Pernikahan Dini   Leave a comment


Persentase dan Spesifikasi Pernikahan Dini di Indonesia

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) di Indonesia, lebih dari 20 persen masyarakatnya menikahkan anak-anaknya dalam usia dini (pernikahan dini).

Rata-rata anak yang dinikahkan dini itu berusia antara 10-18 tahun dan didominasi perempuan. Perbandingan jumlah angkanya bisa mencapai tiga kali lipat dari jumlah anak lelaki yang dinikahkan dini. Sebab, data statistik tahun 2005, jumlah perempuan yang menikah usia dini mencapai 1600 orang sedangkan lelaki sekitar sekitar 500 orang.

Persentasi ini membuktikan masih sangat banyak masyarakat yang tidak mengetahui mengenai dampak dan sebab akibat pernikahan dini tersebut. Kemungkinan lain, informasi mengenai kesehatan reproduksi masih sangat kurang disosialisasikan terutama di pedesaan.

Hal itu dikatakan Misran Lubis selaku Area Manager PKPA Jabar didampingi Koordinator Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi, Camelia Nasution, kepada Analisa, usai berlangsungnya pemilihan Duta Remaja Penolakan Pernikahan Usia Dini, di Hotel Garuda Plaza Medan.

Dari penelitian yang dilakukan sejak awal tahun 2008 dan berawal dari penelitian tentang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia, persoalan pernikahan dini di Indomesia juga berkaitan dengan budaya dan masyarakat sekitar.

Ada beberapa permasalahan budaya yang sudah mengakar, sehingga masyarakat Indenesia mempercepat pernikahan anaknya padahal umur belum mencukupi, namun bagi mereka hal itu bukan persoalan.

Yang pertama salah satunya para orangtua mempercepat pernikahan anaknya untuk melepaskan beban ekonomi, dimana rata-rata satu keluarga memiliki banyak anak (keluarga besar). Sehingga tak heran jika masih ada para orangtua sudah saling menjodohkan anak-anaknya sejak masih balita.

Permasalahan kedua berkaitan dengan rumpun keluarga, dimana masyarakat Indonesia menikahkan dini anaknya untuk tidak menghilangkan silsilah keluarga. “Persoalan kedua dengan menikahkan dini anak-anaknya, para orangtua takut silsilah keluarga hilang jika anaknya lama menikah sehingga menikah dengan orang lain.

Adapun upaya PKPA bekerja sama dengan Pikir dalam menekan atau menurunkan jumlah anak yang dinikahkan dini di Indonesia, salah satunya melalui terpilihnya para Duta Remaja Penolakan Pernikahan Usia Dini.

Camelia Nasution menambahkan, direncanakan 5 November 2008 para Duta Remaja terpilih akan disatukan di jabar untuk menyuarakan menolak pernikahan dini, apa sebab dan alasannya.

Dalam acara penganugerahan Duta Remaja ini, sebelumnya panitia melakukan audisi di berbagai lokasi di Indonesia dan LP Klas II Anak Tanjung Gusta Medan.

About these ads

Posted Januari 6, 2010 by downixs in Education

Dikaitkatakan dengan ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: