungguh-sungguh</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktif merespon instruksi guru dengan tindakan yang benar</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan konstruktif (dinamis,meriah dan menyenangkan)</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Giat dalam upaya memahami dan menguasai gerakan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tanpa disuruh,aktif menjalankan tugas gerak</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator   :  b.Motivasi</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Melaksanakan tugas gerak dengan penuh semangat </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berkeinginan untuk lebih lama dalam mengikuti pembelajaran </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menunjukan kegairahan dalam belajar </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha menunjukkan kinerja yang optimal </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Merangsang dan mempengaruhi teman untuk bersemangat dalam pembelajaran </span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator</strong><strong> :  c.Prakarsa </strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menawarkan ide-ide untuk mengatasi dan mengkritisi masalah </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ambil bagian dalam upaya memperlancar proses pembelajaran </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menjalankan kewajiban tanpa menunggu instruksi atau teguran </span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mampu berimprovisasi secara konstruktif dalam mengembangkan  instruksi guru </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mampu berkreasi untuk menunjang atau memperkaya instruksi guru </span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :</strong><strong> d.Ketekunan </strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Serius dalam melaksanakan tugas belajar </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha keras untuk menguasai gerakan </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Teladan, tidak cepat putus asa dalam upaya menguasai materi pembelajaran </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak menunjukkan kebosanan,mencoba berulang kali </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha mencari masukan / informasi untuk menguasai materi pembelajaran </span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator   :  e.Orientasi  Belajr  daripada  Bermain</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Konsentrasi pada proses pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Melibatkan diri secara total dalam prosese paembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha mencegah terjadinya ketidak seriusan teman</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengajak atau mendorong teman lain untuk serius dalam belajar</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Selama pembelajaran tidak pernah terlibat dalam kegiatan bermain</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  ;  f.Enjoy  atau  Senag  dalam Belajar</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menampilkan peringai yang cerah dan ceria dalam mengikuti pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menikmati tugas gerak sebagai sesuatu yang menyenangjkan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak pernah mengeluh selama mengikuti pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menuntaskan tugas gerak dengan segera dan penuh semangat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menghendaki penambahan program pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>V.Sikap Siswa pada Dimensi Kedisiplinan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  a.Tepat  Waktu</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Datang ke tempat pembelajaran pada waktunya / tidak pernah terlambat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Te[at waktu dalam menyelesaikan tugas gerak</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Selalu siaga menjalankan tugas gerak berikutnya</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Melaksanakan kegiatan dengan tata urusan secara benar</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Membantu dalam pengelolaan kelas agar lancer dan tertib</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  b.Menjaga  Keselamatan   Diri  dan  Teman  lain</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam bertindak,dilakukan denganpenuh ketelitian dan kehati-hatian</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bertindak secara procedural</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bertindak sesuai aturan serta instruksi guru</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menggunakan alat pembelajaran secara teliti dan hati-hati</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ikut aktif terlibat dalam menajga keselamatan diri dan teman lain</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator   :  c.Memelihara  Alat-Alat  Pembelajaran</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor  :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menggunakan alat pembelajaran sesuai fungsinya</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Merawat dan menjaga kebersihan alat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktif mempersiapkan dan mengembalikan alat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Membantu teman dalam memahami penggunaan alat-alat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengajak,mendorong dan memotivasi teman lain untuk memelihara alat</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>VI.  Sikap  Siswa  pada  Dimensi  Penampilan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  Kerapian  dan  Kebersihan  Pakaian</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor   :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berpakaian bersih</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berseragam lengkap sesuai aturan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berpakaian rapi</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Keserasian bentuk dan kombinasinya dengan atribut lainnya</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tetap menjaga kebersihan dan kerapian selama mengikuti pembelajaran</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>VII.  Sikap  Siswa  pada  Dimensi  Kontrol  Diri</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator   :  a.Mengendalikan   Emosi</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor    :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mampu menahan tindakan atau ucapan saat menghadapi masalah</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak mengumpat atau menggerutu dalam menghadapi masalah </span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha menyelesaikan masalah secara rasional</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mencegah atau mengendalikan teman yang kurang terkontrol emosinya</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menciptakan suasana pembelajaran yang tenang</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator   :  b.Mau  Menerima  Kekalahan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor    :</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengakui kemampuan lawan sepermainan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mengakuio kelemahan diri sendiri</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menerima kekalahan secara jujur,tidak berusaha mencari-cari alas an</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Meneriama keputusan tanpa melakukan protes berlebihan</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak melakukan tindakan destruktif dalam menghadapi kekalahan</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Indikator  :  c.Mau  Menerima  Masukan  atau  Pendapatan</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Deskriptor    : </strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktif meminta  masukan atau pendapat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mendengarkan dan memperhatikan masukan atau pendapat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berusaha melaksanakan sesuai masukan atau pendaaaaaaaaaaaaaaapat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak membantah atau menolak masukan atau pendapat</span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aktif mendiskusikan masukan atau pendapat</span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>PROSEDUR PEMBUATAN PEDOMAN PENGAMATAN ASPEK PERILAKU – SIKAP DALAM PENDIDIKAN JASMANI</strong></span></span></p>
<p lang="de-DE">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:medium;"><strong>Untuk Memenuhi Tugas Mata K</strong></span><span style="font-size:medium;"><strong>uliah Evaluasi Hasil Belajar dalam Pendidikan Jasmani</strong></span></span></span></p>
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Yang dibina oleh Bpk. Mardiyanto</strong></span></span></p>
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Ibu Febrita </strong></span></span></p>
<p lang="de-DE">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Oleh kelompok:</strong></span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Habib Mahendra (20771161408950)</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Joko Harianto (207711408952)</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Donny Arfiansyah (207711408953)</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Beni Wahyu Prabowo (207711408954)</strong></span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="id-ID">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="it-IT"><span style="font-size:medium;"><strong>UNIVERSITAS NEGERI MALANG</strong></span></p>
<p lang="it-IT"><span style="font-size:medium;"><strong>FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN</strong></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>JURUSAN </strong></span><span style="font-size:medium;"><strong>PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI</strong></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>2009</strong></span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>BAB III</strong></span></span></p>
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>KESIMPULAN</strong></span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Perwujudan sikap Selama mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani dapat digali dari perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama pembelajaran berlangsung,baik dalam bentuk verbal maupun non verbal.Perilaku itu dibatasi pada perilaku yang muncul dari proses interaksi antara siswa dengan Guru, siswa lain,lingkungan atau sumber-sumber belajar yang digunakan dan untuk memudahkan proses pengamatannya,dilakukan kategorisasi sikap berdasarkan / dimensi yaitu dimensi social,kepemimpinan,etika,partisipasi,kedisiplinan,penampilan dan dimensi control diri. </span></span></p>
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US">
<p lang="en-US"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Budiwanto, s. 2001. Pengukuran dan penilaian hasil belajar siswa dalam pengajaran pendidikan jasmani. Malang: Program Studi POK Universitas Negeri Malang</span></span></p>
<p lang="en-US">
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=281&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/evaluasi-hasil-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyesuaian Diri Remaja</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/penyesuaian-diri-remaja/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/penyesuaian-diri-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 23:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan makalah]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[2.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri pada Remaja. Sebagaimana telah dipahami bahwa dalam perkembangannya manusia akan melewati masa remaja. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak – anak menjelang dewasa. Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan – perubahan dalam bentuk fisk dan psikis. Badannya tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=279&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0cm } 		P.western { font-size: 14pt } 		P.cjk { font-size: 14pt } --><span style="font-size:small;"><span style="font-size:medium;">2.5 Faktor – Faktor  yang</span> <span style="font-size:medium;">Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri pada Remaja.</span></span></p>
<p><span style="font-size:medium;"> </span></p>
<p>Sebagaimana telah dipahami bahwa dalam perkembangannya manusia akan melewati masa remaja. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak – anak menjelang dewasa. Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan – perubahan dalam bentuk fisk dan psikis.</p>
<p>Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda – tanda orang dewasa, perilaku sosialnya berubah semakn menyadari keberadaa dirinya, ingin diakui dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas.</p>
<p>Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer dalam penyesuaian diri. Penentu berarti faktor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkn efek bagi proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor – faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal.</p>
<p>Penentu penyesuaian identik dengan faktor  &#8211; faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. Penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Kondisi – kondisi 	fisik, termasuk didalamnya keturunan, konstitusi fisik, susunan 	saraf kelenjar, sistem otot, kesehatan, penyakit dan sebagainya.</li>
<li>Perkembangan dan 	kematangan khususnya kematangan intelektual, sosial, moral dan 	emosional.</li>
<li>Penentu psikologis, 	termasuk didalamnya pengalaman, belajarya, pemgkondisian, penentua 	diri (<em>self &#8211; determination</em>), frustasi dan konflik.</li>
<li>Kondisi lingkungan 	khususnya kelurga dan sekolah.</li>
<li>Penentu cultural 	termasuk agama.</li>
</ol>
<p>Pemahaman tentang faktor – faktor diatas dan bagamana fungsinya dalam penyesuaian  merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian diri. Berikut akan dijelaskan mengenai faktor – faktor diatas.</p>
<ol>
<li>Kondisi Jasmaniah</li>
</ol>
<p>Kondisi jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa system syaraf, kelenjar dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri.</p>
<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan – gangguan dalam system syaraf, kelenjar dan otot menimbulkan gejala – gejala gangguan mental, tingkah laku dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik.</p>
<p>Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri. Kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.  Gangguan penyakit yang kronis dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan pada diri sendiri, perasaan rendah diri, ketergantungan, perasaan ingin dikasihani dan sebagainya.</p>
<ol>
<li>Perkembangan, 	kematangan dan penyesuaian diri.</li>
</ol>
<p>Sikap dapat diartikan sebagai kesediaan bereaksi indiviu terhadap suatu hal. Lebih terperinci lagi sikap dapat diartikan sebagai kecenderungan yang relatif stabil yang dimiliki seseorang dalam mereaksi (baik reaksi negatif maupun reaksi positif) terhadap dirinya sendiri, orang lain, benda situasi / kondisi sekitarnya. Sikap remaja awal yang berkembang terutama menonjol dalam sikap sosial, lebih – lebih sikap sosial yang berhubungan dengan teman sebaya. Sikap positif remaja awal terhadap teman sebaya berkembang dengan pesat setelah remaja mengenal adanya kepentingan dan kebutuhan yang sama.</p>
<p>Sikap solider atau senasib seperjuangan dirasakan dalam kehidupan kelompok baik dalam kelompok yang sengaja dibentuk ataupun kelompok yang terbentuk dengan sendirinya. Simpati dan merasakan perasaan orang lain telah mulai berkembang dalam usia remaja awal. Remaja berusaha bersikap sesuai dengan norma kelompokmya.</p>
<p>Sesuai dengan hukum perkembangan, tingkat kematangan yang dicapai berbeda – beda antara individu yang satu dengan yang lainnya, sehingga pencapaian pola – pola penyesuaian diri pun berbeda pula secara individual. Dengan kata lain, pola penyesuaian diri akan bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan yang dicapainya. Kondisi – kondisi perkembangan mempengaruhi setiap aspek kepribadian seperti emosional, sosial, moral, keagamaan dan intelektual.</p>
<ol>
<li>Penentu psikologis 	terhadap penyesuaian diri.</li>
</ol>
<p>Faktor psikologis ini banyak sekali macamnya diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Pengalaman</li>
</ol>
<p>Tidak semua pengalaman mempunyai arti bagi penyesuaian diri. Pengalaman yang menyenangkan akan menimbulkan penyesuaian diri yang baik dan sebaliknya.</p>
<ol>
<li>Belajar</li>
</ol>
<p>Proses belajar merupakan suatu dasar yang fundamental dalam proses penyesuaian diri, karena melalui belajar ini akan berkembang pola – pola respon yang akan membentuk kepribadian. Sebagaian besar respon dan ciri kepribadian lebih banyak yang diperoleh dari proses belajar daripada yang diperoleh secara diwariskan. Proses belajar ini akan berlangsung sepanjang hayat.</p>
<ol>
<li>Determinasi diri</li>
</ol>
<p>Dalam proses penyesuaian diri, disamping ditentukan oleh faktor – faktor terebut diatas, orang itu sendiri menentukan dirinya, terdapat faktor kekuatan yang mendorong untuk mencapai taraf penyesuaian yang tinggi. Faktor – faktor itulah yang disebut <strong>determinasi diri.<span id="more-279"></span></strong></p>
<p>Determinasi diri mempunyai peranan penting dalam proses penyesuaian diri karena mempuyai peranan dalam pengendalian arah dan pola penyesuaian diri. Ada beberapa orang dewasa yang mengalami pengalaman penolakan ketika masa kanak – kanak, tetapi mereka dapat menghindarka diri dari pengaruh negatif karena dapat menentukan sikap atau arah dirinya sendiri.</p>
<ol>
<li>Konflik dan 	Penyesuaian</li>
</ol>
<p>Tanpa memperhatikan tipe – tipe konflik, mekanisme konflik secara essensial sama yaitu pertentangan antara motif – motif.</p>
<p>Ada beberapa pandangan bahwa konflik bersifat mengganggu atau merugikan. Namun ada yang berpandangan bahwa konflik dapat bermanfaat  memotivasi seseorang untuk meningkatkan kegiatan.</p>
<ol>
<li>Kondisi Lingkungan</li>
</ol>
<ul>
<li>Rumah / keluarga</li>
</ul>
<p>Keluarga sangat besar pengaruhnya dalam kehidupa remaja. Kasih sayang orang tua dan anggota keluarga yang lain akan memberi dampak dalam kehidupan mereka. Demikian pula cara mendidik atau cntoh tauladan dalam keluarga khususnya orang tua akan sangat memberi input yang luar biasa.</p>
<p>Dalam keluarga yang bahagia dan sejahtera serta memiliki tauladan keislaman yang baik dari orang tua, Insya Allah remaja akan tumbuh dengan rasa aman, berakhlak mulia, sopan santun dan taat melaksanakan perintah agamanya.</p>
<p>Selain pendidikan agama, remaja juga memerukan komunikas yang baik dengan orang tua, karena ia ingin dihargai, didengar, dan diperhatikan keluhannya. Dalam masalah ini diperlukan orang tua yang dapat bersikap tegas namun akrab (<em>friendly</em>).</p>
<p>Dalam mendidik anak dilakukan dengan cara yang masuk akal atau logis, mampu menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk, melakukan pendekatan persuasif dan memberikan perhatian yang cukup. Semua itu tidak lain karena remaja sekarang kritis dan wawasannya berkembang lebih cepat akibat arus informasi dan globalisasi</p>
<ul>
<li>Lingkungan Sekolah</li>
</ul>
<p>Sekolah adalah rumah kedua, tempat remaja memperoleh pendidikan formal, dididik dan diasuh oleh para guru.</p>
<p>Dalam lingkungan inilah remaja berlatih untuk menigkatkan kemampuan daya pikirnya. Bagi remaja yang sudah menginjak perguruan tinggi, nampak sekali perkembangan intelektualitasnya. Tidak hanya sekedar menerima tapi mereka juga mampu beradu argumen dengan pengajarnya.</p>
<p>Dalam lingkungan sekolah guru memegang peranan penting sebab guru bagaikan pengganti orang tua. Karena itu, diperlukan guru yang arif, bijaksana, mau membimbing dan mendorong anak didik untuk aktif dan maju, memahami perkembangan remaja serta seseorang yang dapat dijadikan tauladan.</p>
<ul>
<li>Lingkungan teman 	sepergaulan</li>
</ul>
<p>Teman sebaya adalah sangat penting sekali pengaruhnya bagi kehidupan remaja, baik itu teman sekolah, organisasi maupun teman bermain. Pada usia remaja mereka berusaha untuk bebas dari keluarga dan tidak bergantung pada orang tua. Akan tetap pada waktu yang sama ia takut kehilangan rasa nyaman yang telah diperolehnya selama masa kanak – kanak.</p>
<p>Oleh karena itu, kita wajib berhati &#8211; hati dalam memilih teman, karena pergaulan yang salah dapat empengaruhi proses dan pola – pola penyesuaian diri.</p>
<ul>
<li>Lingkunga dunia 	luar</li>
</ul>
<p>Merupakan lingkungan remaja selain keluarga, sekolah dan teman sepergaulan, baik lingkungan masyarakat lokal, nasional maupun global. Lingkungan dunia luar akan mempengaruhi remaja baik secara langsung maupun tidak langsung, baik itu benar ataupun salah, baik itu Islami ataupun tidak. Lingkungan dunia luar semakin besar pengaruhnya disebabkan oleh faktor – faktor kemajuan teknologi, transportasi, teknologi, informasi maupun globalisasi.</p>
<p>Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri, sehingga sering kita jumpai remaja berusaha menonjolkan identitas pribadi atau kelompoknya. Peniruan terhadap figure – figure tertentu dan menemukan tokoh – tokoh idla yang digandrungi, seperti guru, ulama, pahlawan, bintang film atau penyanyi.</p>
<p>Dalam beberapa kejadian, kita dapat temukan adanya kelompok remaja yang membentuk kelompok yang menonjolkan aktivitas penggunaan narkotika, minuman keras, kebut – kebutan bahkan free seks.</p>
<p>Naudzubillaahimindzalik…..</p>
<ol>
<li>Kultural dan agama 	sebagai penentu penyesuaian diri</li>
</ol>
<p>Proses penyesuaian diri anak mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bertahap dipegaruhi oleh faktor – faktor kutur dan agama. Lingkungan kultural dimana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola penyesuaian diri. Contohnya tata cara kehidupan di sekolah, di masjid dan semacamnya akan mempengaruhi bagaimana anak menempatkan diri dan bergaul dengan masyarakat sekitarnya.</p>
<p>Agama memberikan suasana psikologis tertentu dalam mengurangi konflik, frustasi dan ketegangan lainnya.</p>
<p>Agama memberi tuntunan, konsep dan falsafah hidup yang meyakinkan dan benar. Oleh pemilikan semua ini orang akan memperoleh arti hidup, kemana tujuan hidup, apa yang dicari dalam hidup ini dan bagaimana ia harus berperan dalam hidup sehingga hidupnya di dunia tidak sia- sia.</p>
<p>Dengan penemuan makna yang sebenarnya dari kehidupan manusia akan memiliki langkah – langkah yang mantap, yakin dan tegar , tidak mudah terpengaruh oleh bujukan dan rayuan yang akan membawanya ke jurang kesengsaraan.</p>
<p>2.6 Permasalahan – Permasalahan Penyesuaian Diri Remaja</p>
<p>Diantara persoalan terpentingnyan yang dialami oleh remaja dalam kehidupan sehari – hari dan yang menghambat penyesuaian diri yang sehat adalah hubungan remaja dengan orang dewasa terutama orang tua.</p>
<p>Masalah wajar yang berhubungan dengan <em>orang tua</em> antara lain berhubungan dengan :</p>
<p>1. Pelaksanaan tugas perkembangan dala hal mendapatkan kebebasan                 emosional dari orang tua. Remaja ingin bebas menentukan tujuan hidupnya sendiri, sementara orang tua masih takut memberi tanggung jawab kepada remaja sehingga terus membayangi remajanya.</p>
<p>2. Kebutuhan – kebutuhan akan perhatian, kasih sayang dari orang tua yang tidak selamanya dapat terpenuhi karena antara lain kesibukan dalam soal ekonomis orang tuanya.</p>
<p>3. Tugas – tugas perkembangan yang bertentangan dengan kebergantungan secara ekonomis, khususnya dalam kelangsungan pendidikan atau sekolah. Kesemuanya menjadi bahan pemikiran dan dirasakan sebagai pengganggu hidupnya.</p>
<p>Permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis kelurga seperti keretakan kelurga. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang hidup dirumah tangga yang retak , mengalami masalah emosi, tampak padanya ada kecenderungan yang besar untuk marah, suka menyendiri, disamping kurng kepekaa terhadap penerimaan sosial dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelsah dibandingkjan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar.</p>
<p>Masalah wajar yang berhubungan dengan <em>diri atau pribadi</em> remaja itu sendri antara lain :</p>
<p>1. Perasaan dan pikiran mengenai fisik (jasmani)nya. Ada bentuk badan yang diidam – idamkan dan dipikirkan untuk dicapai. Diidamkannya bentuk badan atau wajah bintang film dalam poster – poster atau majalah, yang dbandigkan dengan keadaan dirinya sendiri.</p>
<p>2. Sikap dan perasaan mengenai kemampuannya. Remaja ingin berhasil dalam mengerjakan sesuatu, sementara dirumah dan disekolah anak remaja tersebut sering kali menghadapi kegagal;an dalam berbagai hal. Dirinya kadang – kadang bersifat apatis dan merasa telah gagal. Ini terjadi pada masa remaja awal dan akhir.</p>
<p>3. Sikap pandangan diri terhadap nilai – nilai. Akibat perkembangan kemampuan pikir, remaja memikirkan tentang nilai – nilai, yang benar dan yang salah yang baik dan yang buruk yang patut dan tidak patut. Informasi tentang hal itu diterima dari lingkungannya.</p>
<p>Tidak hanya masalah – masalah yang berasal dari keluarga atau diri sendiri, remaja juga mendapatkan permasalahan yang berasal dari masyarakat ketika mereka melakukan proses penyesuaian diri.</p>
<p>Masalah yang berhubungan degan masyarakat luas antara lan :</p>
<p>1. Pergaulan sehari hari dalam masyarakat luas, menatangkan masalah sejak remaja keluar dari ikatan keluarga, sejak memperluas pergaulan dari kelompok teman sebaya.</p>
<p>2. Persiapan dalam masa depan, sekolah dan jabatan menjadi bahan      pemikiran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=279&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/penyesuaian-diri-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ginjal</title>
		<link>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/ginjal/</link>
		<comments>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/ginjal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 22:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>downixs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://downixs.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit dan Gangguan pada Ginjal N EFRITIS atau peradangan ginjal, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering ditemui. Gejala utamanya adalah tampaknya elemen seperti albumin di dalam air seni. Kondisi ini disebut albuminuria. Sel-sel darah merah dan darah putih dan serpihan granular yang kesemuanya tampak dalam pemeriksaan mikroskopik pada air seni. Gejala ini lebih sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=277&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit dan Gangguan pada Ginjal</p>
<p>N<br />
EFRITIS atau peradangan ginjal, adalah salah satu penyakit ginjal yang<br />
sering ditemui. Gejala utamanya adalah tampaknya elemen seperti albumin<br />
di dalam air seni. Kondisi ini disebut albuminuria. Sel-sel darah merah dan<br />
darah putih dan serpihan granular yang kesemuanya tampak dalam pemeriksaan<br />
mikroskopik pada air seni.</p>
<p>Gejala ini lebih sering nampak terjadi pada masa kanak-kanak dan dewasa<br />
dibanding pada orang-orang setengah baya. Bentuk yang paling umum dijumpai<br />
dari nefritis adalah glomerulonefritis. Seringkali terjadi dalam periode 3 sampai 6<br />
minggu setelah infeksi streptokokus.</p>
<p>Penderita biasanya mengeluh tentang rasa dingin, demam, sakit kepala, sakit<br />
punggung, dan udema (bengkak) pada bagian muka biasanya sekitar mata<br />
(kelopak), mual dan muntah-muntah. Sulit buang air kecil dan air seni menjadi<br />
keruh.</p>
<p>Prognosis biasanya dapat menyembuhkan dan penderita sembuh total. Namun<br />
pada beberapa orang gejala ini berkembang menjadi kronis. Pada keadaan ini<br />
proses kerusakan ginjal terjadi menahun dan selama itu gejalanya tidak tampak.<br />
Akan tetapi pada akhirnya orang-orang tersebut dapat menderita uremia (darah<br />
dalam air seni.Red) dan gagal ginjal. <span id="more-277"></span></p>
<p>Nefrosis adalah suatu jenis nefritis yang ditandai dengan penurunan kondisi<br />
pembuluh-pembuluh pada ginjal. Nefrosis murni sangat jarang dijumpai. Yang lebih<br />
sering ditemui adalah yang berhubungan dengan glomerulonefritis atau penyakitpenyakit<br />
lain yang menyerang ginjal. Akan tetapi, istilah nefrosis masih digunakan<br />
bagi gejala yang ditunjukkan oleh timbulnya udema. Jumlah albumin yang<br />
berlebihan pada air seni, kolesterol yang berlebihan pada darah dan pengeluaran<br />
air seni yang relatif normal.</p>
<p>Nefrosklerosis atau pengerasan pembuluh arteri yang menuju ke ginjal, adalah<br />
suatu kelainan yang ditunjukkan dengan adanya albumin dalam air seni. Zat-zat<br />
tertentu serta terkadang dijumpai sel darah merah atau putih dalam darah<br />
(hematuria), terkadang disertai penyakit hipertensi. Pada intinya adalah terjadinya<br />
pengerasan dari pembuluh arteri kecil pada ginjal, disertai terjadinya pengerutan<br />
pada glomeruli dan perubahan patologis pada jaringan yang koyak atau luka.</p>
<p>Batu (kalkulus) ginjal dapat terbentuk dari timbunan kristal pada air seni pada<br />
ginjal atau pelvis ginjal. Seringkali batu ini tersusun atas kalsium oksalat.<br />
Terjadinya infeksi atau buang air kecil kurang teratur dapat mempengaruhi<br />
pembentukan batu ginjal. Kadang munculnya batu ginjal terjadi di saat kadar<br />
kalsium dalam darah meninggi secara tidak normal, juga jika kelenjar paratiroid<br />
kele bihan memproduksi air seni.</p>
<p>Terkadang, batu tersebut dapat terbentuk ketika tingkat asam urat dalam darah<br />
terlalu tinggi, biasanya karena terlalu banyak makan daging. Terlalu banyak<br />
mengkonsumsi kalsium dan oksalat serta kurang minum sering diasosiasikan<br />
dengan pembentukan batu ginjal ini. Pada banyak kasus yang ada, penyebabnya<br />
tidak diketahui secara pasti.</p>
<p>Batu ginjal dapat menyebabkan peradangan infeksi, pendarahan, sakit pada saat<br />
buang air kecil, atau kencing tidak lancar. Batu yang kecil cenderung mengalir</p>
<p>1</p>
<p>http://www.gizi.net/ gaya hidup</p>
<p>menuju kandung kemih melalui ureter, biasanya diikuti rasa sakit bagi<br />
penderitanya. Kolik, nyeri yang ‘amat sangat’ dirasakan penderita, yang disebabkan<br />
oleh batu biasanya membutuhkan satu atau lebih suntikan penahan rasa sakit.<br />
Rasa sakit dapat muncul tiba -tiba sehabis berolah raga. Ketika batu telah berada di<br />
dalam kandung kemih, biasanya hanyut bersama air seni begitu saja dan rasa sakit<br />
hilang begitu saja. Jika batunya terlalu besar, maka perawatan lanjutan akan<br />
diperlukan. Baik berupa operasi atau litotripsi, yakni suatu prosedur yang<br />
mempergunakan kejutan gelombang listrik untuk memecahkan batu tersebut.</p>
<p>Uraemia adalah keracunan yang disebabkan oleh akumulasi zat-zat buangan tubuh<br />
yang tidak dapat diuraikan oleh ginjal. Terjadi biasanya pada tahap akhir dari<br />
penyakit ginjal kronis dan ditunjukkan oleh kelelahan, sakit kepala, rasa mual, dan<br />
sulit tidur, kejang-kejang, pingsan mendadak, dan koma. Prognosisnya kurang<br />
baik. Akan tetapi, pada tahun 1980-an, teknik dialisis atau cuci darah periodik<br />
untuk membersihkan darah dari racun, transplantasi ginjal, telah membawa<br />
harapan baru bagi penderita.</p>
<p>Pielonefritis adalah infeksi ginjal karena bakteri. Pielonefritis akut seringkali disertai<br />
demam, rasa dingin, pedih pada bagian yang sakit, sering buang air kecil, dan<br />
sensasi seperti terbakar saat buang air kecil. Pielonefritis kronis terjadi secara<br />
bertahap, biasanya tanpa gejala dan penyakit ini dapat mengarah pada kerusakan<br />
ginjal dan uraemia. Penyakit ini lebih umum dijumpai pada wanita dibanding pada<br />
laki-laki dan sering terjadi pada penderita diabetes.</p>
<p>Tumor Wilms adalah sejenis tumor ganas pada ginjal. Sering terjadi pada anak<br />
kecil. Akhir-akhir ini, suatu perawatan telah dikembangkan untuk anak-anak yang<br />
menderita kelainan ini</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/downixs.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/downixs.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=downixs.wordpress.com&amp;blog=10021980&amp;post=277&amp;subd=downixs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://downixs.wordpress.com/2010/01/06/ginjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ee6650be063677c7dbd5766dec3c691?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">downixs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
